Kapolri Khutbah Jumat: Jadilah Pribadi yang Selalu Rendah Hati, Jangan Sombong

Kapolri Suyudi Ario Seto menyampaikan pesan moral tentang pentingnya rendah hati dan menjauhi kesombongan.
Jabatan, pangkat, dan kekuasaan dipandang sebagai amanah yang harus dijalankan dengan tanggung jawab.
Kerendahan hati perlu diwujudkan melalui kepedulian, keteladanan, kejujuran, dan penghormatan terhadap sesama.
Jakarta, IDN Times – Kapolri Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto menjadi khatib dalam shalat Jumat di Masjid Al-Ikhlas, Mabes Polri, Jumat (9/10/2026).
Dalam khutbahnya, Kapolri menyampaikan arahan dan pesan moral tentang pentingnya menjaga kerendahan hati, menjauhi sifat sombong, serta menjadikan jabatan dan kedudukan sebagai amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
"Jadilah pribadi yang selalu rendah hati, jangan sombong, dan jangan pernah merasa lebih hebat daripada orang lain. Jabatan, pangkat, dan kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Hormati sesama, bantulah mereka yang membutuhkan, dan tetaplah menjadi pribadi yang sederhana," pesan Kapolri kepada para jemaah.
Kapolri juga menekankan bahwa kerendahan hati merupakan cerminan akhlak mulia yang harus dijaga oleh setiap orang, terlebih bagi mereka yang memiliki jabatan dan tanggung jawab besar.
Semakin tinggi kedudukan seseorang, kata dia, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk bersikap bijaksana, peduli terhadap sesama, dan memberikan teladan yang baik.
Menurutnya, nilai-nilai keimanan perlu diwujudkan melalui sikap dan perilaku nyata, baik dalam lingkungan pekerjaan, keluarga, maupun kehidupan bermasyarakat. Dengan demikian, setiap amanah dapat dijalankan dengan keikhlasan, kejujuran, dan rasa syukur.
Mantan Kapolda Banten itu juga berharap seluruh jamaah dapat mengambil hikmah untuk terus memperbaiki diri, memperkuat persaudaraan, serta menjauhi sifat sombong dan angkuh dalam menjalani kehidupan.
“ Kemuliaan seseorang pada hakikatnya tidak semata-mata diukur dari pangkat, jabatan, atau kekayaan, melainkan juga dari akhlak, ketulusan hati, serta caranya memperlakukan orang lain” ujarnya.

























