Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Dudung Abdurachman menjelaskan alasan hingga kini tawaran bantuan dari negara lain termasuk Malaysia belum juga direspons. Mantan Kepala Staf Presiden (KSP) itu menilai tawaran bantuan dikhawatirkan menjadi percuma lantaran asap karhutla masih tebal. Jarak pandang di sejumlah wilayah, kata dia, hingga kini masih tergolong rendah.
Dudung menyebut Negeri Jiran menawarkan bantuan berupa pesawat bomber, tiga helikopter dan 52 personel. "Nah, ini nanti sama saja kalau misalnya (bantuan) dari Malaysia datang. Pecuma juga, karena visibility-nya gak memungkinkan," ungkap Dudung di Kuningan, Jakarta Selatan pada Jumat, 23 Oktober 2026.
Mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) itu mengungkapkan 47 pesawat telah dikerahkan ke Kalimantan. Sementara, 20 pesawat lainnya dikerahkan ke Sumatra Selatan untuk mempercepat penanganan karhutla di provinsi tersebut. Hal ini sesuai dengan prioritas pemerintah bahwa Kalimantan Tengah dan Sumsel menjadi fokus utama untuk dipadamkan karena area yang terbakar tergolong tinggi.
"(67 pesawat di Kalimantan dan Sumatra) ini saja tidak bisa terbang karena memang visibility-nya di bawah 1.000," tutur dia.
