Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Jawab SMRC Soal Kinerja Prabowo, Golkar: Harus Ada Survei Sandingan
Sekretaris Jenderal DPP Partai Golkar, Muhammad Sarmuji (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Jakarta, IDN Times - Sekjen Partai Golkar, Muhammad Sarmuji menilai, hasil survei SMRC perlu disandingkan dengan beberapa lembaga survei lain supaya ada perbandingan yang valid terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan ini disampaikan Sarmuji menyikapi hasil survei SMRC yang mencatat adanya penurunan tingkat kepuasan publik sebesar 30 persen terhadap kinerja Presiden Prabowo. Hal ini dipengaruhi sejumlah faktor di antaranya, tata kelola ekonomi hingga penegakkan hukum.

"Survei SMRC ini perlu disandingkan dengan beberapa lembaga survei yang lain supaya ada perbandingan yang valid," kata Sarmuji saat dihubungi, Senin (27/7/2026).

1. Capaian pemerintah tak cukup dinilai dari presepsi hasil survei

Ketum Golkar Bahlil Lahadalia dan Sekjen Golkar M. Sarmuji. IDN Times/Ardiansyah Fajar.

Kendati demikian, Sarmuji mengatakan, ada atau tidak ada survei pemerintah terus memperbaiki model pendekatan yang pas agar tujuan dan target pemerintahan Presiden Prabowo berhasil.

Menurut dia, telah banyak perbaikan tata kelola yang sudah dan sedang dilakukan pemerintah, termasuk dalam perubahan di bidang fiskal. Ia mengatakan, usaha untuk memenuhi harapan masyarakat tidak akan pernah berhenti. Penilaian terhadap kinerja pemerintah tidak semestinya hanya didasarkan pada persepsi yang tercermin dalam survei.

Menurutnya, ada berbagai capaian yang dapat diukur secara objektif juga perlu menjadi pertimbangan dalam menilai kinerja pemerintah.

"Tidak sekedar persepsk tetapi capaian yang lebih obyektif juga mesti dilihat secara jujur seperti swasembada beras, ketahanan dan kedaulatan energi yang makin baik, indeks angka gini yang turun dan capaian lainnya," kata dia.

2. Survei SMRC catat approval rating Prabowo anjlok

Presiden Prabowo Subianto (dok. Kemenpan RB)

Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) mencatat tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo turun dari 81,2 persen pada survei November 2025 menjadi 51,1 persen pada Juli 2026. Dengan demikian, tingkat kepuasan turun sekitar 30,1 poin persentase dalam kurun waktu sembilan bulan.

Penurunan tersebut terjadi secara bertahap dalam tiga kali pengukuran SMRC. Setelah berada di angka 81,2 persen pada November 2025, tingkat kepuasan turun menjadi 66,4 persen pada survei 26 Februari–5 Maret 2026, sebelum kembali turun menjadi 51,1 persen pada Juli 2026.

Bersamaan dengan turunnya tingkat kepuasan, jumlah responden yang menyatakan kurang puas atau tidak puas terhadap kinerja Prabowo meningkat signifikan. Pada November 2025, hanya 16 persen responden yang mengaku kurang puas atau tidak puas. Namun, pada survei Juli 2026, angkanya melonjak menjadi 46,9 persen.

Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, mengatakan, peningkatan ketidakpuasan tersebut terjadi dalam periode yang sama ketika tingkat kepuasan terus mengalami penurunan.

“Sejak November 2025 ke Juli 2026, tingkat kepuasan publik pada kinerja Presiden Prabowo menurun sekitar 30,1 persen. Adapun warga yang merasa tidak atau sangat tidak puas pada kinerja Presiden Prabowo meningkat dari 16 persen pada survei November 2025 menjadi 46,9 persen pada survei Juli 2026,” ujar Deni, Minggu (26/7/2026).

3. Approval rating anjlok karena pengaruh isu ekonomi hingga penegakkan hukum

Presiden Prabowo Subianto saat memimpin sidang kabinet di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (20/7/2026). (Youtube/Sekretariat Kabinet)

SMRC menilai, penurunan tingkat kepuasan terhadap Prabowo tidak berdiri sendiri. Menurut Deni, tren tersebut berkaitan erat dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi nasional. 

“Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum,” kata Deni. 

Dia mengatakan, hasil survei mengenai evaluasi publik terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum dipublikasikan secara terpisah dalam rangkaian rilis survei SMRC.

Editorial Team

Related Article