Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
CISDI Ungkap Polusi Udara Ancam Anak hingga Ibu Hamil, Apa Dampaknya?
Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
  • CISDI mendorong pemerintah memperbaiki kebijakan polusi udara dan krisis iklim, yang memperburuk kualitas udara serta memicu bencana hidrometeorologi.

  • BMKG mencatat suhu ekstrem tertinggi Indonesia mencapai 38,2 derajat Celsius pada Oktober 2026; kenaikan suhu dan anomali cuaca dikaitkan dengan risiko krisis iklim.

  • Polusi udara meningkatkan risiko ISPA, asma, dan penyakit kardiovaskular bagi lansia, ibu hamil, serta anak-anak, sekaligus memicu kekhawatiran yang dapat memengaruhi hubungan keluarga.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Polusi udara makin buruk karena cuaca sangat panas dan kering. CISDI bilang anak-anak, ibu hamil, dan orang tua bisa sakit, seperti batuk, asma, dan sakit jantung. Suhu di Indonesia pernah sampai 38,2 derajat Celcius. Sekarang, orang tua juga jadi khawatir tentang kesehatan anak-anak mereka.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Dorongan CISDI untuk memperbaiki kebijakan polusi udara dan krisis iklim menunjukkan perhatian yang semakin jelas terhadap perlindungan kesehatan masyarakat, terutama kelompok rentan. Pengakuan atas kekhawatiran keluarga juga membuka ruang bagi penanganan yang lebih peka terhadap kebutuhan anak, ibu hamil, lansia, serta dinamika dukungan di rumah.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) mendorong pemerintah memperbaiki kebijakan penanganan polusi udara dan krisis iklim.

Sebab, dampak krisis iklim tidak hanya memicu bencana hidrometeorologi, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat akibat memburuknya kualitas udara.

"Kemarau dan kekeringan ekstrem telah melanda Indonesia dan salah satu penyebabnya adalah fenomena super El-Nino," ucap Urban and Health Environmental Lead CISDI, Wisya Aulia Prayudi dalam diskusi Bertahan dan Bergerak di Tengah Kepungan Polusi di Jakarta, Jumat (30/10/2026).

1. Suhu ekstrem tertinggi di Indonesia mencapai 38,2 Celcius

Polusi Udara di Jakarta memburuk. (ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)

Dia mengatakan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut pada Oktober 2026 tercatat suhu ekstrem tertinggi di Indonesia mencapai 38,2 derajat Celcius.

“Laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) 2021 menyebutkan kenaikan suhu global dan anomali cuaca ekstrem telah memicu berbagai bencana hidrometeorologi. Selain itu, UNICEF pada 2021 mencatat Indonesia menempati posisi ke-46 sebagai salah satu negara dengan risiko tinggi akibat krisis iklim,” ujar Wisya.

2. Dampak polusi untuk kelompok rentan

Cek Kesehatan Gratis untuk kader-kader Posyandu di Kalurahan Pendowoharjo Kapanewon Sewon.(IDN Times/Daruwaskita)

Menurut Wisya, krisis iklim juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat karena menurunnya kualitas udara dan meningkatnya polusi di wilayah perkotaan. Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan anak-anak berisiko mengalami berbagai gangguan kesehatan akibat paparan polutan.

“Kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, hingga anak-anak berisiko terkena infeksi saluran pernapasan akut, asma, hingga penyakit kardiovaskular akibat terpapar partikel polutan-polutan halus,” ucapnya.

3. Pengaruh dalam hubungan keluarga

Ilustrasi Polusi Udara Jakarta. (IDN Times/Chaesya Pricilla)

Dampak polusi udara juga dirasakan dalam kehidupan keluarga. Direktur Keluarga Kita, Siti Nur Andini, mengatakan buruknya kualitas udara membuat orang tua khawatir terhadap kesehatan diri sendiri, terutama anak-anak mereka.

Orang tua yang kesulitan mengelola rasa khawatirnya cenderung memberikan respons yang kontraproduktif dan justru menghambat dukungan bagi pengembangan potensi dan kompetensi anak yang nantinya bakal mempengaruhi masa depan bangsa.

“Kualitas udara yang buruk meningkatkan kekhawatiran orang tua, baik terhadap dirinya dan terlebih anak-anaknya sehingga dapat mempengaruhi hubungan dalam keluarga," ucapnya.

Curated For You

Editorial Team

Related Article