Jakarta, IDN Times - Kementerian Agama (Kemenag) mendorong perguruan tinggi keagamaan Islam untuk memperluas kajian akademik mengenai pesantren. Salah satu langkah yang diusulkan adalah pembukaan program studi (prodi) pesantren atau kepesantrenan di Universitas Islam Negeri (UIN).
Direktur Bina Pendidikan Muadalah dan Pendidikan Diniyah Formal, Ditjen Pesantren Kemenag, Mastuki, menyampaikan usulan tersebut dalam Sharing Session Kepesantrenan di UIN Sayyid Ali Rahmathulla (SATU) Tulungagung.
Menurut Mastuki, pesantren memiliki sejarah panjang dan kekayaan tradisi keilmuan yang sangat potensial untuk dikembangkan sebagai bidang kajian akademik di perguruan tinggi Islam. Ketersediaan sumber daya, literatur, serta berbagai referensi ilmiah menjadi modal penting untuk membangun disiplin keilmuan kepesantrenan.
Ia menilai, pesantren memiliki posisi istimewa dalam sejarah pendidikan Indonesia. Lembaga pendidikan berbasis pesantren telah berkembang jauh sebelum kemerdekaan, bahkan memiliki perjalanan sejarah selama ratusan tahun.
"Seharusnya pesantren menjadi bagian organik dari pendidikan tinggi keagamaan Islam. Karena secara historis, pesantren lahir terlebih dahulu, baru muncul madrasah pada awal abad 20 (sebagai respon terhadap sistem persekolahan yang diintrodusir penjajah Belanda), kemudian lahir perguruan tinggi Islam 1960-an", ujar Mastuki dalam keterangannya, dikutip Minggu (8/11/2026).