Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Golkar Nilai Survei Celios soal Kinerja Bahlil Konspirasi dan Skenario Politik

4 min read
Golkar Nilai Survei Celios soal Kinerja Bahlil Konspirasi dan Skenario Politik
Jumpa pers Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
  • Idrus Marham mempertanyakan hasil survei Celios yang menempatkan Bahlil Lahadalia sebagai menteri dengan kinerja terburuk.

  • Golkar menilai hasil survei itu berseberangan dengan fakta, termasuk apresiasi Presiden Prabowo terhadap kinerja Bahlil.

  • Idrus meminta metode survei Celios diperbaiki dan mempertanyakan kemungkinan adanya skenario politik di balik hasil tersebut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, mempertanyakan hasil survei Celios yang menempatkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sekaligus Menko Hilirisasi, Bahlil Lahadalia, sebagai salah satu menteri dengan kinerja terburuk dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Idrus menilai, hasil survei tersebut berseberangan dengan fakta dan penilaian yang selama ini diterima Bahlil. Dia bahkan mempertanyakan apakah survei tersebut masih sebatas hasil penelitian atau telah mengarah pada konspirasi politik dan skenario tertentu.

“Apakah ini survei atau sudah merupakan konspirasi politik. Bahkan lebih jauh itu apakah ini survei atau sudah merupakan sebuah inspirasi gerakan skenario politik,” ujar dia dalam jumpa pers di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026).

  1. 1. Golkar pertanyakan konsistensi survei Celios

    Golkar Nilai Survei Celios soal Kinerja Bahlil Konspirasi dan Skenario Politik
    Jumpa pers Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham di kawasan Jakarta Pusat, Selasa (13/10/2026) (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Idrus menyoroti hasil survei Celios yang menurutnya konsisten menempatkan Bahlil sebagai menteri dengan kinerja buruk. Dia menyebut penilaian serupa muncul sejak evaluasi 100 hari pemerintahan Prabowo hingga satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran.

    “Jadi Celios itu sebagai sebuah lembaga survei konsisten menempatkan Bung Bahlil Lahadalia Menteri ESDM itu sebagai menteri terburuk. 100 hari penilaian masuk terburuk, 1 tahun penilaian masuk terburuk dan 2 tahun ini pada bulan Oktober ini peringkat satu,” kata dia.

    Menurut Idrus, konsistensi tersebut justru menimbulkan pertanyaan karena dinilai tidak sejalan dengan fakta yang dilihat Golkar. Dia mengatakan, Bahlil dinilai aktif bekerja untuk mendorong kemandirian energi Indonesia.

    “Golkar malah mempertanyakan tunjukkan menteri mana yang pontang-panting seperti Bung Bahlil Lahadalia dari desa ke desa, dari kota ke desa, dari Indonesia ke luar negeri, dari negara, satu negara ke negara lain hanya untuk apa? Untuk mendorong bagaimana agar supaya, ya, energi Indonesia ini betul-betul mencapai suatu kemandirian,” ujar dia.

  2. 2. Idrus bandingkan dengan apresiasi presiden

    Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. (IDN Times/Amir Faisol)
    Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. (IDN Times/Amir Faisol)

    Idrus juga membandingkan hasil survei Celios dengan penilaian dari Presiden Prabowo terhadap kinerja Bahlil. Menurut dia, apresiasi Presiden menjadi salah satu fakta yang menunjukkan adanya perbedaan dengan hasil survei tersebut.

    “Yang paling spektakuler, saya kira, ya, kita juga masih ingat apalagi teman-teman insan media, ya, masih melihat bagaimana seorang Presiden misalnya, dua bulan sebelum ini, tanpa basa-basi Presiden sebagai pemimpin tertinggi republik ini menyatakan dan memberikan penghargaan yang luar biasa terhadap capaian kinerja yang dilakukan oleh Bung Bahlil Lahadalia,” kata Idrus.

    Dia juga menyinggung sejumlah langkah Bahlil dalam menjaga stabilitas energi, termasuk kebijakan terkait harga BBM bersubsidi.

