Jakarta, IDN Times – Pemuda Masjid Dunia meminta Kapolri melakukan evaluasi terhadap jajaran Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo menyusul dugaan pelanggaran prosedur dalam penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an di Mojolaban, Sukoharjo, Jawa Tengah.
Presiden Pemuda Masjid Dunia, Datuk H Said Aldi Al Idrus, mengatakan evaluasi tersebut diperlukan untuk memastikan seluruh tindakan aparat kepolisian telah sesuai dengan ketentuan hukum, terutama dalam penanganan perkara yang melibatkan lingkungan pendidikan dan anak-anak.
"Kami meminta Kapolri mengambil langkah tegas dengan mengevaluasi kepemimpinan Kapolda Jawa Tengah dan Kapolres Sukoharjo. Jika ditemukan pelanggaran serius, tentu harus ada tindakan dan pertanggungjawaban sesuai aturan yang berlaku," ujar Said Aldi dalam keterangannya di Jakarta, Minggu (1/11/2026).
Desakan tersebut menyusul penggerebekan Pondok Pesantren Hamalatul Qur'an pada Kamis dini hari sekitar pukul 03.20 WIB. Dalam peristiwa itu, sejumlah personel yang disebut berasal dari Polda Jawa Tengah dan Polres Sukoharjo, bersama anggota Brimob bersenjata lengkap, mendatangi kompleks pesantren.