Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tim Gabungan Temukan Kotak Hitam Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kalteng

3 min read
Tim Gabungan Temukan Kotak Hitam Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kalteng
Tim gabungan yang ditugaskan untuk mencari kotak hitam Helikopter Mi-17V5. (Dokumentasi Puspen TNI)
  • Tim gabungan TNI menemukan dan mengevakuasi flight data recorder Helikopter Mi-17 TNI AD yang jatuh di Kalimantan Tengah setelah pencarian dua hari.
  • FDR diserahkan kepada tim investigasi Puspenerbad untuk mendukung penyelidikan penyebab kecelakaan helikopter yang terjadi pada 4 November 2026.
  • Helikopter membawa delapan prajurit: tiga meninggal dan lima selamat. Seluruh korban telah ditemukan setelah evakuasi terakhir menghadapi arus kuat, air keruh, serta tumpahan minyak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Setelah melakukan pencarian selama dua hari, tim gabungan TNI berhasil menemukan kotak hitam Helikopter Mi-17 milik TNI Angkatan Darat (AD) yang jatuh di Kalimantan Tengah. Kotak hitam berisi flight data recorder (FDR) itu kemudian dievakuasi ke daratan oleh tim penyelam Komando Armada I.

Operasi evakuasi dipimpin oleh Kasi Ops Rem 102/Panju Panjung, Letnan Kolonel Inf Abdul Jamal Husin dengan melibatkan penyelam TNI Angkatan Laut (AL), personel Penerbad, Polairud, dan Basarnas.

"Proses pencarian dan pengangkatan dilakukan melalui operasi penyelaman yang diawali dengan persiapan peralatan serta briefing teknis guna memastikan seluruh tahapan berjalan aman serta sesuai prosedur," ungkap Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayjen TNI Muhammad Nas dalam keterangan pada Sabtu (7/11/2026).

FDR kemudian diserahkan kepada tim investigasi Puspenerbad untuk mendukung proses penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan helikopter tersebut. "Temuan ini diharapkan dapat membantu proses investigasi dalam mengungkap penyebab kecelakaan," tutur jenderal bintang dua itu.

Sebelumnya, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita juga menginstruksikan untuk menemukan FDR demi mengetahui penyebab jatuhnya Helikopter Mi-17 pada Rabu, 4 November 2026.

  1. 1. Tiga prajurit TNI AD ditemukan meninggal dunia

    Jenazah Sertu Heri Prasetyo akhirnya berhasil dievakuasi usai terjebak di dalam Helikopter Mi-17V5 yang jatuh.
    Jenazah Sertu Heri Prasetyo akhirnya berhasil dievakuasi usai terjebak di dalam Helikopter Mi-17V5 yang jatuh. (Dokumentasi TNI AD)

    Sementara, dalam insiden kecelakaan pada Rabu lalu, Helikopter mengangkut delapan prajurit TNI AD. Tiga di antaranya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia. Kedua prajurit TNI AD sudah dimakamkan di kampung halaman dan satu anggota lainnya baru ditemukan pada Jumat, 6 November 2026.

    Jenazah terakhir yang berhasil dievakuasi yakni Sertu Heri Prasetyo. Lima prajurit TNI AD lainnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat.

    "Proses evakuasi dipimpin langsung oleh Pangdam XXII/Tambun Bungai, Mayjen TNI Zainul Arifin dengan melibatkan berbagai unsur terkait. Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran juga ikut mendampingi," ungkap Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono di dalam keterangan pada Jumat.

    Ia menjelaskan sebelum jenazah Sertu Heri berhasil dievakuasi, tim gabungan terlebih dahulu membalikan badan helikopter yang berada di dasar perairan. Proses tersebut, kata Donny, menggunakan bantuan kapal tugboat yang menarik badan helikopter.

    "Sehingga, tim penyelam dapat menjangkau dan mengevakuasi korban dari dalam badan pesawat," tutur dia.

  2. 2. Proses evakuasi jenazah berlangsung dalam kondisi air keruh

    Heri Prasetyo, TNI AD
    Jenazah Sertu Heri Prasetyo akhirnya berhasil dievakuasi usai terjebak di dalam Helikopter Mi-17V5 yang jatuh. (Dokumentasi TNI AD)

    Donny menjelaskan, evakuasi jenazah Sertu Heri berlangsung di tengah tantangan alam cukup berat. Tim penyelam harus menghadapi bergam kendala mulai dari arus perairan yang kuat, kondisi air keruh dan berlumpur, pencahayaan yang minim dan ada tumpahan minyak. Namun, semua itu bisa diatasi karena koordinasi dan kerja sama seluruh unsur yang ada.

    "Alhasil, proses evakuasi dapat diselesaikan dengan baik," ungkap jenderal bintang satu itu.

    Jenazah Sertu Heri yang berhasil dievakuasi kemudian dibawa menuju Pelabuhan Segintung dan dilanjutkan ke RSUD Kuala Pembuang. TNI AD menyampaikan apresiasi kepada tim gabungan dan masyarakat setempat yang telah secara sukarela ikut membantu proses pencarian dan evakuasi korban.

    "Dengan ditemukannya Sertu Heri sebagai korban terakhir, maka seluruh korban dalam kecelakaan helikopter Mi-17V5 TNI AD telah ditemukan," tutur dia.

  3. 3. Jenazah dua prajurit TNI AD yang meninggal telah dimakamkan

    IMG_20261105_151901.jpg
    Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra, Kota Bandung, Kamis (5/11/2026). (IDN Times-Azzis Zulkhairil)

    Sementara, dua jenazah prajurit TNI AD yang gugur sudah dimakamkan di dua lokasi berbeda. Letnan Kolonel Cpn Dudi Firmansyah dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Cikutra Bandung. Kemudian, Kapten Cpn Nurhafiz Akbar dimakamkan di TMP Giri Tunggal, Semarang.

    Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Tandyo Budi Revita memimpin langsung upacara pemakaman Kapten Cpn Nurhafiz. Ia mengatakan ketiganya sudah berada di Kalimantan selama dua bulan terakhir.

    "Tiga almarhum ini sudah hampir dua bulan di sana," kata dia.

    Jenderal bintang empat itu juga menyebut ugurnya Nurhafiz menjadi duka bagi keluarga besar TNI AD.

    "Dedikasi dan keberaniannya dalam menjalankan misi kemanusiaan mencerminkan komitmen prajurit untuk hadir membantu masyarakat, termasuk dalam penanggulangan kebakaran hutan dan lahan," tutur dia.

Related Articles

See More
Tim Gabungan Temukan Kotak Hitam Helikopter TNI AD yang Jatuh di Kalteng