Era AI, Mendikdasmen Tekankan Guru sebagai Agen Peradaban

Mendikdasmen Abdul Mu’ti menegaskan guru bukan sekadar agen pembelajaran, melainkan agen peradaban yang membangun karakter dan komitmen saling memuliakan.
Kemendikasmen berkomitmen membangun budaya sekolah aman dan nyaman, dengan nilai toleransi, keterbukaan, penerimaan perbedaan, serta keterampilan sosial untuk hidup bersama.
Di tengah kemajuan AI, guru dinilai tetap tak tergantikan sebagai teladan hubungan antarmanusia, terutama dalam masyarakat majemuk yang membutuhkan kerja sama lintas perbedaan.
Jakarta, IDN Times - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengatakan guru adalah figur sentral yang menjadi teladan bagi murid-muridnya. Untuk mendukung peran guru, Kemendikasmen sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto berkomitmen membangun budaya sekolah aman dan nyaman.
Penyebutan istilah “budaya” dipakai secara sengaja, menunjukkan di dalam sekolah terdapat nilai dan perilaku yang mencerminkan sikap toleran, terbuka, dan penerimaan terhadap mereka yang berbeda.
"Guru punya peran yang lebih tinggi dari sekadar agent of learning, tapi menjadi agent of civilization, menjadi agen dalam membangun peradaban. Substansi pendidikan itu adalah membangun peradaban, membangun karakter, sehingga yang utama manusia memiliki sikap dan kepribadian, serta memiliki komitmen saling memuliakan antara satu dengan lainnya,” kata Mu'ti dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) bertema “Pendidikan Bermutu untuk Semua: Peran Guru dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman”, Jumat, 2 Oktober 2026 malam.
1. Pendidikan perlu melengkapi peserta didik keterampilan sosial

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Abdul Mu’ti, dalam Webinar Internasional Seri Literasi Keagamaan Lintas Budaya (LKLB) dalam rangka menyambut Hari Guru Nasional dan Hari Guru Sedunia yang diadakan oleh Pusat Penguatan Karakter Kemendikdasmen RI dan Institut Leimena, Jumat (2/10/2026) malam. Menurut Mendikdasmen, guru dapat menciptakan lingkungan sekolah sebagai meeting point dan melting point, yaitu tempat murid dari latar belakang berbeda bertemu dan dibentuk secara edukatif dan alamiah, untuk bersikap toleran, terbuka, serta siap bekerja sama.
"Pendidikan perlu melengkapi peserta didik dengan keterampilan sosial agar mampu berinteraksi dengan mereka yang berbeda, seperti gagasan UNESCO, selaku badan PBB untuk pendidikan, tentang 'learning to live together'," katanya.
2. Sikap terbuka adalah wujud toleransi otentik

Siswa dan Guru SMP Negeri 2 Marioriwawo menyambut bantuan sumur bor dari TJSL PLN UID Sulselrabar yang kini memenuhi kebutuhan air bersih dan mendukung kenyamanan aktivitas di sekolah. (Dok. PLN UID Sulselrabar) Selain itu, sikap terbuka adalah wujud toleransi otentik yang memiliki lima dimensi; meyakini kebenaran agama sendiri, menyadari perbedaan agama di lingkungannya, penerimaan terhadap perbedaan, sikap toleransi, dan kerja sama antaragama berdasarkan kesamaan nilai, ajaran, dan visi untuk kehidupan aman, damai, dan sejahtera.
“Ini sejalan dengan apa yang selama ini dilakukan LKLB (Literasi Keagamaan Lintas Budaya) dan Kementerian,” kata Mendikdasmen.
3. Guru tidak akan tergantikan oleh AI

ilustrasi teknologi artificial intelligence (AI) (pixabay.com/sujins) Senada dengan itu, Direktur Eksekutif Institut Leimena, Matius Ho, mengatakan di tengah kekhawatiran banyak pekerjaan akan digantikan kecerdasan buatan, peran guru semakin dibutuhkan sebagai teladan dalam hubungan antarmanusia di tengah masyarakat majemuk.
UNESCO dalam Digital Learning Week 2025 di Paris, menyimpulkan salah satu peran guru yang tidak akan tergantikan AI adalah dalam hal hubungan antarmanusia.
“Dimensi hubungan antar manusia ini menjadi semakin penting di tengah kemajuan AI, karena pengetahuan yang bertambah pesat tidak berarti dengan sendirinya hubungan antarmanusia juga akan bertambah baik dengan pesat,” kata Matius.


![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)


















