Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Peringati Hari Santri 2026, Kemenag Buat 5 Program Prioritas

4 min read
Peringati Hari Santri 2026, Kemenag Buat 5 Program Prioritas
Upacara Peringatan Hari Santri 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)
  • Kemenag menyiapkan lima program prioritas untuk memperkuat peran pesantren dan meningkatkan kualitas santri menghadapi tantangan zaman.

  • Program tersebut mencakup perlindungan santri, pengakuan ijazah, kemandirian pesantren, keterampilan santri, dan dakwah digital.

  • Nasaruddin Umar meluncurkan satuan tugas Safe Santri pada peringatan Hari Santri 2026 di Kemenag, Jakarta.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan lima program prioritas untuk memperkuat peran pesantren dan meningkatkan kualitas santri dalam menghadapi tantangan zaman. Kelima program tersebut meliputi Safe Santri, penguatan rekognisi ijazah, pesantren adaptif dan mandiri, Santri 5.0, serta dakwah digital.

Menteri Agama (Menag), Nasaruddin Umar, mengatakan program tersebut diinisiasi Direktorat Jenderal Pesantren untuk memastikan pesantren semakin berdaya dalam menjalankan fungsi pendidikan, dakwah, dan pemberdayaan masyarakat.

"Untuk menjawab tantangan zaman dan memastikan pesantren semakin kuat di dalam menyiapkan masa depan santri, Direktorat Jenderal Pesantren menginisiasi lima program prioritas," ujar Nasaruddin dalam pidatonya pada peringatan Hari Santri 2026 di Kemenag, Jakarta, Kamis (22/10/2025).

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema "Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas". Menurut Nasaruddin, tema tersebut menjadi pengingat bagi seluruh masyarakat mengenai peran santri dalam perjuangan bangsa sekaligus tanggung jawab mereka dalam mempersiapkan masa depan Indonesia.

"Jika 81 tahun lalu santri menguatkan negeri dengan mengangkat senjata, menumbangkan penjajah, maka hari ini santri wajib menguatkan negeri dengan penguasaan ilmu pengetahuan, kemajuan teknologi, kekuatan inovasi, serta kedalaman akhlak mulia. Zaman boleh berubah dan tantangan terus berganti, tetapi nyala api pengabdian santri untuk Indonesia tidak boleh padam walau sekejap pun," ucap dia.

  1. 1. Safe Santri untuk menciptakan pesantren bebas kekerasan

    Upacara Peringatan Hari Santri 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Upacara Peringatan Hari Santri 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Program pertama yang menjadi prioritas Kemenag adalah Safe Santri. Program ini ditujukan untuk membangun lingkungan pesantren yang aman, nyaman, dan ramah bagi seluruh santri, sekaligus mencegah terjadinya kekerasan di lingkungan pendidikan.

    Nasaruddin menegaskan, pesantren harus menjadi tempat yang mendukung santri untuk menuntut ilmu, membentuk akhlak, serta mengembangkan potensi diri. Perlindungan terhadap santri menjadi bagian penting dari upaya memperkuat kualitas pendidikan pesantren.

    Untuk memulai pelaksanaan program tersebut, Nasaruddin meluncurkan satuan tugas Safe Santri bertepatan dengan peringatan Hari Santri 2026.

    "Untuk mengawali pelaksanaan lima program tersebut, bertepatan peringatan Hari Santri tahun 2026 ini, dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, saya luncurkan satuan tugas Safe Santri," kata dia.

    Peluncuran satuan tugas ini diharapkan menjadi langkah nyata untuk memperkuat perlindungan santri serta menciptakan suasana belajar yang aman dan kondusif di lingkungan pesantren.

    Program kedua berfokus pada penguatan rekognisi atau pengakuan ijazah pesantren. Upaya ini diarahkan untuk memperluas akses lulusan pesantren dalam melanjutkan pendidikan maupun meniti karier di berbagai bidang.

    Melalui program tersebut, lulusan pesantren diharapkan memiliki kesempatan yang lebih luas untuk mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita. Penguatan pengakuan ijazah juga menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi pendidikan pesantren dalam sistem pendidikan nasional.

    Dengan akses pendidikan dan karier yang semakin terbuka, santri diharapkan mampu berkontribusi di berbagai sektor tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan akhlak yang telah ditanamkan selama menempuh pendidikan di pesantren.

  2. 2. Pesantren adaptif dan mandiri melalui teknologi dan ekonomi

    Upacara Peringatan Hari Santri 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Upacara Peringatan Hari Santri 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Program ketiga diarahkan untuk mendorong pesantren agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus membangun kemandirian ekonomi.

    Nasaruddin mengatakan pesantren memiliki potensi besar untuk menjadi pusat pemberdayaan masyarakat. Selain mendidik santri dalam ilmu agama, pesantren dapat mengembangkan kegiatan ekonomi produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

    Nasaruddin mencontohkan, komunitas agribisnis pesantren di Jawa Barat yang mampu menghidupkan ekosistem ekonomi di sekitarnya. Praktik tersebut memperlihatkan potensi pesantren dalam mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

    Pemerintah juga tengah mematangkan penyusunan kurikulum pemberdayaan ekonomi untuk jenjang pendidikan menengah, baik di madrasah aliah maupun pesantren. Kurikulum ini diharapkan membekali santri dengan keterampilan untuk mengelola usaha dan mengembangkan potensi ekonomi.

  3. 3. Santri 5.0 untuk mencetak generasi yang unggul dan terampil

    Upacara Peringatan Hari Santri 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)
    Upacara Peringatan Hari Santri 2026 (IDN Times/Ilman Nafi'an)

    Program keempat adalah Santri 5.0, yang dirancang untuk melahirkan santri dengan penguasaan ilmu agama sekaligus keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman.

    Nasaruddin menilai, santri memiliki peluang besar untuk mengambil peran dalam berbagai profesi. Mereka tidak perlu membatasi cita-cita hanya pada bidang keagamaan, tetapi juga dapat berkembang menjadi ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa.

    "Di sinilah para santri harus mengambil peran penting. Santri tidak boleh merasa kecil dan tidak boleh membatasi diri, tidak boleh underconfident, dan tidak boleh merendahkan diri, tapi harus punya semangat juang," ujar dia.

    Nasaruddin juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan dan inovasi bagi generasi santri. Menurut Nasaruddin, perkembangan zaman harus menjadi kesempatan bagi pesantren untuk melahirkan generasi yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

    "Santri bisa menjadi apa saja, mulai dari ilmu... ulama, ilmuwan, pendidik, pengusaha, hingga pemimpin bangsa, selama terus belajar, bersungguh-sungguh, dan mengabdikan ilmunya bagi kemajuan Indonesia," ucap dia.

    Program Santri 5.0 diharapkan dapat memperkuat kualitas sumber daya manusia dari lingkungan pesantren agar mampu bersaing sekaligus mempertahankan nilai-nilai luhur yang menjadi identitasnya.

    Program kelima adalah dakwah digital. Melalui program ini, Kemenag mendorong pesantren untuk menyampaikan pesan keagamaan secara kreatif dan relevan melalui berbagai platform digital.

    Nasaruddin menilai ruang digital menjadi salah satu arena penting bagi penyebaran pengetahuan dan nilai-nilai keagamaan. Karena itu, santri perlu mengambil peran dalam menghadirkan konten dakwah yang menyejukkan, moderat, dan berlandaskan keilmuan.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More