Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kemensos Jangkau 1.000 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat

2 min read
Kemensos Jangkau 1.000 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat
Sekolah Rakyat di Kabupaten Bekasi. (IDN Times/Imam Faishal)
  • Kemensos menjangkau lebih dari 1.000 anak usia sekolah yang beraktivitas di jalanan Jakarta dan sekitarnya melalui data serta temuan langsung di lapangan.
  • Sekitar 800 anak telah belajar di lima sekolah rintisan, sementara 200 lainnya menjalani rehabilitasi atau penyetaraan setelah asesmen dan dialog dengan orangtua.
  • Sekolah Rakyat menyasar anak dari keluarga paling tidak mampu, termasuk yang putus sekolah, belum pernah sekolah, atau berisiko putus sekolah; siswanya kini lebih dari 44 ribu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bekasi, IDN Times - Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf, mengeklaim telah menjangkau lebih dari 1.000 anak yang ditemukan beraktivitas di jalanan di Jakarta dan sekitarnya untuk diarahkan mengikuti pembelajaran melalui program Sekolah Rakyat.

Saifullah atau biasa disapa Gus Ipul mengatakan, penjangkauan anak-anak tersebut dilakukan berdasarkan data maupun temuan langsung di lapangan. Salah satunya ketika petugas menemukan anak usia sekolah yang masih berada di jalanan saat jam sekolah.

"Penjangkauan kita berbasis data, di samping itu kita juga berbasis pada temuan di lapangan," kata Gus Ipul usai menandatangani Nota Kesepahaman dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Sekolah Rakyat Kabupaten Bekasi, Kamis (8/10/2026).

  1. 1. Ada 1.000 anak jalanan ditemukan di Jakarta dan sekitarnya

    Kemensos Jangkau 1.000 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat
    Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. (IDN Times/Imam Faishal)

    Gus Ipul mengatakan, selama beberapa bulan terakhir pihaknya telah menemukan lebih dari 1.000 anak usia sekolah yang beraktivitas di jalanan di Jakarta dan sekitarnya.

    Penjangkauan dilakukan dengan memadukan data dan temuan langsung di lapangan. Anak-anak yang ditemukan kemudian menjalani asesmen untuk menentukan langkah selanjutnya.

    "Selama beberapa bulan terakhir ini, kita sudah menemukan lebih dari 1.000 anak di Jakarta dan sekitarnya. Kemudian kita lakukan asesmen," ujar dia.

  2. 2. Sebanyak 800 anak sudah ikuti pembelajaran

    Kemensos Jangkau 1.000 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat
    Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf. (IDN Times/Imam Faishal)

    Dari jumlah tersebut, lanjut Gus Ipul, sekitar 800 anak kini telah mengikuti proses pembelajaran di lima titik sekolah rintisan untuk Jakarta dan sekitarnya.

    Sementara sekitar 200 anak lainnya masih menjalani proses rehabilitasi atau penyetaraan di sentra-sentra milik Kemensos.

    Dia mengatakan, anak-anak yang ditemukan di jalanan terlebih dahulu menjalani asesmen. Kemensos juga melakukan dialog dengan orangtua sebelum anak mengikuti proses pembelajaran.

    "Jadi ini khusus anak-anak yang kita temukan di jalanan, kita asesmen, kita dialog dengan orangtuanya dan sekarang sudah mulai proses pembelajarannya," kata dia.

  3. 3. Sekolah rakyat sasar anak putus sekolah

    Kemensos Jangkau 1.000 Anak Jalanan Masuk Sekolah Rakyat
    Penandatanganan Nota Kesepahaman Kementerian Sosial dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). (IDN Times/Imam Faishal)

    Gus Ipul menambahkan, Sekolah Rakyat diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga paling tidak mampu. Program tersebut juga menyasar anak-anak yang putus sekolah, belum pernah sekolah, tidak sekolah, maupun berpotensi putus sekolah.

    Saat ini, Sekolah Rakyat telah berjalan lebih dari satu tahun. Jumlah siswanya disebut telah mencapai lebih dari 44 ribu orang dengan jumlah guru lebih dari 10 ribu orang beserta tenaga kependidikan lainnya.

    "Intinya, kami sangat membutuhkan dukungan dari BRIN dalam kerangka untuk terus berusaha menyempurnakan dan memperbaiki tata kelola penyelenggaraan Sekolah Rakyat ini," kata Gus Ipul.

Share Article
Editorial Team

Dari Kebun Nilam ke Pasar Dunia

Related Articles

See More