Aktivitas penumpang Bandara Internasional Radin Inten II terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).
BMKG pun mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada dan tenang terhadap dinamika atmosfer yang terjadi imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik diharapkan tetap perhatikan kondisi kesehatan dengan membatasi aktivitas di luar rumah.
Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diharapkan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung. Selain itu, masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah.
Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau terpantau sudah mengalami dua kali erupsi pada Selasa pagi. Tercatat, erupsi terjadi pada pukul 05.08 dan 05.34 WIB, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Geologi.
Melalui data yang dilansir akun Threads @badan.geologi, erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik. Erupsi terekam lewat seismogram dengan amplitudo maksimum 47 mm. Sementara, erupsi kedua terjadi pada pukul 05.34 WIB yang berdurasi 10 detik, dengan amplitudo maksimum 44 mm.