Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Golkar Sebut Demo Mahasiswa dan Prabowo Punya Misi Sama
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Golkar menilai semangat demonstrasi mahasiswa sejalan dengan langkah Presiden Prabowo yang sama-sama ingin memperbaiki tata kelola ekonomi nasional agar lebih berpihak pada rakyat.
  • Idrus Marham menyoroti pernyataan Prabowo di Sidang Paripurna DPR soal dugaan kebocoran ekonomi hingga Rp15.400 triliun dan menyebutnya sebagai bentuk 'demo' konstitusional di forum kenegaraan.
  • Idrus menegaskan perlunya reformasi ekonomi berkelanjutan, kolaborasi antara pemerintah dan mahasiswa, serta evaluasi pejabat berdasarkan kompetensi demi efektivitas pemerintahan dan kepentingan bangsa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sidang Paripurna DPR

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan dugaan praktik manipulasi perdagangan seperti under-invoicing dan transfer pricing yang berpotensi merugikan negara hingga 908 miliar dolar AS di depan Sidang Paripurna DPR.

12 Juni 2026

Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di Jakarta untuk mengkritik pemerintah terkait persoalan tata kelola ekonomi nasional.

13 Juni 2026

Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa dan menyatakan bahwa semangat mereka sejalan dengan langkah Presiden Prabowo dalam memperbaiki tata kelola ekonomi nasional.

kini

Golkar mendorong agar reformasi tata kelola ekonomi nasional terus dilanjutkan secara berkelanjutan serta komunikasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat dijaga dengan semangat kebangsaan.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Partai Golkar menyatakan bahwa demonstrasi mahasiswa dan langkah Presiden Prabowo Subianto dalam mengungkap persoalan ekonomi nasional memiliki semangat yang sama, yaitu memperbaiki tata kelola ekonomi agar lebih berpihak kepada rakyat.
  • Who?
    Pernyataan disampaikan oleh Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa serta pernyataan Presiden Prabowo Subianto di Sidang Paripurna DPR RI.
  • Where?
    Pernyataan Idrus Marham disampaikan di Kantor DPD Partai Golkar Jakarta, sementara aksi mahasiswa berlangsung di Jakarta dan pernyataan Presiden disampaikan di Gedung DPR RI.
  • When?
    Aksi demonstrasi mahasiswa digelar pada Jumat, 12 Juni 2026, sedangkan tanggapan Idrus Marham disampaikan kepada media pada Sabtu, 13 Juni 2026.
  • Why?
    Golkar menilai kedua pihak sama-sama dilandasi kegelisahan terhadap kondisi bangsa dan berupaya mendorong reformasi tata kelola ekonomi nasional untuk mencegah kebocoran serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
  • How?
    Idrus menjelaskan kesamaan arah perjuangan melalui pernyataannya kepada media, menekankan pentingnya komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa serta perlunya evaluasi kebijakan ekonomi secara berkelanjutan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada mahasiswa yang demo di Jakarta karena ingin ekonomi negara jadi lebih baik. Partai Golkar bilang semangat mereka sama seperti Presiden Prabowo yang juga bicara soal perbaikan ekonomi di DPR. Kata Pak Idrus, dua-duanya ingin bantu rakyat dan lawan kebocoran uang negara yang besar sekali. Sekarang semua diminta kerja sama supaya ekonomi bisa dibenahi pelan-pelan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Pernyataan Idrus Marham menunjukkan adanya ruang pertemuan antara semangat mahasiswa dan langkah Presiden Prabowo dalam memperbaiki tata kelola ekonomi nasional. Pandangan ini menyoroti bahwa kritik dan kebijakan dapat saling melengkapi, mencerminkan kehidupan demokrasi yang sehat di mana keresahan publik disalurkan melalui dialog, evaluasi, dan komitmen bersama terhadap kepentingan rakyat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times Partai Golkar menilai aksi demonstrasi mahasiswa yang belakangan mengkritik pemerintah memiliki semangat yang sejalan dengan langkah Presiden Prabowo Subianto saat mengungkap persoalan tata kelola ekonomi nasional di Sidang Paripurna DPR RI.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik, Idrus Marham, mengatakan, keduanya sama-sama lahir dari kegelisahan terhadap kondisi bangsa. Menurut dia, baik mahasiswa maupun Presiden Prabowo sama-sama mendorong perbaikan tata kelola ekonomi agar lebih berpihak kepada rakyat.

Pernyataan itu disampaikan Idrus saat menanggapi aksi demonstrasi yang digelar di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).

Idrus menilai, demonstrasi mahasiswa dan apa yang ia sebut sebagai "demo" Presiden Prabowo memiliki arah perjuangan yang sama, yakni memperbaiki tata kelola ekonomi nasional.

“Kalau kita memahami arah demo, sebenarnya demo mahasiswa dan 'demo' Pak Prabowo itu memiliki titik temu. Keduanya bicara tentang bagaimana memperbaiki tata kelola perekonomian bangsa,” ujar Idrus kepada awak media di Kantor DPD Golkar Jakarta, Sabtu (13/6/2026).

1. Energi gerakan mahasiswa diarahkan pada persoalan lebih mendasar

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus gelar demo di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Meski mengapresiasi aksi mahasiswa sebagai bagian dari demokrasi, Idrus berharap energi gerakan mahasiswa juga diarahkan pada persoalan yang lebih mendasar, seperti tentang pembangunan ekonomi nasional.

