Comscore Tracker

Ziarah Kubur, Doa-Doa yang Diajarkan Rasulullah Saat Mengunjungi Makam

Ziarah kubur mengingatkan manusia akan kematian dan akhirat

Jakarta, IDN Times – Nuansa Idul Fitri sudah mulai terasa di hari ke-29 Ramadan 1442 Hijriah atau Selasa (11/5/2021). Salah satu tradisi yang dilakukan umat Muslim di Indonesia, baik menjelang Ramadan maupun menjelang Idul Fitri adalah ziarah kubur.

Tradisi ziarah ke makam orang tua, keluarga, dan sanak saudara ini seolah sudah menjadi kewajiban, sehingga sudah menjadi pemandangan biasa bila melihat tempat pemakaman umum ramai dikunjungi peziarah di masa-masa tersebut.

Namun, bagaimana sebenarnya pandangan Islam mengenai tradisi ziarah kubur menjelang Ramadan dan menjelang Idul Fitri? Berikut penjelasannya seperti dilansir islam.nu.or.id.

Baca Juga: Anies: Tak Ada Ziarah, TPU Jabodetabek Ditutup pada 12-16 Mei 2021

1. Sempat dilarang, namun kemudian dianjurkan Rasulullah karena hal ini

Ziarah Kubur, Doa-Doa yang Diajarkan Rasulullah Saat Mengunjungi Makamdok.IDN Times/Vamela Aurina

Pada masa awal perkembangan agama Islam, Rasulullah SAW sesungguhnya melarang umat muslim untuk berziarah ke kuburan. Hal ini karena kondisi keimanan umat yang dianggap masih lemah, serta sosiologis masyarakat Arab di masa itu yang didominasi kepercayaan pada dewa.

Seiring berjalannya waktu dan Islam yang semakin berkembang, Rasulullah kemudian menganjurkan kegiatan ziarah ke kubur, seperti tertulis dalam Sunan Turmudzi No. 973 berikut ini:

حديث بريدة قال : قال رسول الله صلى الله علية وسلم :"قد كنت نهيتكم عن زيارة القبور فقد أذن لمحمد في زيارة قبر أمه فزورها فإنها تذكر الآخرة"رواة الترمذي (3/370)

Artinya: Hadis dari Buraidah ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Saya pernah melarang berziarah kubur. Tapi sekarang Muhammad telah diberi izin untuk berziarah ke makam ibunya. Maka sekarang berziarahlah..! Karena hal itu dapat mengingatkan kamu kepada akhirat."

Salah satu manfaat yang didapat dari ziarah kubur adalah kita sebagai manusia akan mendapat peringatan akan kematian dan alam akhirat, yang sejatinya menunggu kita.

2. Keutamaan ziarah, dapat mengampuni dosa-dosa

Ziarah Kubur, Doa-Doa yang Diajarkan Rasulullah Saat Mengunjungi Makam

Ziarah kubur, terutama mengunjungi makam orang tua, sesungguhnya dapat menjadi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan sang anak semasa orang tuanya masih hidup.

Salah satu pendapat dalam kitab al-Mu’jam al-Kabir lit Tahbrani juz 19 menyebutkan:

حدثنا محمد بن أحمد أبو النعمان بن شبل البصري, حدثنا أبى, حدثنا عم أبى محمد بن النعمان عن يحي بن العلاء البجلي عن عبد الكريم أبى أمية عن مجاهد عن أبى هريرة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم "من زار قبر أبويه أو احدهما فى كل جمعة غفر له وكتب برا  

Artinya: Rasulullah SAW bersabda, "barang siapa berziarah ke makam kedua orang tuanya atau salah satunya setiap hari Jumat maka Allah mengampuni dosa-dosanya dan dia dicatat sebagai anak yang taat dan berbakti kepada kedua orang tuanya.

3. Doa-doa yang diajarkan Rasulullah saat mengunjungi makam

Ziarah Kubur, Doa-Doa yang Diajarkan Rasulullah Saat Mengunjungi MakamIDN Times/Andra Adyatama

Tak hanya menganjurkan umat muslim untuk berziarah, Rasulullah juga mengajarkan hal-hal yang sebaiknya diamalkan oleh umatnya ketika mengunjungi makam. Seperti dalam Shahih Muslim, dijelaskan bahwa Rasulullah selalu membaca salam berikut ini saat datang ke makam:

السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ

Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.”

Ada pula salam lain yang diajarkan Rasulullah kepada istirnya, Siti Aisyah, sebagai salam mengunjungi makam, yakni sebagai berikut:

السَّلامُ على أهْلِ الدّيارِ مِنَ المُؤْمنينَ وَالمُسْلمينَ وَيَرْحَمُ اللَّهُ المُسْتَقْدِمِينَ مِنْكُمْ وَمِنَّا وَالمُسْتأخِرِين وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ

Assalâmu ‘alâ ahlid diyâr minal mu’minîna wal muslimîn yarhamukumuLlâhul-mustaqdimîn minkum wa minnâ wal musta’khirîn, wa wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn

Artinya: Assalamu’alaikum, hai para mukmin dan muslim yang bersemayam dalam kubur. Semoga Allah melimpahkan rahmat kepada mereka yang telah mendahului dan yang akan menyusul kalian dan [yang telah mendahului dan akan menyusul] kami.  Sesungguhnya kami insyaallah akan menyusul kalian.”

Baca Juga: Pemkot Bandung Resmi Izinkan Ziarah dan Salat Idul Fitri Berjamaah

Topic:

  • Sunariyah
  • Septi Riyani

Berita Terkini Lainnya