Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Hendak Ikut Demo, Pelajar Asal Sukabumi Dicegat di Stasiun Bogor
Pelajar SMK dari Sukabumi di. cegat di Stasiun Bogor saat hendak kkut demo Jakarta. Istimewa
  • Lima pelajar SMA asal Sukabumi diamankan di Stasiun Bogor pada 27 Agustus 2026 setelah pemeriksaan ponsel mengindikasikan mereka hendak ke Jakarta untuk mengikuti demo.
  • Satgas Pelajar Kota Bogor masih menunggu tujuh pelajar lain yang diduga terlibat. Percakapan mereka menunjukkan rencana berkumpul di depan minimarket stasiun sebelum berangkat.
  • Petugas menduga pelajar terpengaruh pamflet seruan aksi yang viral di media sosial. Penggeledahan tas tidak menemukan senjata tajam atau benda mencurigakan, hanya sebuah peci.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
27 Agustus 2026

Lima pelajar SMA asal Sukabumi diamankan di Stasiun Bogor saat diduga hendak ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi.

kini

Satgas Pelajar Kota Bogor menunggu dan berupaya mencegat tujuh pelajar lain yang belum tiba di lokasi.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
  • What?
    Lima pelajar SMA asal Sukabumi diamankan di Stasiun Bogor saat diduga hendak berangkat ke Jakarta untuk mengikuti demonstrasi.
  • Who?
    Lima pelajar SMA asal Sukabumi diamankan Satgas Pelajar Kota Bogor; Entis mewakili Satgas. Tujuh pelajar lain masih dicari dan dipancing untuk datang.
  • Where?
    Pencegatan berlangsung di Stasiun Bogor. Berdasarkan percakapan ponsel, titik kumpul mereka berada di depan minimarket Indomaret stasiun.
  • When?
    Kelima pelajar diamankan pada Kamis, 27 Agustus 2026. Waktu keberangkatan mereka ke Jakarta belum ada kepastian.
  • Why?
    Satgas menduga para pelajar terpengaruh pamflet seruan aksi yang beredar di media sosial, termasuk informasi ajakan bagi pelajar SMK se-Bogor.
  • How?
    Petugas mengungkap tujuan mereka setelah memeriksa ponsel, usai para pelajar sempat mengelak. Penggeledahan tas tidak menemukan senjata tajam atau benda mencurigakan; hanya satu peci ditemukan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Lima pelajar SMA dari Sukabumi dihentikan petugas di Stasiun Bogor. Mereka mau pergi ke Jakarta untuk ikut demo. Awalnya mereka tidak bilang jujur. Petugas lalu melihat ponsel mereka dan menemukan pesan janjian di depan minimarket. Petugas juga menunggu tujuh pelajar lain. Di tas mereka tidak ada benda berbahaya.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Pencegatan di Stasiun Bogor menunjukkan upaya pengawasan yang sigap terhadap perjalanan pelajar menuju aksi, dengan pemeriksaan yang menelusuri rencana mereka secara terukur. Di sisi lain, tidak ditemukannya senjata tajam maupun barang mencurigakan memberi gambaran bahwa kelompok tersebut tidak membawa indikasi persiapan tindakan anarkis.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bogor, IDN Times​ - Lima orang pelajar tingkat SMA asal Sukabumi diamankan di Stasiun Bogor pada Kamis (27/8/2026).

​Perwakilan Satgas Pelajar Kota Bogor, Entis, mengatakan, para pelajar ini sempat mengelak saat diinterogasi. Niat mereka baru terungkap setelah petugas memeriksa isi ponselnya.

​"Kita amankan dan dia awalnya tidak mengakui bahwa itu mau ke Jakarta. Kita proses lebih lanjut dengan pengecekan handphone, ternyata memang di situ ada indikasi mau ke Jakarta (ikut demo). Nah, ini juga kita sedang menunggu tujuh orang lagi yang belum datang. Masih kita pancing," kata Entis.

​1. Janjian berkumpul di depan minimarket stasiun

Museum Stasiun Bogor. IDN Times/ Linna Susanti

Entis mengatakan , fokus pencegatan kini mengarah pada tujuh pelajar lain yang belum tiba di lokasi. Berdasarkan penelusuran percakapan di aplikasi pesan singkat dari kelima pelajar yang sudah diamankan, terungkap bahwa mereka memiliki titik kumpul yang telah disepakati.

​"Jadi kita cek handphone-nya, janjiannya di depan Indomaret stasiun. Kalau lihat dari chattingan sih tidak ada ajakan (paksaan), cuma menunggu untuk pemberangkatan ke Jakarta," kata Entis.

​2. Terpengaruh pamflet seruan aksi di media sosial

ilustrasi bermain medsos (pexels.com/Shvets Production)

Satgas menduga kuat para pelajar dari luar wilayah Kota Bogor ini nekad berangkat setelah terpapar informasi digital. Entis mengatakan, pergerakan mereka dipicu oleh poster seruan aksi yang viral.

​"Tahu info demo mungkin dari pamflet yang sudah beredar. Karena ada informasi seruan untuk pelajar SMK se-Bogor," ujar dia.

​3. Tidak ditemukan barang berbahaya

ilustrasi tas ransel (unsplash.com/priscilladupreez)

Meski hendak bergabung dengan aksi unjuk rasa berskala besar, petugas memastikan tidak ada indikasi persiapan tindakan anarkis dari kelompok pelajar ini. Saat ransel dan barang bawaannya digeledah, Satgas sama sekali tidak menemukan senjata tajam atau benda mencurigakan lainnya.

​"Untuk barang-barang sih tadi tidak ada, hanya (ditemukan) satu kopiah atau peci," kata Entis.

Aksi demonstrasi berlangsung di depan Gedung DPR, Jakarta, yang dilakukan oleh berbagai elemen masyarakat, termasuk mahasiswa. Aksi tersebut menyampaikan beberapa tuntutan, di antaranya soal pengesahan RUU Perampasan Aset dan hukuman mati terhadap para koruptor.

Curated For You

Editorial Team

Related Article