Data Terbaru Karhutla Sumatra, Titik Api Terbanyak Ada di Sumsel

- BNPB mencatat Sumsel memiliki 1.517 hotspot, tertinggi dibandingkan Riau dan Jambi.
- Riau memiliki indikasi lahan terbakar lebih dari 15.738 hektare, lebih luas daripada Sumsel dan Jambi.
- Hujan mulai turun di sejumlah wilayah Riau, sementara BNPB terus memantau karhutla, cuaca, dan jarak pandang di Sumatra.
Jakarta, IDN Times — Data terbaru Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat Sumatra Selatan (Sumsel) menjadi provinsi dengan jumlah titik panas atau hotspot terbanyak di antara sejumlah wilayah Sumatra yang mengalami kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan terdapat 1.517 hotspot yang terdeteksi di Sumsel. BNPB juga mengindikasikan lahan yang terbakar mencapai lebih dari 1.926 hektare.
“Kami bisa sampaikan di sini di Sumatra Selatan, kami menemukan hotspot sebanyak 1.517. Dan indikasi untuk lahan terbakar sebesar 1.926 hektar lebih. Dan jarak pandang itu sekitar 7 kilometer,” ujar Berton dalam jumpa pers daring, Selasa (25/8/2026).
Sementara itu, kondisi karhutla di Riau juga menjadi perhatian. BNPB mencatat sebanyak 447 hotspot terdeteksi di wilayah tersebut.
Luas lahan yang terbakar di Riau diperkirakan mencapai lebih dari 15.738 hektare. Adapun jarak pandang di wilayah tersebut berada di kisaran 3,5 kilometer.
Meski demikian, Berton menyebut terdapat perkembangan positif di sejumlah wilayah Riau karena hujan mulai turun. Kondisi tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi jumlah titik panas sekaligus meningkatkan kelembapan lahan.
“Untuk Riau, kami akan menyampaikan ada berita baiknya di beberapa kabupaten titik di Riau, terjadi saat ini sedang hujan. Semoga di tempat lain di Riau ataupun di provinsi yang lain juga terjadi hujan,” katanya.
Menurut Berton, hujan yang turun dapat membantu menekan hotspot dan meningkatkan tingkat kebasahan lahan sehingga potensi kebakaran dapat berkurang.
Sementara itu, di Jambi BNPB menemukan 253 hotspot. Luas lahan yang terbakar diindikasikan mencapai lebih dari 379 hektare.
“Di Jambi, hotspot yang ditemukan adalah 253. Kemudian lahan yang terbakar diindikasikan sebanyak 379 hektar lebih. Kemudian jarak pandang sebesar 1 kilometer,” ujar Berton.
Berdasarkan data tersebut, Sumsel menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak dibandingkan Riau dan Jambi. Namun, luas lahan terbakar yang terindikasi di Riau tercatat jauh lebih besar dibandingkan dua provinsi lainnya.
BNPB terus memantau perkembangan karhutla di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk kondisi cuaca dan jarak pandang, untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran serta dampaknya terhadap masyarakat.



















