Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Sungai Danube Surut, Hongaria dan Rumania Pangkas Produksi Listrik

Sungai Danube Surut, Hongaria dan Rumania Pangkas Produksi Listrik
Ilustrasi Bendera Hungaria (magnific.com/wirestock)
Intinya Sih
  • Debit Sungai Danube turun ke titik terendah akibat gelombang panas dan minim hujan, mengganggu pendinginan PLTN serta jalur pelayaran di Hongaria dan Rumania.
  • PLTN Paks di Hongaria memangkas produksi dan berisiko berhenti total; pemerintah meningkatkan impor listrik serta penggunaan pembangkit berbahan bakar gas.
  • Rumania menghentikan satu reaktor PLTN Cernavoda berkapasitas 706 MW, mengimbau penghematan listrik, dan mengeruk sungai setelah muka air turun hingga satu meter di bawah batas navigasi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Penurunan debit air Sungai Danube ke tingkat terendah akibat gelombang panas dan minimnya curah hujan mengganggu operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Hongaria dan Rumania. Kedua negara terpaksa memangkas produksi listrik guna menjaga keamanan sistem pendingin reaktor.

Selain mengganggu produksi energi, surutnya sungai ini menghambat jalur pelayaran. Pemerintah di kedua negara mulai menyiapkan langkah darurat untuk mengantisipasi potensi krisis pasokan energi jika kekeringan berlanjut.

1. Dampak surutnya air terhadap PLTN Paks di Hongaria

PLTN Paks di Hungaria mengurangi kapasitas produksi listrik akibat berkurangnya pasokan air dari Sungai Danube yang berfungsi sebagai pendingin reaktor. Pembangkit dengan empat reaktor ini menyuplai hampir separuh kebutuhan listrik nasional Hungaria.

Perdana Menteri Hongaria, Peter Magyar, menyatakan bahwa seluruh unit reaktor berisiko dihentikan total jika kondisi air sungai tidak kunjung membaik.

"Melihat kondisi saat ini, penutupan total PLTN Paks berpotensi terjadi paling cepat hari ini atau besok," kata Peter Magyar, dilansir DW.

Untuk menjaga stabilitas pasokan energi, Pemerintah Hungaria meningkatkan impor listrik dari negara tetangga dan mengoptimalkan penggunaan pembangkit listrik berbahan bakar gas.

2. Langkah penghematan energi dan penghentian reaktor di Rumania

Di Rumania, operator PLTN Cernavoda, Nuclearelectrica, telah menghentikan operasional satu dari dua reaktor berkapasitas 706 megawatt karena keterbatasan air pendingin. Sementara itu, reaktor kedua masih beroperasi di bawah pengawasan ketat.

Pemerintah Rumania mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan listrik, khususnya pada malam hari, demi menjaga keandalan jaringan energi nasional.

"Saya meminta warga Rumania untuk secara sukarela menghemat konsumsi listrik pada malam hari," ujar Perdana Menteri Rumania, Ilie Bolojan.

Penurunan tinggi muka air hingga satu meter di bawah batas minimum navigasi juga memaksa otoritas setempat melakukan pengerukan dasar sungai agar jalur pelayaran tetap bisa dilalui.

3. Ancaman gelombang panas terhadap ketahanan energi Eropa

Dampak gelombang panas terhadap fasilitas nuklir tidak hanya dialami negara-negara di sepanjang Sungai Danube. Sejumlah PLTN di Prancis juga terpaksa menurunkan kapasitas produksi akibat keterbatasan pasokan air pendingin.

Di Budapest, surutnya Sungai Danube sampai memperlihatkan dasar sungai dan struktur pilar jembatan yang sebelumnya tertutup air.

"Batu-batu dan pasir kering di sekitar pilar jembatan kini terlihat jelas. Perubahannya sangat mencolok dibandingkan kondisi sebelumnya," kata seorang fotografer setempat, Gabor Kertesz.

Fenomena ini mempertegas tantangan besar yang dihadapi sektor energi dan transportasi di Eropa akibat meningkatnya frekuensi gelombang panas serta kekeringan pemicu perubahan iklim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More