KSAD Minta Keluarga Prajurit TNI yang Tugas di Lebanon Tak Risau

- KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta keluarga prajurit di Lebanon tetap tenang karena para personel sudah terlatih dan memahami risiko tugas di wilayah konflik.
- Maruli menegaskan prajurit TNI di Lebanon telah dibekali SOP ketat, termasuk prosedur perlindungan di bunker saat menghadapi situasi berbahaya.
- Pemerintah Indonesia melalui Mabes TNI dan Kementerian Pertahanan tengah melakukan investigasi serta terus memantau kondisi prajurit, termasuk yang mengalami luka.
Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meminta para keluarga prajurit yang tengah bertugas di wilayah konflik, termasuk Lebanon, untuk tidak khawatir atau risau.
Dia menyebut, para prajurit TNI, termasuk yang dikirim sebagai pasukan perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon, sudah terlatih menghadapi berbagai situasi di lapangan. Meski memang, dia tak menampik adanya risiko.
"Tidak usah risau sebetulnya, mereka juga sebetulnya yang tahu apa yang harus dilakukan. Tapi apa pun juga semua pasti ada risikonya di tengah-tengah kejadian tersebut. Yang penting doakan saja semua bisa berjalan dengan baik," ujar Maruli di Bandara Soekarno Hatta, Sabtu (4/4/2026).
1. Sudah dibekali SOP yang ketat

Maruli mengungkapkan, para prajurit TNI di Lebanon telah dibekali prosedur operasional standar (SOP) yang ketat. Dalam kondisi konflik tertentu, terdapat instruksi khusus bagi personel untuk segera berlindung di dalam bunker.
"Sebetulnya mereka sudah ada SOP untuk bagaimana apa yang harus dilakukan dengan kondisi apa. Saya kira SOP mereka sudah ada dan bagaimana nanti pelaksanaannya kita nanti tunggu," kata Maruli.
2. Langkah investigasi sudah dilakukan pemerintah Indonesia

Terkait penanganan pascagugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon, Maruli menyebut langkah-langkah investigasi dan penyelesaian secara menyeluruh telah disiapkan otoritas terkait di Indonesia.
"Jadi mudah-mudahan nanti tindak lanjut penyelesaian ini saya kira sudah direncanakan oleh Mabes TNI, kemudian Kementerian Pertahanan, dan juga mungkin atas nama negara mudah-mudahan bisa semakin jelas bagaimana peristiwa ini terjadi," kata Maruli.
3. Negara terus pantau kondisi prajurit TNI di Lebanon

Meski belum mengetahui dengan detail, Maruli memastikan Markas Besar TNI hingga Kementerian Pertahanan terus memantau situasi dan kondisi terkini prajurit yang bertugas di Lebanon, terutama yang dikabarkan terluka.
"Kami dapat informasi hanya identitas tertentu (prajurit TNI) dalam kondisi sakit, nanti saya coba detailkan lagi," ucap Maruli.


















