Tiga paslon presiden saat mengikuti debat di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
Rizka menjelaskan ada beberapa faktor tingginya pemilih mengambang pada Pemilu 2024. Pertama, mantan pemilih Joko "Jokowi" Widodo-Ma'ruf Amin pada Pemilu 2019, saat ini bimbang karena perpindahan dukungan Jokowi yang semula ke capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo, namun belakangan berpindah ke capres nomor urut 2 Prabowo Subianto.
"Kedua, Gen X. Mereka lebih berpengalaman memilih, sehingga cenderung kritis pada para calon yang ada sekarang. Mereka kemungkinan menunggu debat," kata Rizka.
Faktor ketiga, lanjut Rizka, warga Nahdlatul Ulama (NU) di Jawa Timur masih bimbang antara harus memilih cawapres nomor urut 1 Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, atau cawapres nomor urut 3 Mahfud MD. Karena mereka sama-sama Nahdliyin.
"Dua cawapres dari kalangan NU, yakni Muhaimin dan Mahfud. Kemungkinan mereka masih menunggu debat dan sinyal dari ulama," kata Rizka, menambahkan.
Sementara, mengacu pada hasil survei Kompas terbaru, Rizka juga sependapat bahwa pemilih mengambang mayoritas dari kalangan Gen X yang berusia antara 41-60 tahun.
Diketahui, Komisi Pemilihan Umum (KPU RI) telah menetapkan tiga pasangan capres-cawapres Pilpres 2024 pada Senin, 13 November 2023. KPU juga sudah mengundi nomor urut capres-cawapres pada Selasa 14 November 2023.
Hasilnya, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar nomor urut 1, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka nomor urut 2, dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD nomor urut 3.
KPU juga telah menetapkan masa kampanye mulai 28 November 2023 hingga 10 Februari 2024. Sedangkan, 11-13 Februari 2024 memasuki masa tenang, dan 14 Februari 2024 hari pencoblosan atau pemungutan suara yang bertepatan dengan Hari Valentin.
Baca berita terbaru terkait Pemilu 2024, Pilpres 2024, Pilkada 2024, Pileg 2024 di Gen Z Memilih IDN Times. Jangan lupa sampaikan pertanyaanmu di kanal Tanya Jawab, ada hadiah uang tunai tiap bulan untuk 10 pemenang.