“Mahasiswa punya hak demokrasi untuk menyampaikan pendapat, tetapi kita berharap energi gerakan mahasiswa diarahkan pada persoalan yang lebih fundamental, yaitu bagaimana memperbaiki tata kelola ekonomi nasional,” kata dia.

Menurut Idrus, sejumlah isu yang saat ini telah masuk dalam proses hukum, termasuk persoalan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), perlu tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, perhatian publik juga perlu diarahkan pada persoalan yang lebih besar terkait dugaan kebocoran ekonomi negara.

2. Soroti pernyataan Prabowo dalam sidang paripurna DPR

Blokade Demo Mahasiswa di Sudirman Dibuka, Polisi dan Massa Bersalaman (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Idrus merujuk pada pernyataan Presiden Prabowo dalam Sidang Paripurna DPR mengenai dugaan praktik manipulasi perdagangan seperti under-invoicing, under-counting, hingga transfer pricing yang disebut berpotensi merugikan negara hingga 908 miliar dolar AS atau sekitar Rp15.400 triliun.

“Yang menjadi pertanyaan, kenapa persoalan sebesar Rp15.400 triliun ini tidak menjadi perhatian kita bersama secara kolektif? Itu disampaikan langsung oleh Presiden di depan Sidang Paripurna DPR. Ini angka yang sangat besar dan harus menjadi perhatian bersama,” ujar Idrus.

Dia menilai, penyampaian Presiden di forum kenegaraan tersebut merupakan bentuk penyampaian keresahan terhadap kondisi bangsa melalui jalur konstitusional.

“Demo itu bukan hanya turun ke jalan. Demo adalah penyampaian sikap, penyampaian keresahan. Pak Prabowo melakukan ‘demo’ di jantung negara, di depan Sidang Paripurna DPR dengan membuka persoalan besar tentang tata kelola ekonomi,” kata Idrus.

Menurut dia, langkah pemerintah membangun sistem baru dalam pengelolaan sumber daya nasional berpotensi menimbulkan resistensi dari pihak-pihak yang selama ini menikmati celah dalam tata kelola ekspor dan ekonomi nasional.

“Karena banyak orang terganggu, baik dalam negeri maupun negara-negara tertentu yang menjadi tempat penyimpanan uang pasti terganggu,” kata dia.

“Siapa pun yang terganggu kepentingan hidupnya pasti akan melawan. Salah satunya bentuk perlawanan yaitu mendegradasi pemerintahan yang mengambil kebijakan,” sambung Idrus.

3. Perbedaan antara gerakan mahasiswa dan presiden

Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus gelar demo di Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat, pada Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Idrus menegaskan, pemerintah harus konsisten melanjutkan reformasi tata kelola ekonomi nasional. Jika ditemukan potensi kebocoran ekonomi yang terjadi selama puluhan tahun, maka diperlukan langkah penelusuran dan pengawasan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa.

Menurut dia, perbedaan antara gerakan mahasiswa dan Presiden hanya terletak pada posisi serta kewenangan yang dimiliki masing-masing.

“Presiden memiliki kekuasaan sehingga setelah menyampaikan itu bisa dilanjutkan dengan kebijakan. Sementara mahasiswa memiliki kekuatan pada wacana, konsep, kekuatan moral dan kontrol publik,” ujar dia.

Dia mengatakan, upaya pembenahan ekonomi nasional tidak bisa dilakukan secara instan dan membutuhkan gerakan yang berkelanjutan.

“Ini bukan pekerjaan satu hari. Kalau ini menjadi gerakan, maka harus dilakukan secara kontinu dan berkesinambungan,” kata dia.

Sementara, tentang program Makan Bergizi Gratis, Idrus menilai persoalan hukum yang muncul harus menjadi momentum evaluasi dan pembenahan program agar tujuan utamanya tetap tercapai.

“Kalau ada yang terlibat, siapa pun dia, hukum harus ditegakkan, tetapi di sisi lain, program ini juga harus diperbaiki agar benar-benar mencapai tujuan untuk rakyat,” kata dia.

Idrus juga menyoroti pentingnya penempatan pejabat berdasarkan kompetensi. Menurut dia, evaluasi yang dilakukan Presiden terhadap jajaran pembantunya merupakan bagian dari upaya memastikan pemerintahan berjalan efektif.

“Orang yang ditempatkan pada posisi tertentu harus sesuai dengan kompetensinya. Kalau tidak, produktivitas bangsa bisa terganggu,” ujar dia.

“Kalau ada orang yang tidak produktif dan tidak sesuai dengan kebutuhan, tentu harus dilakukan evaluasi,” kata Idrus.

Idrus berharap, komunikasi antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat terus dibangun dengan semangat kebangsaan serta etika demokrasi.

“Ini sebenarnya sudah hampir ada titik temu. Tinggal bagaimana dikomunikasikan dan ditekankan pada moralitas serta kepentingan bangsa. Demokrasi membutuhkan kebebasan, tetapi juga membutuhkan etika. Niat yang baik harus disampaikan dengan cara yang tetap menjaga nilai kebangsaan,” kata Idrus.

Editorial Team

Related Article