Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

8 Fakta Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI: Menuju Indonesia Bangkrut

8 Fakta Aksi Demo Mahasiswa di Bundaran HI: Menuju Indonesia Bangkrut
Lebih dari 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melakukan aksi demonstrasi, Jumat (12/6). Foto: RES
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Aksi demonstrasi bertagar #MenujuIndonesiaBangkrut digelar mahasiswa dari berbagai kampus di Bundaran HI, menyoroti kondisi pemerintahan dan memilih lokasi strategis untuk menyadarkan publik.
  • BEM UI membawa lima tuntutan utama, termasuk penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, serta desakan agar pemerintah mengakui kesalahan kebijakan.
  • Sebanyak 4.151 personel gabungan dikerahkan untuk pengamanan; aksi sempat tegang akibat blokade aparat namun berakhir damai dengan rencana mahasiswa melanjutkan gelombang protes berikutnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Jakarta, IDN Times - Mahasiswa dari sejumlah universitas menggelar aksi demonstrasi dengan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut di kawasan Bundaran HI, Menteng, Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026). 

Aksi ini sempat diwarnai ketegangan ketika aparat kepolisian dan TNI melakukan blokade yang menghambat pergerakan massa menuju kawasan Bundaran HI. Meski begitu, para mahasiswa bersama elemen masyarakat tetap berupaya untuk menembus blokade dari aparat.

Berikut sejumlah fakta dari aksi demonstrasi ini!

1. Digelar di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Situasi aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Trio Hamdani)

Aksi demonstrasi ini tidak berlangsung di kawasan Senayan atau Gedung DPR/MPR seperti biasanya, tetapi berlangsung di kawasan Bundaran HI yang menjadi salah satu titik strategis di Ibu Kota. 

Hal ini disampaikan oleh Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Indonesia, Yatalathof Ma’shum Imawan. Menurut dia, aksi demonstrasi yang dilakukan di depan Gedung DPR/MPR tidak memberikan manfaat. 

“Pada faktanya, saat ini eksekutif dan legislatif tidak ada bedanya. Mereka sudah menjadi satu koalisi dan sepakat untuk menyengsarakan rakyat,” ujar Yatalathof di kawasan Bundaran HI, Jumat. 

Dia mengatakan, alasan mahasiswa tidak menggelar aksi di DPR karena DPR dinilai tidak menjalankan fungsi pengawasan sehingga mereka lebih memilih berunjuk rasa di Bundaran HI dan menyadarkan rakyat bahwa kondisi sedang tidak baik-baik saja. 

“Pemerintah sudah bobrok dengan membuat program-program pemborosan, tapi mereka (DPR) tak menjalankan fungsi pengawasannya. Kami mending demo di Bundaran HI dan menyadarkan rakyat banyak bahwa kondisi saat ini tidak sedang baik-baik saja,” kata dia.

2. Lima tuntutan demo dari mahasiswa

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Adanya 5 tuntutan Demo BEM UI

Dalam aksi demonstrasi ini, terdapat lima tuntutan dari BEM UI yang disuarakan dalam aksi tersebut. 

Berikut lima tuntutan BEM UI:

  1. Setop pemborosan APBN 
  2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM 
  3. Hentikan program MBG dan pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
  4. Hentikan militerisme di ranah sipil 
  5. Menuntut Prabowo berhenti mengelak dan akui kesalahan pemerintah

Selain itu, BEM UI juga mengundang seluruh elemen masyarakat, baik mahasiswa, buruh, guru, pedagang, ibu rumah tangga, serta siapapun yang merasakan bahwa negara ini tengah berjalan ke arah yang salah. 

“Datanglah! Pupus harapan pemerintah akan berubah dikarenakan pemimpinnya arogan, sombong, dan tantrum. Kita rebut keadilan! Karena keadilan tidak datang sendiri,” ujar Yatalathof. 


3. Aparat siapkan personel gabungan

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Aparat kepolisian mulai memasang barikade besi berukuran besar di badan jalan tepat di depan Gedung UOB, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026) sore (IDN Times/Trio Hamdani)

Polda Metro Jaya mengerahkan 4.151 personel gabungan untuk mengamankan aksi demonstrasi mahasiswa di Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengatakan, jumlah tersebut terdiri dari 3.651 personel Polri dan 500 personel TNI. 

"Sebanyak 4.151 personel gabungan disiapkan dalam pengamanan aksi tersebut. Rinciannya, 3.651 personel Polri, serta 500 personel TNI," ujar Budi dalam keterangan.

Budi menegaskan, polisi menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Dia juga mengimbau peserta aksi agar menyampaikan aspirasi secara tertib, tidak membawa benda berbahaya, tidak melakukan perusakan, serta tetap menghormati pengguna jalan dan warga sekitar. 


4. Diikuti mahasiswa dari berbagai kampus

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Situasi aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026). (IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Aksi demonstrasi dengan tagar #MenujuIndonesiaBangkrut ini dimotori oleh BEM Universitas Indonesia dan diikuti oleh berbagai kampus. 

Sejumlah kampus yang dipastikan turut serta dalam aksi ini meliputi BEM UI beserta 15 BEM fakultas di dalamnya, BEM KM IPB, BEM PNJ, BEM Universitas Pancasila, Aliansi BEM Gunadarma, FMN Pusat, FMN UI, BEM UIN, serta kelompok Pembebasan dan Semar UI. 

“Aksi nanti akan diikuti oleh mahasiswa UI, PNJ (Politeknik Negeri Jakarta), IPB (Institut Pertanian Bogor) hingga UIN,” ujar Yatalathof kepada IDN Times melalui pesan singkat. 


