Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Diundang ke Kemhan, Eks KSAL Usul RI Produksi Peluru Kendali Sendiri
Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) periode 2014-2018 ketika berbincang di program 'Ngobrol Seru'. (Tangkapan layar YouTube IDN Times)
  • Laksamana (Purn) Ade Supandi mengusulkan agar Indonesia mandiri dalam industri pertahanan dan mampu memproduksi peluru kendali sendiri untuk mengurangi ketergantungan impor.
  • Menhan Sjafrie Sjamsoeddin menjelaskan kerja sama pertahanan RI-AS melalui Major Defense Cooperation Partnership serta membahas proposal akses udara yang masih berstatus letter of intent.
  • Dalam silaturahmi di Kemhan, Sjafrie memaparkan rencana pembangunan 150 batalyon teritorial per tahun dan dihadiri sejumlah purnawirawan tinggi TNI termasuk lima mantan Panglima.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
13 April 2026

Menhan Sjafrie Sjamsoeddin bertemu dengan Menteri Urusan Perang AS, Pete Hegseth, di Pentagon dan menandatangani kerja sama pertahanan Major Defense Cooperation Partnership (MDCP).

24 April 2026

Kementerian Pertahanan menggelar silaturahmi perdana para purnawirawan pejabat tinggi TNI di Jakarta Pusat. Dalam acara itu, Menhan Sjafrie menjelaskan hasil pertemuannya dengan pihak AS serta rencana pembangunan 150 batalyon teritorial pembangunan setiap tahun.

24 April 2026

Eks KSAL Laksamana (Purn) Ade Supandi hadir dalam acara tersebut dan mengusulkan agar Indonesia mampu memproduksi peluru kendali sendiri untuk memperkuat kemandirian industri pertahanan.

kini

Proposal kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Amerika Serikat masih berstatus letter of intent dan tengah dibahas lebih lanjut oleh Kemhan serta instansi terkait.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi mengusulkan agar Indonesia mampu memproduksi peluru kendali sendiri dan memperkuat industri pertahanan nasional dalam pertemuan silaturahmi purnawirawan TNI di Kementerian Pertahanan.
  • Who?
    Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta sejumlah purnawirawan tinggi TNI dari tiga matra hadir dalam kegiatan tersebut.
  • Where?
    Kegiatan berlangsung di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, tepatnya di Aula Bhineka Tunggal Ika yang digunakan untuk acara silaturahmi para purnawirawan pejabat tinggi TNI.
  • When?
    Pertemuan digelar pada Jumat, 24 April 2026, dimulai sejak pagi sekitar pukul 08.30 WIB dengan kehadiran puluhan purnawirawan jenderal dari Angkatan Darat, Laut, dan Udara.
  • Why?
    Ade Supandi menyampaikan usulan tersebut untuk mendorong kemandirian pertahanan nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap impor peluru kendali dari negara lain seperti Prancis, China, Rusia, dan Amerika Serikat.
  • How?
    Usulan disampaikan secara langsung
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Banyak jenderal TNI yang sudah pensiun datang ke kantor Menteri Pertahanan di Jakarta. Pak Ade, yang dulu jadi bos Angkatan Laut, bilang Indonesia harus bisa buat peluru kendali sendiri. Pak Sjafrie, Menteri Pertahanan, cerita soal kerja sama dengan Amerika dan rencana bikin banyak batalyon baru tiap tahun. Semua orang kelihatan senang dan saling sapa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pertemuan silaturahmi antara Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan para purnawirawan TNI mencerminkan semangat kolaboratif dalam memperkuat pertahanan nasional. Usulan Laksamana (Purn) Ade Supandi agar Indonesia mengembangkan industri peluru kendali sendiri menunjukkan dorongan menuju kemandirian teknologi, sementara penjelasan Menhan tentang kerja sama internasional dan pembangunan batalyon baru menandakan keterbukaan terhadap masukan serta kesinambungan strategi pertahanan negara.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) periode 2014 hingga 2018, Laksamana (Purn) TNI Ade Supandi, mengusulkan kepada Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin agar industri pertahanan di dalam negeri terus dikembangkan. Bahkan, Indonesia ke depan harus mampu memproduksi peluru kendali sendiri.

Hal itu disampaikan Ade saat hadir dalam silaturahmi para purnawirawan pejabat tinggi TNI di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat pada Jumat (24/4/2026).

"Saya tadi memberikan saran agar mengembangkan industri pertahanan. Pertahanan negara harus didukung dengan industri pertahanan mandiri dan kelak harus mampu memproduksi peluru kendali sendiri," ujar Ade kepada IDN Times, Jumat.

Berdasarkan data, selama ini TNI Angkatan Laut (AL) menggunakan peluru kendali dari sejumlah negara termasuk Prancis, China, Rusia hingga Amerika Serikat (AS). Mayoritas peluru kendali itu masih impor. Hal tersebut menyebabkan adanya ketergantungan suku cadang dan amunisi dari negara pemasok.

1. Menhan Sjafrie turut menyampaikan latar belakang kerja sama militer RI dan AS

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika memimpin silaturahmi dengan para purnawirawan TNI di kantor Kemhan. (IDN Times/Santi Dewi)

Sementara, di forum silaturahmi perdana itu, Menhan Sjafrie turut menjelaskan alasan di balik meningkatkan kerja sama militer dengan AS. Itu sebabnya pada Senin (13/4/2026), mantan Pangdam Jaya itu memaparkan pertemuannya dengan Menteri Urusan Perang AS, Pete Hegseth di Pentagon.

Mereka menandatangani kerja sama pertahanan yang disebut Major Defense Cooperation Partnership (MDCP). Sjafrie juga menjelaskan proposal dari Negeri Paman Sam menyangkut akses udara penuh di wilayah Indonesia.

