Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

25 Tahun 9/11: Jejak Perang Melawan Teror yang Bentuk Politik Dunia

25 Tahun 9/11: Jejak Perang Melawan Teror yang Bentuk Politik Dunia
9/11 Memorial & Museum, New York, US (pexels.com/Dan Raz)
  • Serangan 9/11 pada 11 September 2001 menewaskan 2.977 orang setelah empat pesawat penumpang dibajak oleh 19 anggota al-Qaeda.
  • Respons AS mencakup invasi Afghanistan, pembentukan institusi keamanan, perluasan pengawasan, serta invasi Irak dalam era perang melawan teror.
  • Konflik pasca-9/11 menimbulkan korban besar, perubahan politik global, dan dampak yang masih terlihat hingga 25 tahun kemudian.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, dampak 9/11 mana yang paling besar?
Share Article

Jakarta, IDN Times – Tepat 25 tahun lalu, serangan teror 11 September 2001 atau 9/11 mengguncang Amerika Serikat (AS) dan mengubah arah politik serta keamanan dunia. Sebanyak 19 pembajak dari kelompok al-Qaeda menggunakan empat pesawat penumpang dalam serangkaian serangan yang menewaskan 2.977 orang.

Dua pesawat menghantam menara World Trade Center (WTC) di New York, satu pesawat menabrak Pentagon dekat Washington, sementara pesawat keempat jatuh di dekat Shanksville, Pennsylvania setelah penumpang dan awak melawan para pembajak.

Serangan tersebut kemudian memicu apa yang dikenal sebagai “war on terror” atau perang melawan teror yang dipimpin AS. Washington menginvasi Afghanistan untuk menggulingkan Taliban yang dituding memberikan tempat aman bagi Osama bin Laden dan al-Qaeda.

Dampak 9/11 kemudian meluas jauh melampaui Afghanistan. AS membentuk institusi keamanan baru, memperluas kewenangan pengawasan, mendirikan sistem penahanan Guantanamo, dan beberapa tahun kemudian menginvasi Irak. Konflik-konflik tersebut ikut mengubah lanskap politik dan kelompok militan di Timur Tengah serta Asia Selatan.

Menurut data proyek Costs of War dari Brown University, berbagai konflik pasca-9/11 telah menyebabkan lebih dari 900 ribu kematian langsung, termasuk lebih dari 400 ribu warga sipil. Pemerintah federal AS juga telah mengeluarkan atau mengalokasikan lebih dari 8 triliun dolar AS hingga 2021.

Di luar korban langsung pertempuran, sekitar 3,6-3,8 juta orang diperkirakan meninggal secara tidak langsung akibat kehancuran terkait perang, penyakit, kekurangan gizi, dan runtuhnya infrastruktur di Afghanistan, Pakistan, Irak, Suriah, dan Yaman.

Berikut sejumlah peristiwa penting yang membentuk seperempat abad setelah serangan 9/11:

  1. 11 September 2001 – Al-Qaeda serang AS

    Empat pesawat penumpang yang dibajak digunakan dalam serangkaian serangan terkoordinasi.

    American Airlines Flight 11 menabrak Menara Utara WTC pukul 08.46 waktu setempat. Sekitar 17 menit kemudian, United Airlines Flight 175 menghantam Menara Selatan pada pukul 09.03 waktu setempat.

    American Airlines Flight 77 menabrak Pentagon pada pukul 09.37. Sementara itu, United Airlines Flight 93 jatuh di dekat Shanksville, Pennsylvania, pukul 10.03 setelah penumpang dan awak pesawat berusaha merebut kendali dari para pembajak.

    Serangan tersebut menjadi serangan teror paling mematikan dalam sejarah AS dan mengubah kebijakan luar negeri serta keamanan Washington.

  2. 12 September 2001 – NATO aktifkan Pasal 5

    Sehari setelah serangan, NATO untuk pertama kalinya dalam sejarah mengaktifkan Pasal 5 perjanjian pendiri aliansi tersebut.

    Pasal 5 menetapkan bahwa serangan terhadap satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. NATO kemudian memastikan serangan 9/11 berasal dari luar wilayah negara anggota sehingga mekanisme tersebut dapat diberlakukan.

    Keputusan itu menginternasionalisasi respons terhadap serangan dan menjadi dasar dukungan sekutu terhadap kampanye militer di Afghanistan.

  3. 18 September 2001 – Kongres AS beri wewenang penggunaan kekuatan

    Kongres AS mengesahkan Authorization for Use of Military Force (AUMF). Aturan tersebut memberikan kewenangan luas kepada presiden untuk menggunakan kekuatan terhadap pihak yang dianggap bertanggung jawab atas serangan 9/11 maupun mereka yang membantu pelakunya.

