Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Eks Wamen Noel Ebenezer Mengaku Tak Tahu soal Wajib Lapor Gratifikasi
Eks Wamenaker Immanuel Ebenezer (IDN Times/Aryodamar)
  • Immanuel Ebenezer alias Noel mengaku tidak mengetahui kewajiban pejabat melaporkan gratifikasi kepada KPK saat menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan selama sekitar 10 bulan.
  • Noel didakwa melakukan pemerasan sertifikasi K3 senilai Rp6,5 miliar serta menerima keuntungan Rp70 juta, gratifikasi Rp3,3 miliar, dan satu unit motor Ducati Scrambler.
  • Ia diadili bersama sepuluh pihak lain yang berasal dari berbagai posisi di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta dua pihak dari PT KEM Indonesia.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
2020

Subhan mulai menjabat sebagai Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3, dan Anitasari Kusumawati menjabat sebagai Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja.

2021

Hery Sutanto mulai menjabat sebagai Direktur Bina Kelembagaan.

2022-2025

Irvian Bobby Mahendro menjabat sebagai Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3.

2022-sekarang

Gerry Aditya Herwanto Putra menjabat sebagai Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja.

Februari 2025

Masa jabatan Hery Sutanto sebagai Direktur Bina Kelembagaan berakhir.

Maret 2025 sampai sekarang

Fahrurozi mulai menjabat sebagai Dirjen Binwasnaker dan K3.

7 Mei 2026

Immanuel Ebenezer atau Noel diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, mengaku tidak mengetahui kewajiban melapor gratifikasi ke KPK.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer mengaku tidak mengetahui kewajiban pejabat melaporkan gratifikasi kepada KPK saat menjalani sidang dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat.
  • Who?
    Immanuel Ebenezer, mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, bersama sepuluh terdakwa lain termasuk pejabat dan pihak swasta seperti Irvian Bobby Mahendro, Gerry Aditya Herwanto Putra, dan perwakilan PT KEM Indonesia.
  • Where?
    Sidang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.
  • When?
    Pemeriksaan terhadap Noel berlangsung pada Kamis, 7 Mei 2026.
  • Why?
    Noel didakwa terlibat dalam dugaan pemerasan senilai Rp6,5 miliar serta menerima gratifikasi berupa uang Rp3,3 miliar dan satu unit motor Ducati Scrambler.
  • How?
    Noel diperiksa sebagai terdakwa dalam persidangan setelah penyidik menuduhnya melakukan pemerasan bersama sejumlah pejabat terkait sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Noel dulu kerja jadi wakil menteri. Sekarang dia disidang karena dibilang minta uang dari orang lain. Katanya uangnya banyak banget, miliaran rupiah, dan dia juga dapat motor besar. Noel bilang dia gak tahu harus lapor soal hadiah itu ke KPK. Dia kelihatan nyesel dan bilang menyesal sekali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Meskipun menghadapi dakwaan serius, sikap Immanuel Ebenezer yang secara terbuka mengakui ketidaktahuannya tentang kewajiban pelaporan gratifikasi serta penyesalannya menunjukkan adanya kesadaran dan refleksi pribadi. Pernyataan itu memperlihatkan sisi manusiawi dari proses hukum, di mana pengakuan dan penyesalan dapat menjadi langkah awal menuju kejujuran dan tanggung jawab yang lebih besar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Immanuel Ebenezer atau Noel Ebenezer sempat menjabat sebagai Wakil Menteri Ketenagakerjaan selama sekitar 10 bulan. Namun, dia tak mengetahui soal kewajiban pejabat melaporkan penerimaan gratifikasi kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Gak ngerti, Pak, makanya saya menyesal banget, saya menyesal sekali kejadian itu," ujar Noel saat diperiksa sebagai terdakwa dalam sidang dugaan pemerasan sertifikasi K3 di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Kamis (7/5/2026).

Immanuel Ebenezer didakwa bersama-sama telah melakukan pemerasan senilai Rp6,5 miliar. Selain itu, Noel disebut mendapat keuntungan Rp70 juta serta menerima gratifikasi senilai Rp3,3 miliar dan motor Ducati Scrambler.

Noel didakwa bersama sepuluh pihak lainnya. Mereka adalah Irvian Bobby Mahendro selaku Koordinator Bidang Kelembagaan dan Personil K3 tahun 2022-2025; Gerry Aditya Herwanto Putra selaku Koordinator Bidang Pengujian dan Evaluasi Kompetensi Keselamatan Kerja tahun 2022-sekarang; Subhan selaku Sub Koordinator Keselamatan Kerja Dit. Bina K3 tahun 2020-2025; Anitasari Kusumawatiselaku Sub Koordinator Kemitraan dan Personel Kesehatan Kerja tahun 2020

Lalu, Fahrurozi selaku Dirjen Binwasnaker dan K3 pada Maret 2025 sampai sekarang; Hery Sutanto selaku Direktur Bina Kelembagaan tahun 2021 sampai Februari 2025;

Kemudian, Sekasari Kartika Putri selaku Subkoordinator; Supriadi selaku koordinator; Temurila selaku pihak PT KEM Indonesia; dan Miki Mahfud selaku pihak PT KEM Indonesia.

Editorial Team