Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Pramono Bicara di New York, Ungkap Strategi Jakarta Atasi Polusi dan Macet

3 min read
Pramono Bicara di New York, Ungkap Strategi Jakarta Atasi Polusi dan Macet
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menghadiri U20 (Jakarta.go.id)
  • Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di forum Heat Roundtable New York menegaskan aksi iklim harus menjawab kebutuhan harian warga melalui kota yang lebih bersih, sehat, terjangkau, dan nyaman.
  • Jakarta menghadapi mobilitas sekitar empat juta orang dari wilayah penyangga serta 9.000 ton sampah harian; kemacetan, polusi, dan sampah dinilai saling terkait dengan kualitas hidup.
  • Pemprov mengintegrasikan transportasi publik, memperluas MRT dan LRT, serta menambah bus listrik; pengelolaan sampah juga beralih ke pemilahan, pengolahan, dan fasilitas waste-to-energy.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, aksi menghadapi perubahan iklim harus berangkat dari persoalan yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Upaya tersebut tak hanya soal mengurangi emisi, tetapi juga menghadirkan kota yang lebih bersih, sehat, terjangkau, dan nyaman dihuni.

Hal diungkapkan Pramono saat menjadi pembicara utama dalam Heat Roundtable di New York, Amerika Serikat, Minggu (20/9/2026).

“Aksi iklim harus memberikan manfaat nyata yang dapat dilihat dan dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari melalui transportasi yang lebih bersih, ruang publik yang lebih baik, energi yang lebih bersih, serta kualitas hidup yang lebih baik,” ujarnya dalam keterangan, Jumat (25/9/2026).

  1. 1. Pramono memaparkan tantangan Jakarta

    siaranpers_pemprov_dki-20260920192931_gundue_717.jpg
    Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung foto bersalaman bersama Wali Kota New York Zohran Mamdani (Jakarta.go.id)

    Forum ini mempertemukan para pemimpin kota dunia untuk bertukar pengalaman mengenai tantangan panas perkotaan dan ketahanan iklim.

    Diskusi digelar bersama C40 Cities, Harvard University’s Salata Institute for Climate and Sustainability, dan Atlantic Council’s Climate Resilience Center. Sejumlah kepala daerah turut hadir, antara lain Wali Kota Paris dan Wali Kota Freetown.

    Dalam forum tersebut Pramono juga memaparkan tantangan Jakarta sebagai kota metropolitan dengan mobilitas tinggi.

    Setiap hari, sekitar empat juta orang bergerak keluar-masuk Jakarta dari wilayah penyangga, terutama pada jam sibuk. Di sisi lain, Jakarta menghasilkan sekitar 9.000 ton sampah per hari.

    “Persoalan kemacetan, polusi udara, dan sampah tidak berdiri sendiri. Ketiganya berkaitan langsung dengan mobilitas, kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat. Karena itu, kebijakan iklim Jakarta diarahkan agar menghasilkan perubahan yang dapat dirasakan warga,” urainya.

  2. 2. Integrasikan transportasi umum

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tinjau kesiapan LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai, Senin (24/8). (Dok. Pemprov DKI)
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung tinjau kesiapan LRT Jakarta rute Velodrome–Manggarai, Senin (24/8). (Dok. Pemprov DKI)

    Salah satu langkah utama dilakukan melalui transformasi transportasi publik. Jakarta terus mengintegrasikan MRT, LRT, Transjakarta, TransJabodetabek, dan kereta komuter. Saat ini, konektivitas transportasi publik Jakarta telah mencapai sekitar 93 persen.

    “Kami sedang mengubah cara masyarakat bergerak melintasi Jakarta. Kami ingin menyediakan alternatif yang andal dan terjangkau selain kendaraan pribadi, sekaligus mengurangi kemacetan dan emisi,” ujarnya.

  3. 3. Perkuat pengelolaan sampah

    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau pengelolaan sampah di TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026). (Dok. DLH DKI)
    Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meninjau pengelolaan sampah di TPS 3R Menteng Atas, Jakarta Selatan, Kamis (30/7/2026). (Dok. DLH DKI)

    Pengembangan jaringan transportasi juga terus dilakukan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan jaringan MRT bertambah dari sekitar 15,7 kilometer menjadi 46,5 kilometer pada 2034. Sementara itu, jaringan LRT ditargetkan berkembang hingga 75 kilometer pada 2029.

    Jakarta juga mulai memperkuat elektrifikasi transportasi publik. Hingga 2026, Transjakarta mengoperasikan sekitar 4.792 armada, termasuk 500 bus listrik. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan.

    Menurut Pramono, pembangunan transportasi publik tidak semata-mata untuk mengurangi kemacetan. Transportasi publik juga harus menjadi bagian dari solusi perubahan iklim sekaligus memperluas akses mobilitas masyarakat.

    Selain transportasi, Jakarta memperkuat pengelolaan sampah. Dengan produksi sekitar 9.000 ton sampah per hari, Pemprov DKI mengubah pendekatan dari sekadar kumpul-angkut-buang menjadi pilah-angkut-olah.

    Sejak 1 Agustus 2026, Bantargebang hanya menerima sampah residu. Sementara itu, pemilahan dan pengolahan sampah didorong dilakukan sejak dari sumber.

    Jakarta juga mengembangkan fasilitas waste-to-energy (WTE) bersama pemerintah pusat. Dua fasilitas tersebut diarahkan untuk mengolah sampah menjadi energi sekaligus mengurangi beban sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir.

    "Pemprov DKI turut memperkuat pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui Gerakan Pilah Sampah dan kegiatan daur ulang," katanya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More