"Hal tersebut di-update oleh Bapak Menhan Sjafrie, khususnya terkait dengan kegiatan yang beliau lakukan terakhir dengan Secretary of War, Pete Hegseth beberapa waktu lalu," ujar Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait di kantor Kemhan, Jakarta Pusat pada Jumat.

Dia mengatakan, para purnawirawan turut memberikan masukan tentang proposal AS menyangkut overflight blanket clearance. Mereka memiliki analisis dan pertimbangan baik yang akan dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, termasuk DPR. Hingga saat ini, kata Rico, proposal tersebut masih bersifat letter of intent (LOI).

2. Sjafrie jelaskan rencana pemerintah ingin bangun 150 batalyon per tahun

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika ikut menjadi pembicara di acara retret Ketua DPRD seluruh Indonesia di Akademi Militer, Magelang. (Dokumentasi Lemhanas RI)

Rico mengatakan, topik lain yang juga disinggung oleh Sjafrie dalam reuni bersama para purnawirawan pejabat tinggi TNI itu tentang rencana pembangunan 150 batalyon teritorial pembangunan (BTP) setiap tahunnya. Apalagi, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, jumlah BTP setara dengan kabupaten di seluruh wilayah Indonesia, yakni 514.

"Itu termasuk bagian yang dijelaskan oleh Bapak Menhan dan Bapak Panglima TNI tentang pembangunan kekuatan TNI ke depannya. Rencananya setiap tahun akan dibangun 150 batalyon teritorial pembangunan (BTP)," kata dia.

Ketika ditanyakan apakah ada penolakan dari purnawirawan pejabat tinggi usai dijelaskan Sjafrie, Rico menyebut sebagian besar informasi yang disampaikan ditanggapi positif.

"Sebagian besar mendapatkan respons yang positif setelah mendapatkan penjelasan dari Bapak Menhan atau Bapak Panglima TNI kaitannya dengan pengembangan kekuatan ke depan. Akhirnya para purnawirawan ikut mengetahui perkembangannya setelah beliau tak lagi berada di jajaran TNI atau Kementerian Pertahanan," ujar dia.

3. Lima mantan Panglima TNI ikut hadiri silaturahmi di Kemhan

Mantan Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo ketika tiba di Kementerian Pertahanan. (IDN Times/Santi Dewi)

Untuk kali pertama, Menhan Sjafrie Sjamsoeddin mengundang puluhan purnawirawan pejabat tinggi TNI dalam acara silaturahmi di kantor Kemhan, Jakarta Pusat pada Jumat. Pantauan IDN Times, purnawirawan tinggi TNI itu sudah mulai tiba di kantor Kemhan pukul 08.30 WIB. Purnawirawan jenderal yang terlihat hadir antara lain Jenderal TNI (Purn) Wiranto, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo, Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono, hingga Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto.

Selain itu, ada pula Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago, dan mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn), Dudung Abdurachman.

Sjafrie mengucapkan terima kasih kepada para purnawirawan TNI karena sudah meluangkan waktunnya untuk hadir dan bersilaturahmi. Salah satu tujuan mantan Pangdam Jaya itu mengumpulkan eks Panglima TNI lantaran ingin menginformasikan mengenai kebijakan strategi pertahanan yang telah berjalan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

"Ini menunjukkan bahwa kami selama hampir dua tahun ini bekerja bersama-sama, istilahnya kerja sama dan sama-sama bekerja, dalam rangka pembangunan kekuatan pertahanan negara, khususnya pembangunan kekuatan TNI," ujar Sjafrie di ruang Aula Bhineka Tunggal Ika, Kemhan, Jakarta Pusat.

Sjafrie sendiri duduk di aula diapit Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, dan mantan Panglima, Marsekal (Purn) Djoko Suyanto. Dia mengakui selama ini Kemhan memang tidak banyak memberikan berbagai macam informasi kepada publik. Hal itu disebabkan pembangunan pertahanan negara memang sedikit memerlukan atensi yang berkaitan dengan publikasi.

Berikut daftar tamu undangan purnawirawan TNI yang hadir:

A. TNI Angkatan Darat (AD)

1. Jenderal TNI (Purn) Wiranto

2. ⁠Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo

3. ⁠Jenderal TNI (Purn) Andika Muhammad Perkasa, S.E., M.A., M.Sc., M. Phil., Ph.D.

4. ⁠Jenderal TNI (Purn) Agustadi Sasongko

5. ⁠Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman

6. ⁠Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar

7. ⁠Letjen TNI (Purn) Kiki Syahnakri

8. ⁠Letjen TNI (Purn) Valentinus Suhartono Suratman

9. ⁠Letjen TNI (Purn) Djamari Chaniago

10. ⁠Letjen TNI (Purn) Fadillah

11. Letjen TNI (Purn) Bambang Darmono

B. TNI Angkatan Laut (AL)

1. Laksamana TNI (Purn) Agus Suhartono

2. ⁠Laksamana TNI (Purn) Yudo Margono 

3. ⁠Laksamana TNI (Purn) Siwi Sukma Adji

4. ⁠Laksamana TNI (Purn) Marsetio

5. ⁠Laksamana TNI (Purn) Ade Supandi

6. ⁠Letjen TNI (Purn) Mar. Muhammad Alfan Baharudin

C. TNI Angkatan Udara (AU)

1. Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto

2. ⁠Marsekal TNI (Purn) Imam Sufaat

3. ⁠Marsekal TNI (Purn) Ida Bagus Putu Dunia

4. ⁠Marsekal TNI (Purn) Agus Supriatna

5. ⁠Marsdya TNI (Purn) Imran Baidirus

6. ⁠Marsdya TNI (Purn) Hadiyan Sumintaatmadja

Editorial Team