    “Bung Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa harga BBM yang bersubsidi itu, itu tidak naik sampai akhir tahun ini,” ujarnya.

    Idrus menilai perbedaan hasil survei Celios dengan penilaian Presiden tersebut membuat Golkar mempertanyakan dasar penilaian yang diberikan kepada Bahlil.

  3. 3. Golkar sebut survei berpotensi jadi skenario politik

    Ilustrasi survei. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)
    Ilustrasi survei. (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

    Idrus menilai, hasil survei yang kemudian diikuti dengan dorongan reshuffle kabinet perlu dilihat secara kritis. Menurut dia, jika hasil survei tersebut dijadikan dasar untuk mendesak pergantian menteri, maka persoalannya bukan lagi sekadar hasil penelitian.

    “Saya hanya kaget di sini bahwa ya, bagaimana sebuah kesimpulan yang dibuat sedemikian rupa dan memberikan kesan sudah seakan-akan itu hanya ya, satu pandangan, suatu persepsi lalu kemudian di di akhir survei itu muncul raport merah, kemudian atas dasar itu baru semacam desakan atau reshuffle untuk melakukan ya, reshuffle kabinet,” kata dia.

    Idrus bahkan menyebut Celios menggunakan “logika sungsang” karena hasil surveinya dinilai bertentangan dengan fakta yang ada. Dia meminta Celios memperbaiki metode survei dan proses pengambilan data.

    “Celios harus kembali ke jalan yang benar agar pertanggungjawaban di bidang akademik itu bisa bisa dilihat agar jangan memunculkan kontradiksi-kontradiksi yang nanti memusatkan publik Indonesia,” kata dia.

    Meski demikian, Idrus menegaskan Golkar tidak khawatir dengan hasil survei tersebut. Partai berlambang pohon beringin itu memilih tidak mempercayai hasil survei karena dinilai bertentangan dengan fakta.

    “Golkar tidak khawatir, sama sekali, bukan tidak khawatir, bahkan kita tidak percaya karena berseberangan dengan rasa, nalar, dan fakta,” ujar Idrus.

    Dia kembali menegaskan pertanyaan yang menurutnya perlu dijawab Celios terkait hasil survei tersebut.

    “Karena itu di dalam judul itu saya pertanyakan, ‘Apa ini survei atau sudah konspirasi?’ ‘Apa ini survei atau sudah merupakan inspirasi gerakan skenario politik?’” kata dia.

  4. 4. Hasil survei Celios terkait kinerja menteri

    Pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Merdeka pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Youtube/Sekretariat
    Pelantikan Bahlil Lahadalia sebagai Menko Hilirisasi dan Transisi Energi di Istana Merdeka pada Kamis, 1 Oktober 2026. (Youtube/Sekretariat Presiden)

    Dalam survei terbaru, Celios merilis daftar 10 menteri dengan kinerja terburuk. Survei Celios dan Kabinet Bayangan ini melibatkan 1.271 responden, terdiri atas 129 responden ahli dan 1.142 responden masyarakat umum.

    Pengumpulan data dilakukan pada periode 15 September hingga 9 Oktober 2026. Survei menggunakan metode non-probability sampling melalui Meta Ads, sedangkan responden ahli dijaring menggunakan metode snowball sampling.

    Berikut ini daftar menteri dengan kinerja terburuk versi Celios:

    1. Bahlil Lahadalia - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral: -159

    2. Natalius Pigai - Menteri Hak Asasi Manusia: -158

    3. Raja Juli Antoni - Menteri Kehutanan: -103

    4. Sudaryono - Kepala Badan Gizi Nasional: -47

    5. Zulkifli Hasan - Menteri Koordinator Bidang Pangan: -43

    6. Nusron Wahid - Menteri Agraria dan Tata Ruang: -24

    7. Pratikno - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan: -17

    8. Saifullah Yusuf - Menteri Sosial: -17

    9. Muhaimin Iskandar - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat: -16

    10. Fadli Zon - Menteri Kebudayaan: -16

Share Article
Editorial Team

Di Balik Produksi Operasi Pesta Copet

Related Articles

See More