Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Program CSR Pertamina Ubah Potensi Alam Jadi Sumber Ekonomi Warga
Pengembangan program masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) di area penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur, Kampung Waifoi, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada 25 April 2026. (Dok. Pertamina)
  • Pertamina melalui Kilang Kasim mendukung kemandirian warga Waifoi, Raja Ampat, lewat program CSR yang mengembangkan ekowisata berbasis masyarakat dengan pembangunan homestay ramah lingkungan.

  • Program ini meningkatkan ekonomi lokal melalui pengelolaan homestay oleh Kelompok Tani Hutan, sekaligus mendorong kesadaran menjaga mangrove dan hutan agar tetap lestari.

  • Pertamina menegaskan komitmennya menjaga kearifan lokal dan pelestarian alam sambil menyalurkan bantuan sosial bagi warga sekitar untuk memperkuat kesejahteraan dan pendidikan masyarakat.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Program tanggung jawab sosial (CSR) Pertamina melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim mendukung pengembangan ekowisata berbasis masyarakat di Kampung Waifoi, dengan membangun homestay dan fasilitas pendukung bagi warga setempat.
  • Who?
    PT Pertamina (Persero), Komisaris Nanik S. Deyang, Vice President CSR & SMEPP Management Rudi Ariffianto, serta Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village Zakaria bersama masyarakat Kampung Waifoi.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di area penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur, Kampung Waifoi, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya.
  • When?
    Program dilaksanakan pada 25 April 2026 dan merupakan kelanjutan dari inisiatif yang telah berjalan sejak tahun 2018 di wilayah tersebut.
  • Why?
    Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kemandirian ekonomi warga melalui pengelolaan potensi alam secara berkelanjutan tanpa mengabaikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan sekitar.
  • How?
    Pertamina memberikan bantuan pembangunan homestay delapan kamar, dapur, mesin tempel kapal, diesel, serta menyalurkan sembako dan tas sekolah untuk mendukung kesejahteraan masyarakat lokal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – PT Pertamina (Persero) melalui Refinery Unit VII Kilang Kasim terus memperkuat komitmen dalam mendukung kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasi.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui bantuan pengembangan program masyarakat Kelompok Tani Hutan (KTH) di area penyangga konservasi Pulau Waigeo Timur, Kampung Waifoi, Teluk Mayalibit, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, pada 25 April 2026.

Program ini berfokus pada pengembangan ekowisata berbasis masyarakat, salah satunya melalui pembangunan homestay yang dikelola langsung warga. Inisiatif tersebut dinilai mampu mengoptimalkan potensi alam Raja Ampat tanpa mengabaikan kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.

Komisaris PT Pertamina (Persero), Nanik S. Deyang, menyampaikan apresiasinya terhadap potensi alam Kampung Waifoi yang masih terjaga. Menurutnya, program CSR Pertamina di wilayah tersebut menjadi contoh pengembangan ekonomi masyarakat yang selaras dengan karakter alam setempat.

“Ini luar biasa, karena program sosialnya benar-benar disesuaikan dengan alam. Menitikberatkan pada pengelolaan homestay oleh masyarakat dan menjadi milik masyarakat,” ujar Nanik.

1. Beri nilai tambah ekonomi

Ilustrasi ekonomi yang baik (unsplash/towfiqu barbhuiya)

Nanik menambahkan, keberadaan homestay dengan delapan kamar dan tarif sekitar Rp550 ribu per malam dapat menjadi tambahan penghasilan kelompok masyarakat pengelola. Pendapatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan warga, termasuk pendidikan anak-anak setempat.

“Ini contoh CSR yang tepat sasaran. Memberikan nilai tambah ekonomi sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan budaya,” tambahnya.

2. Program berdampak signifikan

Ilustrasi CSR perusahaan (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Hutan Saupon Adventure Village, Zakaria, menjelaskan bahwa keterlibatan Pertamina di kampung tersebut berawal dari rekomendasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua Barat. 

Dukungan Pertamina diberikan melalui pembangunan homestay, dapur, serta penyediaan fasilitas pendukung seperti mesin tempel kapal dan diesel.

“Pertamina membantu kami melalui pembangunan homestay, dapur, serta fasilitas lain. Sejak mulai berkembang pada 2018, homestay ini terus berjalan hingga sekarang,” jelas Zakaria.

Menurut Zakaria, program tersebut memberikan dampak signifikan bagi masyarakat, terutama dalam peningkatan fasilitas, akses transportasi, dan sumber penghasilan warga. Selain itu, masyarakat juga semakin terdorong untuk menjaga lingkungan, termasuk mangrove dan kawasan hutan.

“Sebagian besar penghasilan masyarakat sekarang bergantung pada homestay ini. Kami juga semakin sadar untuk menjaga lingkungan seperti mangrove dan hutan agar tetap lestari,” ujarnya.

Zakaria berharap program ini tetap dikelola secara mandiri oleh masyarakat lokal agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga.

3. Komitmen Pertamina

ilustrasi gedung Pertamina (dok. Pertamina)

Vice President CSR & SMEPP Management Pertamina Rudi Ariffianto menyatakan, bantuan pemberdayaan masyarakat di sektor wisata ini sekaligus menjadi upaya untuk menjaga pelestarian alam. 

“Kami merencanakan program ini dengan tetap mempertahankan kearifan lokal, agar potensi alam dapat dinikmati wisatawan tanpa mengganggu kehidupan dan tradisi yang sudah ada,”jelas Rudi.

Selain mendukung pengembangan ekowisata, Pertamina juga menyalurkan bantuan sembako bagi masyarakat Kampung Klayas serta tas sekolah bagi anak-anak di sekitar wilayah operasi Kilang Kasim. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen Pertamina dalam mendukung pendidikan dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui program CSR ini, Pertamina berharap potensi alam Raja Ampat dapat terus dikelola secara berkelanjutan, sehingga tidak hanya menjadi daya tarik wisata, tetapi juga menjadi sumber ekonomi yang inklusif bagi masyarakat lokal. (WEB)

Editorial Team