Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu mengangkut 137 ton sampah dari pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu mengangkut 137 ton sampah dari pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. (Dok. DLH DKI)

Intinya sih...

  • DLH DKI mengerahkan 100 personel dan berbagai alat bantu untuk mengangkut 137 ton sampah dari pesisir Tanggul Laut Muara Baru.

  • DLH DKI pasang sekatan menggunakan material HDPE dan bambu untuk menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu telah mengangkut sebanyak 137 ton sampah dari kawasan pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan, proses pengangkutan dilakukan secara bertahap dengan peningkatan intensitas setiap harinya.

"Pada hari pertama, petugas berhasil mengangkut 35 ton sampah. Jumlah tersebut bertambah 25 ton pada hari kedua, dan meningkat signifikan pada hari ketiga yakni pada Minggu (18/1/2026) dengan total 77 ton sampah terangkut," ujar Asep dalam keterangan tertulis, Rabu (21/1/2026).

1. DLH DKI terjunkan 100 personel

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu mengangkut 137 ton sampah dari pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. (Dok. DLH DKI)

Asep mengerahkan 100 petugas kebersihan, 12 unit ponton, tujuh unit truk sampah tipe kecil, enam unit truk tipe besar, dua unit ekskavator, serta dua unit perahu karet.

"Penanganan juga didukung berbagai alat bantu seperti APD, serokan sampah, cangkrang, dan kontainer sampah untuk mempercepat proses pengangkutan," kata dia.

2. DLH pasang sekatan

DLH DKI bersihkan sampah usai banjir. (Dok. DLH DKI)

DLH juga menerapkan metode khusus berupa pemasangan sekatan dari material High-Density Polyethylene (HDPE) dan bambu. Sekatan ini, kata dia, berfungsi untuk menahan pergerakan sampah agar tidak menyebar ke perairan yang lebih luas, sekaligus mempermudah proses pengumpulan dan pemuatan ke armada angkut.

“Ke depan, kami akan memperkuat sekatan secara lebih permanen di seluruh zona serta menyiapkan armada cadangan, terutama saat terjadi hujan. Target kami, sterilisasi kawasan Muara Baru dapat diselesaikan dalam lima hari, dengan total sampah terangkut diperkirakan melebihi 200 ton sejak hari pertama penanganan,” kata dia.

3. Jangan buang sampah sembarangan

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Badan Air (UPSBA) bersama Suku Dinas Lingkungan Hidup Kepulauan Seribu mengangkut 137 ton sampah dari pesisir Tanggul Laut Muara Baru, Jakarta Utara. (Dok. DLH DKI)

Asep juga mengimbau seluruh pihak bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya dengan tidak membuang sampah ke badan air dan kawasan pesisir.

Menurut dia, sampah yang masuk ke laut dan saluran air tidak hanya mencemari lingkungan, tetapi juga memperberat upaya penanganan serta berpotensi menimbulkan dampak lanjutan.

“Menjaga kebersihan perairan adalah tanggung jawab bersama. Partisipasi masyarakat sangat menentukan keberlanjutan lingkungan pesisir Jakarta,” ucap Asep.

Editorial Team