Jakarta, IDN Times - Drone Emprit sempat merekam adanya sentimen positif dari warganet dalam pengungkapan dugaan kasus korupsi yang menyeret nama eks Jaksa Agung Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah. Momen itu terjadi pada Kamis, 9 Juli 2026, saat ditemukan emas batangan dan uang senilai ratusan miliar rupiah dari beberapa tempat.
Dikutip dari platform X resmi Drone Emprit, Rabu (15/7/2026), dari 85.951 sampel mentions, terdapat 14 persen sentimen positif. Sementara, sebanyak 70 persen di antaranya warganet menunjukkan sentimen negatif.
Sedangkan, dari 12.898 mentions di pemberitaan media daring, sebanyak 16 persen di antaranya menunjukkan sentimen positif. Sebanyak 70 persen di antaranya menunjukkan sentimen negatif.
"Puncak sentimen positif pada 9 Juli 2026 (3.542 mentions) dipicu besarnya harapan publik agar perseteruan dan aksi saling bongkar perkara korupsi di tingkat elite, antara kepolisian dan Kejaksaan Agung dapat membawa manfaat nyata bagi jalannya pemberantasan korupsi di Indonesia," ungkap pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, dikutip hari ini.
IDN Times telah meminta izin kepada Fahmi untuk mengutip pemetaan reaksi publik di media sosial terkait kasus Febrie. Namun, harapan itu menjadi antiklimaks lantaran pengusutan dugaan kasus korupsi Febrie diserahkan ke Kejaksaan Agung. Publik meragukan kejaksaan bisa mengusut perkaranya secara objektif.
"Sementara, puncak sentimen negatif pada 10 Juli 2026 (17.480 mentions) yang dipicu oleh kecaman keras publik terhadap aparat kejaksaan dan TNI yang dinilai berupaya melindungi serta merintangi proses penyidikan hukum oleh kepolisian terkait dugaan korupsi Jampidsus Febrie Adriansyah," katanya.
