Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Indonesia Tuntut Jaminan Keamanan Bagi Prajurit TNI di Lebanon
Isak tangis pecah saat jenazah 3 TNI yang gugur di Lebanon tiba di Bandara Soetta (dok. Sekretariat Presiden)
  • Pemerintah Indonesia menuntut jaminan keamanan bagi seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon setelah tiga prajurit gugur dalam tugas.
  • Menlu Sugiono menegaskan perbedaan antara misi penjaga perdamaian dan pembuat perdamaian, serta menyebut serangan terhadap pasukan UNIFIL sebagai pelanggaran serius terhadap mandat PBB.
  • Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat luar biasa untuk membahas insiden di Lebanon dan mengevaluasi keselamatan personel UNIFIL secara menyeluruh.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
sebelumnya

Pemerintah Indonesia meminta Dewan Keamanan PBB menggelar rapat luar biasa untuk membahas serangan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon setelah gugurnya tiga prajurit TNI.

4 April 2026

Menlu Sugiono menyampaikan bahwa Indonesia menuntut jaminan keamanan bagi seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB di Lebanon dan meminta PBB mengevaluasi keselamatan mereka.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Pemerintah Indonesia menuntut jaminan keamanan bagi seluruh prajurit TNI yang tergabung dalam pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon setelah tiga prajurit gugur dalam tugas.
  • Who?
    Menteri Luar Negeri Sugiono mewakili Pemerintah Indonesia, bersama tiga prajurit TNI yang gugur: Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.
  • Where?
    Pernyataan disampaikan di Jakarta melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, sementara insiden terjadi di wilayah operasi UNIFIL, Lebanon.
  • When?
    Pernyataan resmi disampaikan pada Sabtu, 4 April 2026, setelah laporan mengenai gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon diterima pemerintah.
  • Why?
    Tuntutan diajukan karena serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian dianggap pelanggaran serius dan membahayakan personel yang tidak terlibat dalam pertempuran bersenjata.
  • How?
    Pemerintah Indonesia meminta jaminan keamanan dari PBB serta mendorong Dewan Keamanan PBB mengadakan rapat luar biasa untuk mengevaluasi keselamatan pasukan UNIFIL di lapangan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Tiga prajurit TNI meninggal di Lebanon saat jaga damai. Menteri Sugiono bilang pemerintah mau PBB kasih jaminan supaya semua prajurit aman. Katanya mereka cuma jaga damai, bukan ikut perang. Indonesia juga sudah bicara sama Dewan Keamanan PBB dan minta rapat supaya keamanan prajurit dijaga lebih baik lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Sikap tegas pemerintah Indonesia dalam menuntut jaminan keamanan bagi prajurit TNI di Lebanon menunjukkan komitmen kuat terhadap perlindungan personel yang mengemban misi perdamaian dunia. Melalui langkah diplomasi aktif, termasuk komunikasi dengan Dewan Keamanan PBB, Indonesia memperlihatkan kepemimpinan moral dan tanggung jawab tinggi terhadap keselamatan pasukan penjaga perdamaian internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, mengatakan, Pemerintah Indonesia menuntut jaminan keamanan bagi seluruh prajurit pasukan perdamaian PBB (UNIFIL), pascagugurnya tiga prajurit TNI.

"Harus ada satu garansi keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian. They are peace keeping, not peace making," ujar Sugiono dalam YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (4/4/2026).

1. Beda antara penjaga dan pembuat perdamaian

Menlu Sugiono di Bandara Soetta saat acara penghormatan prajurit TNI yang gugur. (Dok. YouTube Sekretariat Presiden)

Sugiono menekankan perbedaan mendasar antara misi penjaga perdamaian (peacekeeping) dan misi pencipta perdamaian (peacemaking). Menurut dia, serangan terhadap pasukan PBB adalah pelanggaran serius.

Pasalnya, mereka bukan merupakan pihak yang terlibat dalam pertempuran. Para prajurit TNI yang tergabung di UNIFIL tak dilengkapi dengan kemampuan untuk upaya membuat perdamaian.

"Mereka tidak dilengkapi dengan kemampuan untuk membuat ataupun peace making, ini perlengkapannya dan latihannya adalah untuk menjaga perdamaian," kata Sugiono.

2. Meminta PBB evaluasi keamanan prajurit UNIFIL

Isak tangis pecah saat jenazah 3 TNI yang gugur di Lebanon tiba di Bandara Soetta (dok. Sekretariat Presiden)

Pemerintah Indonesia menilai situasi di Lebanon saat ini tidak seharusnya membahayakan keselamatan personel PBB. Karena itu, jaminan keamanan fisik bagi prajurit menjadi tuntutan wajib.

"Kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada, khususnya di UNIFIL ini," kata Sugiono.

3. Indonesia sudah berkomunikasi dengan Dewan Keamanan PBB

Jenazah 3 anggota TNI pasukan perdamaian UNIFIL di Bandara Soetta (IDN Times/Maya Aulia Aprilianti)

Sebelumnya, Pemerintah Indonesia telah meminta Dewan Keamanan PBB untuk menggelar rapat luar biasa guna membahas serangan terhadap pasukan UNIFIL di Lebanon. Langkah diplomasi proaktif ini diambil sebagai respons tegas atas gugurnya tiga prajurit TNI.

Ketiga prajurit TNI yang gugur itu adalah Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Mereka gugur saat menjalankan misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB di Lebanon.

Editorial Team