Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Demo 160 Ribu Gen Z di 34 Kota Jerman Tuntut Perbaikan Pendidikan

3 min read
Demo 160 Ribu Gen Z di 34 Kota Jerman Tuntut Perbaikan Pendidikan
Bendera Jerman (unsplash.com/Mark König)
  • Lebih dari 160.000 demonstran Gen Z beraksi damai di 34 kota Jerman, menuntut perbaikan pendidikan publik, biaya hidup pelajar lebih rendah, serta menolak wajib militer pemuda.
  • Kekecewaan pelajar dipicu fasilitas kampus negeri yang tidak terawat dan penghematan anggaran saat inflasi tinggi; polisi memperketat pengamanan karena potensi penyusupan kelompok radikal.
  • Aksi di Jerman menjadi bagian gelombang protes Gen Z di Eropa sepanjang 2026, yang dipicu mahalnya biaya hidup dan minimnya dukungan fasilitas publik.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Lebih dari 160.000 orang di seluruh Jerman turun ke jalan untuk berdemonstrasi pada Sabtu (31/10/2026). Gerakan anak muda dari kalangan Generasi Z ini menuntut perbaikan fasilitas pendidikan publik serta penurunan biaya hidup bagi pelajar.

Pihak berwenang memperkirakan aksi unjuk rasa yang bertepatan dengan momen Halloween ini berlangsung secara damai. Kendati demikian, aparat kepolisian tetap memperketat pengamanan di puluhan kota besar guna mencegah potensi penyusupan dari kelompok ekstremis.

  1. 1. Aksi unjuk rasa massa di 34 kota besar Jerman

    Kelompok Gen Z regelt (Generasi Z Mengambil Alih) mengoordinasikan aksi demonstrasi di 34 kota besar, termasuk Berlin, Frankfurt, dan Munich. Massa menuntut penambahan anggaran sarana pendidikan dan menolak rencana penerapan wajib militer bagi pemuda.

    Kementerian Dalam Negeri Federal memperingatkan adanya potensi mobilisasi oleh kelompok radikal dalam aksi tersebut. Menteri Dalam Negeri Negara Bagian Hesse, Roman Poseck, mengimbau agar demonstrasi tidak berujung pada kerusuhan seperti yang pernah terjadi di Prancis. Mengantisipasi hal itu, sejumlah pertokoan di kawasan Kurfürstendamm, Berlin, memasang papan pelindung dan memilih tutup lebih awal.

    Di sisi lain, asosiasi resmi siswa nasional (BSK) mengambil posisi netral terhadap penyelenggara aksi.

    "Kami menjaga jarak dari kelompok 'Gen Z regelt', tetapi kami tetap mendukung para siswa yang memiliki kekhawatiran yang beralasan," kata Sekretaris Jenderal BSK, Amy Kirchhoff, dilansir Channel News Asia.

  2. 2. Tuntutan mahasiswa terkait perbaikan fasilitas kampus

    Kekecewaan para pelajar dipicu oleh buruknya fasilitas kampus negeri akibat minimnya renovasi bangunan. Sean Baker, seorang mahasiswa Technical University of Berlin, mengeluhkan kondisi ruang kuliah yang dinilainya sudah sangat tidak terawat.

    Di Munich, para pengunjuk rasa juga mengkritik kebijakan penghematan anggaran pemerintah di tengah tingginya laju inflasi.

    "Pemerintah tidak memberikan solusi nyata selain terus memangkas anggaran dan menambah beban baru bagi generasi muda," tegas Steve (18), salah seorang perwakilan aksi di Munich.

    Aksi protes ini berlangsung ketika perekonomian Jerman menghadapi perlambatan, seiring menyusutnya tenaga kerja produktif dan meningkatnya beban biaya pensiun bagi populasi lansia.

  3. 3. Gelombang protes generasi muda di berbagai negara Eropa

    Aksi di Jerman ini merupakan bagian dari gelombang demonstrasi Generasi Z di berbagai wilayah Eropa sepanjang 2026 akibat mahalnya biaya hidup dan minimnya dukungan fasilitas publik.

    Di Serbia, gerakan mahasiswa berhasil meningkatkan angka partisipasi pemilih hingga mengganti kepemimpinan nasional. Sementara itu di Prancis, unjuk rasa krisis biaya hidup sempat diwarnai bentrokan dengan aparat keamanan, perusakan fasilitas umum, hingga penerapan jam malam bagi remaja di Paris.

    Rentetan peristiwa di Eropa tersebut mencerminkan tingginya beban hidup yang dialami kalangan muda, yang kini mendorong aksi turun ke jalan di Jerman demi menuntut kepastian masa depan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Related Articles

See More