Hari Kelima Pencarian 5 Jurnalis yang Hilang Kontak Belum Ada Hasil

- Pencarian lima jurnalis, dua ABK, dan seorang pemandu yang hilang kontak di sekitar Gunung Anak Krakatau memasuki hari kelima tanpa hasil.
- Satgas gabungan memperluas operasi menjadi 14 kapal di tujuh sektor, termasuk Pulau Sertung dan sekitar Anak Krakatau; keluarga dua jurnalis ikut memantau visual.
- Kemkomdigi melacak kontak terakhir rombongan pada 7 September 2026 di Pulau Sebesi melalui data operator seluler, serta mengimbau publik merujuk informasi resmi.
Jakarta, IDN Times - Operasi satgas gabungan untuk mencari lima jurnalis yang hilang kontak saat melakukan peliputan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) sudah memasuki hari kelima. Pencarian hari ini kembali dilakukan di Pulau Sertung, Banten dan di sekitar Gunung Anak Krakatau. Namun, hasilnya masih nihil.
Kapolda Banten, Irjen Pol Hengki mengatakan kapal polisi Sanjaya telah melakukan pemantauan di sekitar kawasan tersebut. Tim gabungan, kata Hengki, menempuh perjalanan sekitar 80 mil atau 140 kilometer. Jarak itu ditempuh dalam waktu delapan jam.
"Kami memantau sekaligus mencari keberadaan rekan-rekan kita dan kembali ke sini dengan perjalanan selama 8 jam selepas 80 mil dengan jarak kurang lebih 140 kilometer. Hari ini masih nihil. Kami tak menjumpai keberadaan mereka," ungkap Hengki di Dermaga Ciwandan, Banten, pada Sabtu (12/9/2026).
Di dalam operasi pada hari ini, dua keluarga turut dilibatkan. Mereka merupakan keluarga dari iNews, Yudhistira dan jurnalis lepas Donal Husni. Keluarga ikut melakukan pemantauan di sekitar Pulau Sertung melalui pengamatan visual dengan teropong.
1. Tim satgas gabungan mengerahkan 14 kapal

Tim gabungan Basarnas melakukan pencarian lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Gunung Anak Krakatau (GAK) memasuki hari kelima. (Dokumentasi Basarnas) Lebih lanjut, Hengki mengatakan operasi pencarian terus diperluas. Pada hari kelima, tim SAR gabungan mengerahkan 14 kapal yang dibagi ke dalam tujuh sektor pencarian.
"Hari keempat itu hanya (dikerahkan) 12 kapal dan 6 sektor, dibagi, dan hari ini (dikerahkan) 14 kapal, 7 sektor. Nanti, kami akan terus update kembali sambil menunggu yang lain kembali dan menyelesaikan pemantauan di wilayah masing-masing," tutur jenderal bintang dua di kepolisian itu.
Hengki menegaskan pemerintah terus berupaya maksimal untuk menemukan tim jurnalis dan tiga awak kapal yang hingga kini masih hilang kontak. Dia mengatakan, seluruh sumber daya manusia serta sarana dan prasarana pendukung dikerahkan dalam operasi tersebut.
"Kami berusaha sekuat tenaga untuk mencari dengan personel dan sarana-prasarana pendukung yang saya rasa sangat mumpuni, ya, namun, dibarengi juga tentu doa kita semua supaya segera menemukan titik terang keberadaan rekan-rekan kita," katanya.
2. Komdigi lacak kontak terakhir jurnalis di Pulau Sebesi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria (tengah) ketika meninjau posko SAR gabungan di Carita pada Sabtu, 12 September 2026. (Dokumentasi Kemkomdigi) Sementara, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria pada hari ini ikut meninjau posko SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Banten. Ia mengatakan pihak Kemkomdigi telah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk memantau jaringan base transceiver station (BTS) di sekitar Selat Sunda baik di sisi Banten maupun Lampung.
Ia mengatakan data yang diterima tim menunjukkan kontak terakhir pada 7 September 2026 berada di Pulau Sebesi yang merupakan salah satu gugus pulau terdekat dari Gunung Anak Krakatau.
"Dari operator seluler, kami sudah mendapatkan informasi dan informasi itu sudah diteruskan kepada SAR. Informasi tersebut sudah diproses berupa kontak terakhir di Pulau Sebesi," ungkap Nezar.
Pemantauan jejak komunikasi, kata Nezar, dilakukan setelah Kemkomdigi menerima informasi mengenai hilangnya kontak dengan rombongan yang terdiri dari atas lima jurnalis, dua anak buah kapal (ABK) dan seorang pemandu.
3. Kemkomdigi minta masyarakat agar lakukan verifikasi terhadap informasi

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria (IDN Times/Misrohatun) Nezar menegaskan Kemkomdigi akan terus mendukung proses pencarian melalui kapasitas infrastruktur dan pemantauan spektrum frekuensi yang dimiliki kementerian. Sekaligus berkoordinasi dengan operator seluler serta tim SAR.
"Kami terus memantau, mencari dan sama-sama berdoa. Kami minta seluruh rakyat Indonesia juga mendoakan agar proses pencarian ini, kita semua diberikan kekuatan dan kita bisa menemukan delapan wargaa kita yang berada di perairan Selat Sunda," katanya.
Kemkomdigi, kata Neza, juga melakukan pemantauan terhadap informasi yang beredar di ruang digital. Sebab, sudah mulai muncul berbagai kabar yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut.
"Kami mengimbau agar melakukan verifikasi terhadap informasi yang beredar serta menjadikan informasi resmi dari tim yang terlibat langsung dalam operasi pencarian sebagai rujukan utama," tutur dia.




