    AUMF kemudian menjadi salah satu dasar hukum operasi kontraterorisme AS di berbagai negara selama beberapa dekade.

  4. 7 Oktober 2001 – AS invasi Afghanistan

    AS dan Inggris melancarkan Operation Enduring Freedom terhadap al-Qaeda dan Taliban di Afghanistan.

    Washington menuding Taliban memberikan tempat aman kepada Osama bin Laden dan al-Qaeda. Operasi tersebut dengan cepat menggulingkan Taliban dari Kabul.

    Namun, perang Afghanistan kemudian berkembang menjadi konflik hampir 20 tahun dan menjadi perang terpanjang dalam sejarah AS.

  5. 26 Oktober 2001 – Patriot Act disahkan

    Presiden George W. Bush menandatangani USA Patriot Act, yang memperluas kewenangan penegak hukum dan badan intelijen setelah serangan 9/11.

    Pendukung aturan tersebut mengatakan perluasan kewenangan diperlukan untuk mendeteksi dan mencegah serangan teror. Namun, kelompok pengkritik menilai aturan tersebut mengurangi perlindungan privasi, memperluas pengawasan, dan memberikan kewenangan terlalu besar kepada pemerintah.

  6. 11 Januari 2002 – Tahanan pertama tiba di Guantanamo

    Tahanan pertama dari Afghanistan tiba di pangkalan Angkatan Laut AS di Guantanamo Bay, Kuba.

    Fasilitas penahanan tersebut kemudian menjadi salah satu simbol paling kontroversial dalam perang melawan teror. Kritik terutama diarahkan pada penahanan tanpa batas waktu, metode interogasi, serta penggunaan komisi militer alih-alih pengadilan sipil biasa.

    Lebih dari dua dekade kemudian, penjara tersebut masih beroperasi meski sejumlah pemerintahan AS sebelumnya berulang kali berjanji menutupnya.

  7. 25 November 2002 – Departemen keamanan dalam negeri dibentuk

    Bush menandatangani Homeland Security Act, yang melahirkan US Department of Homeland Security.

    Departemen baru tersebut menggabungkan 22 lembaga federal dan menjadi salah satu reorganisasi terbesar dalam pemerintahan AS selama beberapa dekade.

    Pembentukannya menunjukkan seberapa dalam 9/11 mengubah pemerintahan domestik AS, mulai dari pemeriksaan bandara dan keamanan perbatasan hingga respons terhadap keadaan darurat dan koordinasi intelijen.

  8. 20 Maret 2003 – AS dan sekutu invasi Irak

    AS dan sekutunya melancarkan invasi ke Irak dengan alasan pemerintahan Saddam Hussein memiliki senjata pemusnah massal dan melanggar resolusi PBB.

    Senjata pemusnah massal aktif yang dimaksud tidak ditemukan. Invasi berhasil menggulingkan Saddam, tetapi kemudian memicu pemberontakan, kekerasan sektarian, dan ketidakstabilan selama bertahun-tahun.

    Perang Irak menjadi salah satu konsekuensi paling kontroversial dari era pasca-9/11 dan menciptakan kondisi yang kemudian dimanfaatkan kelompok-kelompok ekstremis.

  9. 11 Maret 2004 – Bom kereta Madrid

    Sebanyak 10 bom meledak di empat kereta komuter di Madrid saat jam sibuk. Serangan tersebut menewaskan 191 orang dan melukai lebih dari 2.000 lainnya.

    Serangan dilakukan kelompok militan yang terinspirasi al-Qaeda, hanya tiga hari sebelum pemilu nasional Spanyol.

    Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman teror pasca-9/11 telah menyebar jauh dari AS dan Afghanistan serta mulai menghantam kota-kota besar Eropa.

  10. 7 Juli 2005 – Bom transportasi London

    Empat pelaku bom bunuh diri menyerang jaringan transportasi London. Tiga bom meledak di kereta bawah tanah dan satu lainnya di sebuah bus di Tavistock Square.

    Sebanyak 52 orang tewas dan lebih dari 770 lainnya terluka.

    Serangan tersebut memperkuat perdebatan di Inggris dan Eropa mengenai radikalisasi, kegagalan intelijen, pengawasan, kebebasan sipil, dan hubungan antara kebijakan luar negeri dengan keamanan domestik.

  11. 2 Mei 2011 – Osama bin Laden tewas

    Pasukan khusus AS membunuh Osama bin Laden dalam operasi di Abbottabad, Pakistan, hampir 10 tahun setelah serangan 9/11.

