Jakarta, IDN Times - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton Panjaitan mengatakan, hingga Kamis (20/8/2026) sudah ada 3.752 gempa susulan sejak gempa utama mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Bahkan pada Kamis pagi, pegawai BNPB dan warga di NTT turut merasakan gempa susulan berkekuatan Magnitudo 5,7.
"Kami sendiri dari pagi hari merasakan gempa susulan yang sangat besar. Kejadiannya pukul 10.47 WITA, kami merasakan gempa berkekuatan M 5,7," ungkap Berton ketika memberikan keterangan pers virtual pada sore ini.
Dengan masih adanya gempa susulan bahkan berkekuatan besar, maka BNPB mengimbau agar masyarakat di NTT tetap waspada dan siap siaga. "Bagi warga di daerah yang terdampak perlu dipastikan kondisi bangunan apabila hendak memasuki bangunan tersebut," katanya.
Sementara itu, jumlah korban meninggal terus bertambah. Berdasarkan data yang masuk pada hari ini pukul 16.00 WIB, jumlah korban meninggal dunia menjadi 75 jiwa. Artinya, terdapat penambahan 4 warga yang meninggal dibandingkan Rabu kemarin.
"Di mana kemarin kami memberitakan 71 jiwa (jumlah korban meninggal), hari ini bertambah 4 jiwa, dengan rincian di Kabupaten Sikka bertambah 2 jiwa (meninggal), di Kabupaten Manggarai bertambah 1 jiwa (meninggal) dan Kabupaten Nagekeo bertambah 1 jiwa (meninggal)," tutur dia.
Pihaknya kembali menyampaikan duka yang sedalam-dalamnya bagi keluarga yang ditinggalkan. Sedangkan jumlah korban luka sudah mencapai 907 jiwa. Semula jumlah korban luka mencapai 898 jiwa.
"Untuk hari ini kami mendapatkan tambahan korban luka 9 jiwa yaitu berasal dari Kabupaten Ngada," katanya.
Sementara, jumlah warga yang mengungsi sudah mencapai 92.735 jiwa. Meningkatnya jumlah pengungsi karena ada gempa susulan dengan kekuatan besar. Sebelumnya, pengungsi mencapai 59.647 jiwa.
