Jakarta, IDN Times — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, Kalimantan Barat (Kalbar) menjadi wilayah dengan titik panas atau hotspot terbanyak dalam perkembangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Tercatat sebanyak 1.836 titik hotspot ditemukan di wilayah tersebut.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan jumlah titik panas di Kalbar juga disertai indikasi lahan terbakar seluas lebih dari 38.310 hektare.
“Di Kalimantan Barat, kita menemukan banyak titik hotspot dan ini ada sebesar 1.836 titik. Dengan lahan yang terbakar diindikasikan seluas 38.310 hektar lebih, dan jarak pandang hanya sekitar 2,5 kilometer,” ujar Berton.
Selain Kalbar, BNPB mencatat aktivitas karhutla di Kalimantan Tengah (Kalteng). Sebanyak 1.396 titik hotspot terdeteksi di provinsi tersebut.
Luas lahan yang terbakar di Kalteng diindikasikan mencapai sekitar 7.634 hektare. Meski terdapat ribuan titik panas, jarak pandang di wilayah tersebut masih tergolong normal, yakni lebih dari 10 kilometer.
“Di Kalimantan Tengah, sebanyak 1.396 titik hotspot dan ini terindikasi juga luas lahan yang terbakar sekitar 7.634 hektar, dan jarak pandang normal lebih dari 10 kilometer,” katanya.
Sementara itu, Kalimantan Selatan (Kalsel) tercatat memiliki 473 titik hotspot. BNPB mengindikasikan luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 8.019 hektare. Adapun kondisi jarak pandang di Kalsel masih normal, yakni di atas 10 kilometer.
“Di Kalimantan Selatan, titik hotspot sebanyak 473 titik dengan indikasi lahan terbakar sebesar 8.019 hektar lebih. Jarak pandang normal di atas 10 kilometer,” ujar Berton.
Berdasarkan data tersebut, Kalbar menjadi wilayah dengan jumlah hotspot dan indikasi luas lahan terbakar terbesar dibandingkan Kalteng dan Kalsel. Kondisi jarak pandang di Kalbar juga paling rendah, yakni hanya sekitar 2,5 kilometer.
BNPB terus memantau perkembangan karhutla di sejumlah wilayah Kalimantan, termasuk jumlah titik panas, luasan lahan yang terbakar, serta kondisi jarak pandang di wilayah terdampak.