Jakarta, IDN Times - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD), Arya Wedakarna, mengklarifikasi kehadirannya di acara Miss Equality World 2026 di Bangkok, Thailand pada akhir Agustus lalu untuk menerima penghargaan dari konsorsium pariwisata. Ia pun berada di Negeri Gajah Putih selama tiga hari dan menghadiri berbagai kegiatan, termasuk final pemilihan Miss Equality World 2026 di MGI Hall. Tetapi, pria yang juga merupakan tokoh publik di Bali itu menggarisbawahi, ia tidak memberikan dukungan secara terbuka bagi Miss Equality World 2026.
"Even saya gak memberikan pidato kok. Saya hanya menerima penghargaan saja," ungkap Arya kepada IDN Times lewat telepon, Rabu (2/9/2026).
Ia menjelaskan, ada lima individu yang menerima penghargaan dari sejumlah negara, termasuk Indonesia. Arya turut membantah hadir di acara tersebut dalam kapasitas sebagai anggota DPD. "Kemarin itu saya diundang atas nama tokoh Hindu dan pariwisata Bali, bukan sebagai senator," katanya.
Kehadiran Arya di acara Miss Equality World 2026 menjadi sorotan publik di Tanah Air. Lantaran Miss Equality World 2026 merupakan ajang kontes kecantikan internasional untuk memilih perempuan transgender tercantik. Ajang kecantikan itu diikuti oleh peserta dari 15 negara, termasuk Indonesia. Kontestan asal Indonesia diwakili oleh Millen Cyrus.
Salah satu protes disampaikan oleh pemengaruh, Bobon Santoso. Ia mempertanyakan tujuan Arya hadir di ajang kecantikan tersebut. Bobon juga menyoroti prajurit TNI yang ikut mendampingi Arya.
"Bali memiliki begitu banyak persoalan dan aspirasi masyarakat yang menunggu diperjuangkan. Namun, yang terlihat justru kehadiran di panggung internasional Miss Equality World. Pertanyaan sederhana, jangan-jangan panggung internasional lebih menarik daripada persoalan di rumah sendiri?" tanya Bobon di akun media sosialnya yang dikutip pada hari ini.
