Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Helikopter Super Puma VH-HGM yang jatuh ke Sungai Barito pada Minggu, 8 November 2026. (Dokumentasi Istimewa)
  • Helikopter Super Puma HV-HGM jatuh ke Sungai Barito Kuala pada 8 November 2026 saat mengambil air untuk misi water bombing karhutla.
  • Tiga kru di dalam helikopter selamat. BNPB menegaskan helikopter tersebut merupakan unit sewaan untuk membantu pemadaman karhutla, bukan milik TNI.
  • Insiden ini menjadi kecelakaan kedua dalam misi karhutla di Kalimantan setelah Mi-17 Puspenerbad jatuh pada 4 November, menewaskan tiga dari delapan personel TNI AD.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Helikopter Super Puma HV-HGM yang menjalankan misi water bombing untuk pemadaman karhutla jatuh ke Sungai Barito Kuala. Tiga kru di dalam helikopter selamat.
  • Who?
    Tiga kru helikopter Super Puma selamat. BNPB menyewa helikopter tersebut untuk mendukung pemadaman kebakaran hutan dan lahan; helikopter bukan milik TNI.
  • Where?
    Kecelakaan terjadi di Sungai Barito Kuala, Kalimantan.
  • When?
    Helikopter jatuh pada Minggu, 8 November 2026.
  • Why?
    Penyebab kecelakaan helikopter Super Puma per saat ini masih belum diketahui.
  • How?
    Helikopter mengalami kecelakaan saat mengambil air di Sungai Barito untuk pelaksanaan water bombing dalam misi pemadaman karhutla.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Helikopter Super Puma jatuh ke Sungai Barito di Kalimantan saat mau mengambil air untuk memadamkan kebakaran hutan. Di dalamnya ada tiga kru, dan semuanya selamat. Helikopter itu disewa BNPB, bukan punya TNI. Ini kecelakaan kedua saat memadamkan kebakaran di Kalimantan. Sebelumnya, helikopter lain jatuh dan tiga tentara meninggal.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Di tengah risiko tinggi operasi water bombing, keselamatan seluruh tiga kru Super Puma menjadi kabar yang melegakan. Penggunaan helikopter sewaan BNPB juga menunjukkan adanya dukungan operasional untuk pemadaman karhutla, sementara penanganan kecelakaan sebelumnya terus ditelusuri melalui kotak hitam yang telah ditemukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Sebuah helikopter Super Puma yang ikut dalam misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengalami kecelakaan pada Minggu (8/11/2026) di Sungai Barito, di Kalimantan. Di dalam video yang terekam kamera amatir, helikopter terlihat sedang mengambil air untuk melakukan water bombing.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan, Berton Panjaitan membenarkan jatuhnya helikopter tersebut. "Benar, pada Minggu 8 November 2026 telah terjadi kecelakaan Heli WB Super Puma HV-HGM jatuh ke Sungai Barito Kuala," ungkap Berton kepada IDN Times lewat pesan pendek pada hari ini.

Helikopter itu mengangkut tiga kru dan semua dalam keadaan selamat. Ketika IDN Times tanyakan apakah helikopter itu milik TNI, Berton menepisnya. Helikopter itu disewa oleh BNPB untuk membantu pemadaman karhutla.

"Helikopter itu BNPB yang sewa, bukan milik TNI," katanya.

Ini merupakan kecelakaan kedua yang terjadi ketika dilakukan misi pemadaman karhutla di Pulau Kalimantan. Sebelumnya, pada Rabu, 4 November 2026 lalu terjadi kecelakaan yang menimpa Helikopter Mi-17 milik Puspenerbad. Helikopter tersebut jatuh ke laut ketika melakukan water bombing di Kalimantan Tengah.

Dari 8 anggota TNI AD di dalam helikopter, tiga di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Lima anggota TNI AD lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat. TNI AD masih menelusuri penyebab terjadinya kecelakaan lewat kotak hitam yang telah ditemukan pada Sabtu kemarin.

Curated For You

Editorial Team

Related Article