    Kematian bin Laden menutup salah satu babak utama dalam pengejaran pemimpin al-Qaeda. Namun, hal tersebut tidak mengakhiri konflik yang muncul setelah 9/11.

    Pada saat itu, al-Qaeda telah memiliki sejumlah cabang regional, sementara perang di Afghanistan dan Irak telah mengubah lanskap politik serta kelompok militan di Timur Tengah dan Asia Selatan.

  12. 29 Juni 2014 – ISIS deklarasikan ‘kekhalifahan’

    Kelompok ISIS atau Daesh mendeklarasikan kekhalifahan di wilayah yang mereka kuasai di Irak dan Suriah. Abu Bakr al-Baghdadi menjadi pemimpinnya.

    ISIS berkembang dari cabang al-Qaeda di Irak, tetapi kemudian berpisah dari kepemimpinan pusat al-Qaeda. Kelompok tersebut membangun proyek teritorial yang jauh lebih terbuka dan brutal dibandingkan jaringan teror sebelumnya.

    Kemunculan ISIS menandai fase baru konflik pasca-9/11. Kelompok tersebut memanfaatkan media sosial untuk merekrut anggota, menarik pejuang asing dari berbagai negara, dan melakukan serangan di sejumlah wilayah dunia.

    AS kemudian memimpin kampanye militer internasional untuk menghancurkan kekuasaan teritorial ISIS.

  13. 29 Februari 2020 – AS dan Taliban tandatangani kesepakatan Doha

    AS dan Taliban menandatangani kesepakatan di Doha, Qatar, yang mengatur penarikan pasukan AS dan sekutunya dari Afghanistan.

    Kesepakatan tersebut tidak melibatkan pemerintah Afghanistan dalam negosiasi langsung antara AS dan Taliban. Taliban juga berkomitmen mencegah kelompok seperti al-Qaeda menggunakan wilayah Afghanistan untuk mengancam AS dan sekutunya.

    Kesepakatan tersebut menjadi dasar bagi berakhirnya kehadiran militer AS di Afghanistan.

  14. 15 Agustus 2021 – Taliban kembali ke Kabul

    Taliban memasuki Kabul ketika pemerintahan Afghanistan yang didukung komunitas internasional runtuh. Presiden Ashraf Ghani meninggalkan negara tersebut.

    Gambar warga Afghanistan yang berusaha melarikan diri melalui Bandara Kabul menjadi salah satu simbol paling kuat dari berakhirnya perang AS di Afghanistan.

    Kembalinya Taliban ke ibu kota juga menandai perubahan dramatis setelah hampir dua dekade AS dan sekutunya berusaha membangun pemerintahan Afghanistan.

  15. 30 Agustus 2021 – AS selesaikan penarikan dari Afghanistan

    Pentagon mengumumkan selesainya penarikan militer AS dari Afghanistan, mengakhiri perang terpanjang dalam sejarah Amerika.

    Penarikan dilakukan hanya beberapa hari setelah serangan bom bunuh diri di dekat Bandara Kabul yang menewaskan puluhan warga Afghanistan dan 13 anggota militer AS.

  16. 31 Juli 2022 – Pemimpin Al-Qaeda Zawahiri tewas

    Serangan pesawat tanpa awak AS di Kabul menewaskan Ayman al-Zawahiri, wakil lama Osama bin Laden yang kemudian menggantikannya sebagai pemimpin al-Qaeda.

    Laporan pemantauan PBB kemudian menyebut militan Mesir Saif al-Adel sebagai pemimpin de facto al-Qaeda, meski masih terdapat pertanyaan mengenai kewenangan dan keberadaannya.

  17. 11 September 2026 – 25 Tahun 9/11

    Seperempat abad setelah serangan, warisan fisik 9/11 masih terlihat di New York, Washington, dan Pennsylvania. Namun, dampak politiknya jauh lebih luas dan terus membentuk hubungan internasional.

    Perang yang diluncurkan setelah 9/11 memang telah berakhir atau berubah bentuk. Namun, konsekuensinya masih terlihat dalam perluasan kewenangan pengawasan, perubahan sistem keamanan bandara, perdebatan mengenai penahanan dan penyiksaan, negara-negara yang terpecah, jutaan orang yang terusir dari rumah, serta arsitektur kontraterorisme global yang masih berkembang.

    9/11 Bukan hanya peristiwa yang mengubah kebijakan keamanan AS. Serangan tersebut menjadi titik balik yang membentuk konflik, aliansi, dan politik global selama 25 tahun berikutnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More