5. Ojol dan artis juga ikut dalam aksi

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Zaskia Adya Mecca jadi relawan di aksi demo mahasiswa.(instagram.com/ramaa1604)

Tak hanya mahasiswa, aksi demonstrasi ini juga turut diikuti oleh sejumlah masyarakat seperti pengemudi ojek online (ojol) dan kalangan artis, salah satunya Zaskia Adya Mecca yang juga menjadi relawan dengan membawa tiga unit ambulans.

Zaskia bergabung dengan Sahabat Ramah Peduli dalam menyalurkan donasi dari warga untuk mahasiswa. 

“Alhamdulilah aku bisa bawa tiga ambulans dan peralatan medis juga dan aku merapat ke posko ini baru kenal semua juga ternyata masyarakat saling menggalang logistik dan kerennya sejak jam 10.00 banyak yang ngirim cemilan, minuman, bahkan kita gak tau siapa yang ngirim,” ucap Zaskia kepada IDN Times di lokasi. 

Puluhan ojol juga turut membersamai mahasiswa untuk mencoba menerobos blokade TNI pada pukul 15.15 WIB. Mereka mengendarai motor dan menghampiri kerumunan mahasiswa yang ditahan. 

“Buka blokadenya! Ayo mahasiswa, kalian aspirasi kami,” teriak para ojol.

6. Sejumlah kamera pengawas di Bundaran HI dilaporkan tidak bisa diakses

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Situasi aksi demonstrasi mahasiswa di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat pada Jumat (12/6/2026). 9IDN Times/Dini Suciatiningrum)

Sejumlah kamera pengawas di sekitar Bundaran HI tidak bisa diakses saat mahasiswa tengah melakukan aksi di kawasan ini. Hal ini ramai dibahas warganet di media sosial X (sebelumnya Twitter) mengenai pantauan live CCTV yang tidak bisa diakses. 

Menanggapi hal ini, Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik), DKI Jakarta, Marulina Dewi Mutiara, memastikan operasional CCTV milik Pemprov DKI Jakarta tetap berjalan normal dan tidak terdampak gangguan tayangan yang muncul di beberapa platform. 

Menurut dia, gangguan tersebut berada di luar pengelolaan Pemprov DKI Jakarta. 

"Kondisi tersebut tidak memengaruhi operasional CCTV yang digunakan Pemprov DKI Jakarta untuk mendukung pelayanan publik, pemantauan wilayah, dan koordinasi antarinstansi," ujarnya kepada IDN Times. 

Marulina juga menjelaskan, tayangan CCTV yang dapat diakses melalui situs atau platform tertentu bukan merupakan kanal resmi maupun bagian dari sistem yang dikelola Pemprov DKI Jakarta.

7. Massa aksi sempat diblokade oleh aparat

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Puluhan ojek online (ojol) mencoba menerobos blokade TNI di Jalan Jenderal Sudirman saat demo mahasiwa (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Massa mahasiswa yang hendak mengikuti aksi di Bundaran HI sempat mengalami sejumlah penyekatan oleh aparat. Rombongan mahasiswa UI dihentikan polisi di kawasan Semanggi sekitar pukul 12.30 WIB dan diminta memindahkan lokasi aksi ke depan Gedung DPR RI.

Ketua BEM FH UI, Anandaku Dimas Rumi Chattaristo, mengatakan, mahasiswa tidak mendapat penjelasan tentang penyekatan tersebut.

"Tadi kita mau lewat Semanggi tapi dihalangi dan disuruh pindah ke DPR/MPR," ujar dia.

Setelah itu, mahasiswa dari berbagai kampus kembali diadang aparat di kawasan Dukuh Atas. Ratusan personel TNI membentuk blokade yang membuat massa tertahan. Meski demikian, mahasiswa tetap berupaya menembus blokade sambil menyuarakan tuntutan.

"Hei aparat, buka jalan!" teriak massa aksi.

Situasi kemudian sempat memanas ketika aparat bergerak maju untuk memukul mundur massa. Aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat pun terjadi setelah sejumlah peserta aksi mencoba mendorong barikade.

"Pak jangan rusuh, jangan rusuh!" teriak massa di lokasi.

8. Aksi berakhir damai dan mahasiswa akan kembali gelar aksi

Berikut Fakta-Fakta Aksi Demonstrasi Mahasiswa di Bundaran HI
Blokade Demo Mahasiswa di Sudirman Dibuka, Polisi dan Massa Bersalaman (IDN Times/Irfan Fathurohman)

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung, berdialog dengan peserta aksi dan mengimbau mereka membubarkan diri secara tertib. Setelah komunikasi tersebut, massa perlahan meninggalkan lokasi hingga blokade dibuka sekitar pukul 20.13 WIB.

Aparat dan peserta aksi kemudian bersalaman serta bersama-sama membersihkan sampah yang tersisa di area demonstrasi.

"Terima kasih kawan-kawan, silakan pulang dengan tertib," ujar seorang anggota polisi kepada massa aksi.

Meski aksi berakhir damai, Yatalathof menegaskan demonstrasi ini bukan yang terakhir. Ia menyatakan mahasiswa akan kembali menggelar aksi sebagai bentuk tekanan terhadap pemerintah.

"Untuk pemerintahan saat ini, aksi kali ini mungkin kalian anggap remeh. Tapi, kami tidak takut kepada kalian pemerintah bengis! Tunggu kami, akan berlipat ganda. Satu hari, dua hari, tiga hari kemudian, kalian tidak akan bisa tidur nyenyak!" ucap dia.


Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Deti Mega Purnamasari
EditorDeti Mega Purnamasari

Related Articles

See More