Jakarta, IDN Times - Direktorat Jenderal Imigrasi, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), meningkatkan kesiapsiagaan layanan di seluruh Tempat Pemeriksaan Imigrasi (TPI) udara, menyusul penutupan ruang udara di sejumlah negara Timur Tengah akibat eskalasi konflik militer.
Situasi ini berdampak pada operasional penerbangan internasional menuju Indonesia, termasuk pembatalan dan penundaan jadwal di beberapa bandara utama.
Plt Direktur Jenderal Imigrasi, Yuldi Yusman, mengatakan, jajarannya telah mengambil langkah untuk memastikan pelayanan tetap berjalan normal di tengah perubahan jadwal penerbangan. Penyesuaian dilakukan lewat pembatalan perlintasan keberangkatan baik secara manual maupun melalui sistem bagi penumpang dan kru maskapai yang terdampak.
“Ditjen Imigrasi memastikan pelayanan keimigrasian di bandara tetap berjalan optimal dan kondusif. Fokus kami adalah menjaga kelancaran pelayanan, ketertiban pemeriksaan, serta kepastian prosedur bagi penumpang yang terdampak pembatalan atau pengalihan penerbangan,” kata Yuldi, dikutip Senin (2/3/2026).
