Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Gunung Anak Krakatau Erupsi Lagi Selama 19 Detik Selasa Pagi
Penampakan Gunung Anak Krakatau pada 2018. (Dok. Badan Geologi)
  • Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi kecil selama 19 detik pada Selasa, 8 September 2026.
  • BMKG mendeteksi gangguan medan magnet bumi dan sambaran petir, tetapi aktivitas disebut mulai menurun.
  • BMKG dan sejumlah instansi menjalankan OMC serta mengimbau masyarakat waspada terhadap sebaran abu vulkanik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
7 September 2026

BMKG bersama BNPB, Kementerian Perhubungan, dan sejumlah pihak terkait menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca untuk membantu pembersihan abu vulkanik di atmosfer.

Selasa, 8 September 2026

Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi kecil. Erupsi berlangsung selama 19 detik dengan kekuatan getaran maksimal 48 milimeter.

pukul 07.49 WIB

PVMBG mencatat informasi erupsi Gunung Anak Krakatau pada waktu tersebut.

pukul 21.00 hingga 23.00 WIB

BMKG mendeteksi gangguan medan magnet bumi dan sambaran petir yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Hingga saat ini

OMC telah melaksanakan lima sorti penerbangan dengan bahan semai powder NaCl, liquid CaCl2, serta spraying/watermist.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi kecil selama 19 detik dengan kekuatan getaran maksimal 48 milimeter.
  • Who?
    Gunung Anak Krakatau, BMKG, PVMBG, BNPB, Kementerian Perhubungan, dan Tri Handoko Seto terlibat dalam pemantauan serta penanganan.
  • Where?
    Operasi Modifikasi Cuaca menggunakan pesawat dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.
  • When?
    Erupsi terjadi pada Selasa, 8 September 2026, pukul 07.49 WIB.
  • Why?
    OMC dijalankan untuk membantu mempercepat pembersihan abu vulkanik di atmosfer.
  • How?
    OMC dilakukan dengan menyemai awan hujan dan menyemprotkan watermist menggunakan dua pesawat Cessna Caravan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Gunung Anak Krakatau mengeluarkan letusan kecil selama 19 detik. BMKG bilang kegiatannya mulai menurun. BMKG, BNPB, Kementerian Perhubungan, dan pihak lain membuat hujan serta menyemprot air dengan pesawat untuk membantu membersihkan abu. Orang-orang diminta tetap tenang dan hati-hati, terutama jika ada abu di udara.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pelaksanaan OMC oleh BMKG bersama BNPB, Kementerian Perhubungan, dan pihak terkait menunjukkan adanya upaya penanganan sebaran abu vulkanik. Operasi dengan penyemaian awan dan watermist disesuaikan dengan kondisi atmosfer serta sebaran abu, sementara masyarakat juga diarahkan untuk mengikuti informasi resmi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Gunung Anak Krakatau (GAK) kembali mengalami erupsi kecil pada Selasa (8/9/2026). Berdasarkan informasi terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada pukul 07.49 WIB, erupsi berlangsung selama 19 detik dengan kekuatan getaran maksimal 48 milimeter.

Hal ini disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam keterangan resminya. Erupsi tersebut masuk kategori strombolien, yakni letusan kecil yang mengeluarkan material vulkanik dari gunung api.

1. Tengah malam tadi ada gangguan medan magnet bumi dan petir

Masyarakat Bandar Lampung mulai merasakan dambak debu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (IDN Times/Tama Yudha Wiguna)

Selain memantau erupsi, BMKG juga mendeteksi gangguan pada medan magnet bumi dan sambaran petir yang berkaitan dengan aktivitas Gunung Anak Krakatau. Gangguan tersebut terpantau pada pukul 21.00 hingga 23.00 WIB.

Namun, BMKG menyebut aktivitas tersebut mulai menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya.

2. Dilakukan OMC sejak 7 September

Program Studi Teknik Lingkungan Itera memantau kualitas udara di lingkungan kampus imbas masuknya abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). (Dok. Itera).

Untuk membantu mempercepat pembersihan abu vulkanik di atmosfer, BMKG bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perhubungan, dan sejumlah pihak terkait menjalankan operasi modifikasi cuaca (OMC) sejak 7 September 2026.

Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, mengatakan, operasi dilakukan dengan menyemai awan hujan dan menyemprotkan water mist menggunakan dua pesawat Cessna Caravan yang beroperasi dari Posko Bandara Pondok Cabe dan Halim Perdanakusuma.

“Hingga saat ini, OMC telah melaksanakan lima sorti penerbangan, satu sorti menggunakan bahan semai powder NaCl, satu sorti liquid CaCl2 dan tiga sorti menggunakan spraying/water mist. Operasi akan terus dilakukan dengan menyesuaikan kondisi atmosfer dan sebaran abu vulkanik sehingga konsentrasi abu di udara diharapkan terus berkurang dan kondisi atmosfer berangsur lebih bersih,” kata Seto.

3. Minta masyarakat tetap waspada

Aktivitas penumpang Bandara Internasional Radin Inten II terdampak abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

BMKG pun mengimbau seluruh masyarakat tetap waspada dan tenang terhadap dinamika atmosfer yang terjadi imbas erupsi Gunung Anak Krakatau. Masyarakat di wilayah yang terpapar sebaran abu vulkanik diharapkan tetap perhatikan kondisi kesehatan dengan membatasi aktivitas di luar rumah.

Warga yang terpaksa beraktivitas di luar rumah diharapkan selalu mengenakan masker serta kacamata pelindung. Selain itu, masyarakat diharapkan terus memperbarui informasi resmi dari BMKG, PVMBG, BNPB, dan pemerintah daerah.

Sebelumnya, Gunung Anak Krakatau terpantau sudah mengalami dua kali erupsi pada Selasa pagi. Tercatat, erupsi terjadi pada pukul 05.08 dan 05.34 WIB, berdasarkan data yang dikeluarkan oleh Badan Geologi.

Melalui data yang dilansir akun Threads @badan.geologi, erupsi pertama terjadi pukul 05.08 WIB dengan durasi 15 detik. Erupsi terekam lewat seismogram dengan amplitudo maksimum 47 mm. Sementara, erupsi kedua terjadi pada pukul 05.34 WIB yang berdurasi 10 detik, dengan amplitudo maksimum 44 mm.


Curated For You

Editorial Team

Related Article