Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Jejak Andri, Bos YAT di Balik Pengadaan Motor Listrik BGN Disorot KPK
Yasa Artha Trimanunggal menyediakan jasa pengadaan motor listik untuk BGN (dok. yasagroup.net)
  • Andri Mulyono menjadi sorotan publik setelah diketahui sebagai Komisaris Utama dan pemegang saham mayoritas PT Yasa Artha Trimanunggal, penyedia motor listrik untuk Badan Gizi Nasional senilai Rp1,2 triliun.
  • KPK pernah memeriksa Andri sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi penyaluran bansos beras PKH, mendalami informasi terkait harga dasar yang disampaikan kepada PT Dosni Roha Logistik.
  • Kepemilikan saham Andri di PT Yasa Artha Trimanunggal meningkat pesat hingga mencapai 72,5 persen pada 2025, menjadikannya pengendali utama perusahaan bersama Direktur Yenna Yuniana.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Nama Andri Mulyono kembali menjadi sorotan setelah tercatat sebagai Komisaris Utama sekaligus pemegang saham mayoritas PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT).

PT YAT diketahui menjadi penyedia sepeda motor listrik untuk Badan Gizi Nasional (BGN). Dalam data pengadaan 2025, BGN mengalokasikan sekitar Rp1,2 triliun untuk pengadaan motor listrik bagi operasional Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Berdasarkan catatan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Andri pernah dipanggil penyidik sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) beras untuk Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH).

1. Diperiksa sebagai saksi korupsi bansos

Gambaran situs resmi PT Yasa Artha Trimanunggal (dok. yasagroup.net)

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK pada Oktober 2025. Selain Andri Mulyono, penyidik juga memeriksa Ibrani Fraetzal selaku Planner Officer PT Dosni Roha Logistik (DNR) dan Krisyan Gosal selaku Direktur PT Lestari Jaya Raya.

"Penyidik mendalami perihal harga dasar penyaluran bansos beras yang mereka sampaikan kepada PT DNR," kata Budi.

2. Andri merupakan komisaris YAT

Motor listrik matic di gudang emo terparkir di halaman depan gudang EMMO distributor yang bekerjasama dengan BGN terkait pengadaan motor listrik. IDN Times/Linna Susanti

Dalam perkara tersebut, Andri diperiksa dalam kapasitasnya sebagai Komisaris Utama PT Yasa Artha Trimanunggal. Hingga saat itu, KPK menyebut pemeriksaan dilakukan untuk mendalami informasi terkait harga dasar penyaluran bansos beras.

Berdasarkan dokumen Administrasi Hukum Umum (AHU), Andri Mulyono pertama kali masuk ke dalam struktur PT Yasa Artha Trimanunggal pada Agustus 2021. Saat itu ia langsung menduduki posisi Komisaris Utama sekaligus memiliki 27.550 lembar saham senilai Rp2,755 miliar.

3. Pemegang saham terbanyak

Belajar Saham Pemula dan Cara Memaksimalkan Dana Nganggur di RDN (dok. Istimewa)

Kepemilikan saham, Andri kemudian meningkat pesat. Pada perubahan September 2021, ia tercatat memiliki 67.550 lembar saham atau senilai Rp6,755 miliar dan menjadi pemegang saham terbesar perusahaan.

Posisi tersebut terus bertahan dalam berbagai perubahan perseroan berikutnya. Pada Agustus 2024, kepemilikan saham Andri meningkat menjadi 123.250 lembar saham senilai Rp12,325 miliar.

Peningkatan terbesar terjadi pada Januari 2025 ketika PT Yasa Artha Trimanunggal menaikkan modal dasar perusahaan menjadi Rp150 miliar. Dalam struktur terakhir yang tercatat dalam AHU, Andri memiliki 1.087.500 lembar saham senilai Rp108,75 miliar atau setara sekitar 72,5 persen saham perusahaan.

4. Andri dan Yenna jadi pemegang saham

ilustrasi seseorang menggunakan kalkulator (pexels.com/Proyek Saham RDNE)

Sementara itu, Direktur PT Yasa Artha Trimanunggal, Yenna Yuniana tercatat memiliki 412.500 lembar saham senilai Rp41,25 miliar atau sekitar 27,5 persen saham perusahaan.

Data AHU menunjukkan, sejak masuk ke perusahaan pada 2021, Andri berkembang menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus Komisaris Utama. Di sisi lain, Yenna Yuniana tetap menjadi satu-satunya direktur yang bertahan dalam struktur perusahaan sejak perusahaan berdiri pada 2016.

Dengan komposisi tersebut, Andri Mulyono tercatat sebagai pengendali mayoritas saham PT Yasa Artha Trimanunggal. Namanya kemudian ikut menjadi perhatian publik setelah pernah diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan korupsi bansos beras dan tercatat sebagai salah satu figur utama dalam struktur perusahaan.

Editorial Team

Related Article