Jakarta, IDN Times - Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Mugiyanto Sipin mengakui pemerintahan Presiden Prabowo Subianto masih menghadapi pekerjaan rumah besar dalam pemajuan dan pelindungan HAM, mulai dari kebebasan sipil, akuntabilitas aparat, konflik di Papua, hingga penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu. Menjelang dua tahun pemerintahan Prabowo, dia menyebut pembentukan Kementerian HAM sebagai fondasi awal yang harus dibuktikan melalui kebijakan dan pemenuhan hak masyarakat.
"Apakah semua persoalan HAM sudah teratasi? Tentu belum. Kita masih menghadapi berbagai persoalan, mulai dari kebebasan sipil, akuntabilitas aparat, konflik di Papua, sampai penyelesaian pelanggaran HAM berat masa lalu," kata Mugiyanto dalam wawancara ekslusif bersama IDN Times.
Dalam wawancara khusus dengan IDN Times pada Rabu (14/10/2026), Mugiyanto memaparkan evaluasi kementeriannya, mulai dari pemulihan korban pelanggaran HAM berat, penyelesaian jalur yudisial, hingga respons terhadap dugaan pelanggaran HAM dalam demonstrasi, konflik Papua, dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
