Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hasto Bandingkan Penanganan Febrie dengan Terduga Pencuri Ayam di Bali
Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto (IDN Times/Ilman Nafi'an)

Jakarta, IDN Times - Sekjen PDI Perjuangkan, Hasto Kristiyanto, membandingkan penanganan kasus yang menjerat eks Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Ardiansyah dengan kasus pelaku terduga pencuri ayam di Bali, KD, yang dikeroyok hingga tewas. Hasto mengatakan, PDI Perjuangan segera memberikan bantuan kepada keluarga korban yang dikeroyok hingga tewas.

"Yang di Bali, kami akan segera tindak lanjuti untuk memberikan bantuan kepada korban," ujar Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, peristiwa tersebut seolah melupakan Indonesia merupakan negara hukum yang harus melindungi segenap tumpah darah bangsa.

"Tidak boleh ada suatu ketidakadilan, apalagi ditunjukkan secara ekstrem kepada rakyat yang mungkin menghadapi kesulitan kehidupan ekonomi akibat tantangan yang tidak ringan saat ini," kata dia.

Hasto mengatakan, peristiwa di Bali sangat kontras dengan apa penanganan kasus Febrie. Sebab, Febrie saat dibawa ke rutan KPK, tidak menggunakan rompi tahanan dan diborgol.

"Dan ini sangat kontras dengan proses penegakan hukum yang terjadi, yang berkaitan dengan Bapak mantan Jampidsus, Bapak Febri di mana tadi kami katakan di dalam sambutan, bagaimana warga negara yang oleh konstitusi memiliki kedudukan yang sama di mata hukum, ternyata tidak sama di hadapan penegak hukum," kata dia.

Hasto kemudian mengatakan, dirinya pun ketika pernah ditahan di rutan KPK, mengenakan rompi oranye dan diborgol. Meski demikian, Hasto kemudian dibebaskan setelah mendapat amnesti dari Presiden Prabowo Subianto.

"Sehingga saya pun pernah mengalami ketika mengenakan rompi oranye, diborgol, saya taat meskipun saya tahu itu bagian dari suatu kriminalisasi akibat sikap keras di dalam menyikapi Pemilu tahun 2024 yang lalu. Itu saya terima," ucap dia.

"Dan kemudian tidak boleh ada perlakuan yang berbeda hanya karena seorang pejabat di bidang hukum lalu mendapatkan suatu keistimewaan. Ini yang akan mempercepat ketidakpuasan itu," kata dia.

Sebelumnya, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat Kepolisian Resor (Kasi Humas Polres) Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani, mengatakan seorang pria berinisial KD dikeroyok massa hingga meninggal dunia. Pria tersebut diduga mencuri ayam di wilayah Banjar Dinas Juwuk Legi, Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.

Peristiwa pengeroyokan berlatar pencurian ayam itu terjadi dini hari sekitar pukul 01.30 Wita, Jumat (24/7/2026). Kasus ini sedang dalam proses penyelidikan kepolisian. Video pengejaran pelaku viral di media sosial lokal. Menurut polisi, KD merupakan warga Desa Sidetapa, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng.

Kasus ini menjadi perhatian, setelah video putri KD menangis melihat ayahnya telah meninggal dunia karena dikeroyok.

Curated For You

Editorial Team

Related Article