Asrul, Relawan asal Kalbar bantu padamkan karhutla di Kalteng. (IDN Times/istimewa).
Peran masyarakat sebenarnya sudah tercermin dari aksi sejumlah relawan yang turun langsung ke wilayah terdampak karhutla. Salah satunya adalah Asrul Putra Nanda, yang rela bergerak dari Pontianak bersama lima relawan lainnya dari Rumah Zakat Kalimantan Barat untuk membantu pemadaman karhutla di Palangka Raya.
Berbekal pengalaman menangani karhutla di Kalbar, Asrul dan tim datang untuk membantu upaya pemadaman sekaligus berbagi pengetahuan dengan tim gabungan di lapangan. Mereka juga membawa nozzle tanam, peralatan untuk menjangkau bara api di bawah permukaan tanah, terutama pada lahan gambut.
Mereka menyatakan, tindakannya didasari atas alasan kemanusiaan dan merasa perlu hadir untuk membantu sesama agar mendapatkan kehidupan yang layak dengan memadamkan api di hutan sekitar.
Anggota riset dari Graduate School of Sustainable Development Universitas Indonesia, Jelang Ramadhan, menyatakan tindakan Asrul dan kawan-kawan mencerminkan penerapan ekoteologi dalam mengatasi karhutla di Palangka Raya.
"Kebakaran hutan dan lahan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia. Jangan lagi ada kebakaran hutan yang disengaja demi kepentingan korporasi yang sangat merugikan masyarakat Kalimantan dan ASEAN. Jika tidak ada tindakan kuat dari pemerintah, sudah seharusnya masyarakat yang bergerak," ujar Ramadhan.