Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Prediksi Cuaca: Awas Hujan Ekstrem di Sumut dan Angin Kencang dari Lampung-NTT

3 min read
Prediksi Cuaca: Awas Hujan Ekstrem di Sumut dan Angin Kencang dari Lampung-NTT
Ilustrasi hujan lebat. IDN Times/Aan Pranata
  • BMKG menetapkan Sumatera Utara berstatus Awas untuk hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 9–12 November 2026; Aceh dan Sumatera Barat berstatus Siaga.

  • Angin kencang berpotensi melanda Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan pada 6–8 November, lalu Papua Selatan pada 9–12 November.

  • Di tengah El Niño kuat dan IOD positif, 543 titik masih mengalami kekeringan panjang hingga ekstrem; titik panas terbanyak terdeteksi di Papua Selatan.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menetapkan Sumatra Utara berstatus Awas terhadap potensi hujan sangat lebat hingga ekstrem pada 9–12 November 2026. BMKG mencantumkan peringatan tersebut dalam dokumen prakiraan cuaca sepekan untuk periode 6–12 November 2026.

Dalam pernyataan resmi yang dikutip Sabtu (7/11/2026), BMKG juga memetakan potensi hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah lain, serta mencatat kondisi kekeringan yang masih berlangsung di sebagian daerah.

  1. 1. Awas hujan Ekstrem di Sumut, Aceh Sumbar Siaga

    IMG_20261107_091815.jpg
    Prediksi Akumulasi Curah Hujan 24 jam di Indonesia pada 8 November 2026. (Dok. BMKG)

    Berdasarkan data BMKG, pada periode 9–12 November 2026, Provinsi Sumatra Utara (Sumut) masuk kategori Awas untuk potensi hujan sangat deras hingga ekstrem.

    Pada periode yang sama, Aceh dan Sumatra Barat masuk kategori Siaga untuk potensi hujan deras. Potensi hujan deras diprediksi dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang.

    Sementara untuk periode 6–8 November 2026, kategori Siaga hujan deras mencakup lima provinsi, yakni Aceh, Jawa Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan dan Papua.

    Selain wilayah berstatus Siaga, potensi peningkatan hujan berintensitas sedang juga tercantum untuk sejumlah daerah di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. Meski demikian, BMKG menyatakan cuaca Indonesia secara umum pada periode ini didominasi hujan ringan.

  2. 2. Sejumlah daerah waspada angin kencang

    Ilustrasi angin kencang. (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Ilustrasi angin kencang. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    BMKG juga menyampaikan potensi angin kencang dalam sepekan ke depan. Pada 6–8 November 2026 wilayah yang diprediksi terjadi angin kencang meliputi Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan. Sementara pada 9–12 November 2026 diprediksi terjadi di Papua Selatan.

    Sebagai gambaran kondisi sebelumnya, pada periode 1–4 November 2026, BMKG mencatat angin dengan kecepatan mencapai 35 knot teramati di Lampung. Angin kencang juga tercatat di Jawa Tengah dan Kalimantan Selatan.

  3. 3. Potensi hujan tetap muncul di tengah pengaruh El Nino

    Ilustrasi hujan yang menggambarkan turunnya air dari langit dan kondisi cuaca basah di sebuah wilayah.
    Ilustrasi hujan (IDN Times/Ayu Afria)

    BMKG menyatakan, El Nino berintensitas sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif masih terpantau berdasarkan pemantauan BMKG pada Dasarian III Oktober 2026. Keduanya dinyatakan cenderung mengurangi pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

    Kendati demikian, pengaruh tersebut tidak berarti seluruh wilayah bebas hujan. Aktivitas gelombang atmosfer, pertemuan dan perlambatan angin, kelembapan udara yang tinggi, serta kondisi atmosfer yang labil masih dapat mendukung pertumbuhan awan hujan di sejumlah daerah.

    Pada periode pengamatan 1–4 November 2026, curah hujan harian tertinggi yang dicantumkan dalam dokumen mencapai 358 mm/hari di Jawa Timur, diikuti Bali 300 mm/hari, Aceh 167 mm/hari, dan Kalimantan Barat 101 mm/hari. Angka ini merupakan catatan hujan yang telah terjadi, bukan prediksi untuk pekan berikutnya.

  4. 5. Kekeringan dan kebakaran lahan tetap perlu diantisipasi

    Ilustrasi bencana kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)
    Ilustrasi bencana kekeringan. (IDN Times/Muhammad Nasir)

    BMKG turut melaporkan, di tengah potensi hujan, sebagian wilayah masih mengalami kondisi kering. Hasil pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) dalam dokumen, menunjukkan 543 titik pengamatan berada pada kategori sangat panjang hingga ekstrem panjang.

    Pemantauan satelit yang dicantumkan juga menunjukkan titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi paling banyak terdeteksi di Papua Selatan sebanyak 615 titik, disusul Kalimantan Tengah 255 titik dan Kalimantan Timur 223 titik. Angka tersebut merujuk pada titik panas hasil pemantauan satelit, bukan jumlah kejadian kebakaran.

    Terkait hal ini, BMKG mengimbau masyarakat untuk menghemat penggunaan air, menjaga kecukupan cairan tubuh, serta tidak membakar sampah atau membuka lahan secara sembarangan. Dengan kondisi yang berbeda antarwilayah, kewaspadaan terhadap hujan lebat perlu berjalan bersamaan dengan antisipasi kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

Related Articles

See More