Di Balik Seragam Loreng, 1.500 Kadet Terjun Disiplinkan Siswa Rakyat

Sebanyak 1.500 kadet dan mahasiswa Unhan ditugaskan mendampingi siswa Sekolah Rakyat di 182 titik Indonesia, dari jenjang SD hingga SMA.
Selama dua minggu, kadet mendampingi rutinitas asrama siswa, mencakup bangun tidur, ibadah, olahraga, makan, belajar, ekstrakurikuler, hingga istirahat.
Pendampingan berfokus pada pembentukan karakter, disiplin, etika, kepercayaan diri, wawasan nusantara, bela negara, serta motivasi siswa untuk mengembangkan keterampilan.
Jakarta, IDN Times – Barisan ribuan kadet berseragam loreng memenuhi hanggar Skadron Udara 18 Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (9/10/2026). Pagi itu, 1.500 mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) mendapatkan tugas untuk mendampingi Siswa Sekolah Rakyat di 182 titik di Indonesia dari jenjang SD sampai SMA.
Sebelum ditugaskan diratusan titik, para kadet sempat melihat aksi baris berbaris puluhan siswa Sekolah Rakyat. Tidak hanya itu, perwakilan kadet juga memamerkan sejumlah kegiatan yang diajarkan pada siswa mulai menata almari, kasur dan kegiatan di dalam asrama.
"Saat ini kita berangkatkan sekitar 1.500 total, baik itu pengasuh dan kadet mahasiswa untuk membantu adik-adik kita tadi disampaikan bagaimana hidup berasrama, kemudian membentuk karakter, cinta kepada tanah air kita. Kita memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk itu, dan ini bisa dikerjasamakan," ucap Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto.
1. Kadet akan dampingi selama dua Minggu

Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI) Anton Nugroho menegaskan selama dua minggu, kadet Unhan akan memberikan pendampingan dalam kehidupan berasrama di Sekolah Rakyat. Mulai dari bangun tidur, kegiatan agama, olahraga, makan pagi, belajar di kelas, kegiatan ekstrakurikuler, sampai istirahat.
"Kita dampingi terus tiap hari selama dua minggu. Meskipun waktu itu tidak terlalu lama, dua minggu, tapi harapan kami ada perubahan yang bisa terjadi di Sekolah Rakyat itu," katanya.
2. Pembentukan karakter siswa Sekolahan Rakyat

Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Dia mengatakan para kadet akan memberikan arahan terkait masalah karakter, kedisiplinan, etika, ilmu pengetahuan, dan kepercayaan diri pada siswa Sekolah Rakyat ini.
"Karena mereka-mereka itu kan dari orang-orang istimewa yang dari keluarga yang tidak mampu. Kita harus bisa memotivasi mereka, meng-encourage mereka supaya mereka percaya diri dan mereka merasa tidak dibedakan dengan orang umum, dengan orang lain. Jadi perubahan dari negatif menjadi positif, itu kita proseskan pelan-pelan pendampingan beserta dengan kepala sekolahnya," katanya.
3. Mahasiswa Unhan akan beri pendampingan

Mensos Saifullah melepas kadet Unhan di Halim, Jumat (9/10/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum) Menteri Sosial, Syaifullah Yusuf mengatakan pihaknya ingin siswa Sekolah Rakyat memahami betapa pentingnya kedisiplinan itu.
"Yang akan dilakukan di sini teman-teman kadet atau mahasiswa Unhan ini adalah memberikan pendampingan, bimbingan untuk penguatan karakter dan kepribadian, menambah wawasan nusantara dan bela negara, sekaligus memotivasi supaya siswa Sekolah Rakyat juga memiliki atau bersedia, punya kemauan kuat untuk memiliki keterampilan," imbuhnya.






















