Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) membuat lima program prioritas dalam memperingati Hari Santri 2026. Lima program itu adalah Safe Santri, penguatan rekognisi ijazah, pesantren adaptif dan mandiri, Santri 5.0, serta dakwah digital.
Direktur Jenderal Pesantren Kemenag, Basnang Said, mengatakan, salah satu turunan dari program Safe Santri adalah membentuk satuan tugas (satgas).
"Ya, jadi Safe Santri nanti itu akan ada pokja di dalamnya. Akan ada satgas yang nanti satgas itu nanti terdiri sejumlah tokoh-tokoh, lalu kemudian perwakilan negara, tentu nanti ada dari kepolisian, ada dari kejaksaan. Karena nanti kalau ada kasus-kasus, tentu nanti dengan gampang untuk kemudian kita bawa ke ranah hukum. Termasuk bimbingan konseling yang ada di pondok pesantren," ujar Basnang di Kemenag, Kamis (22/10/2026).
Basnang menjelaskan, sejumlah nama sudah diminta untuk menjadi anggota Satgas Safe Santri, mulai dari Habib Ja'far Al Hadar hingga Willie Salim.
"Untuk sementara beberapa sudah, sudah, insyaallah. Tentu juga kami bersama-sama nanti dengan Gus Ipang Wahid, kita akan bersama-sama melaksanakan, menjamin bahwa pesantren adalah tempat yang aman, nyaman, ruang untuk menyemaikan akhlak mulia, dan tempat untuk melindungi anak-anak Indonesia," kata dia.
