Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Karhutla Meluas di Kalimantan, BNPB: Kualitas Udara Sudah Bahaya
Suasana karhutla di Kalbar. (IDN Times/adpim).

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terbakar di Pulau Kalimantan masih luas. Selain itu, kualitas udara pun sudah masuk tahap berbahaya bagi kesehatan.

Di tiga provinsi di Kalimantan, total luas area yang masih terbakar mencapai 376,12 hektare. Area yang paling luas dan masih terbakar ada di Provinsi Kalimantan Barat.

"Di Kalimantan Barat, luas lahan yang terbakar 350,82 hektare, dan yang berhasil dipadamkan sebesar 105,2 hektare. Kualitas udara di sana berbahaya dan jarak pandang kurang dari satu kilometer," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan, ketika memberikan keterangan pers di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Selasa (8/9/2026).

Dari data tersebut, artinya masih ada 245,62 hektare lahan yang masih terbakar di Kalbar. Tim satgas gabungan berusaha memadamkan api lewat jalur darat dan udara.

"Kami melibatkan satgas darat untuk pemadaman dengan melibatkan 15.091 orang, dan satgas darat sudah memadamkan sekitar 102 hektare. Metode lainnya yakni satgas udara, sudah melakukan patroli dengan menggunakan satu unit armada dan operasi selama lebih dari tiga jam," katanya.

Di sisi lain, tim satgas gabungan juga terus melakukan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) agar mendorong hujan turun. Bagaimana dengan wilayah Kalimantan lainnya?

1. Kualitas udara di Kalteng dan Kalsel sangat tidak sehat

Proses pemadaman lahan (karhutla) terbakar oleh tim gabungan di Desa Limbung, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (7/8/2026). (Dok. BPBD Kalbar)

Lebih lanjut, total luas lahan di Kalsel dan Kalteng yang masih terbakar mencapai 130,5 hektare. Berton mengatakan kualitas udara di Kalteng sangat tidak sehat. Jarak pandang di Kalteng berkisar hanya 2,8 kilometer.

OMC juga dilakukan di Provinsi Kalteng dengan mengerahkan dua armada. Tim satgas gabungan melakukan OMC lima sortie. Waktu operasi selama 8 jam 12 menit. Hasilnya, sudah ada hujan dengan intensitas ringan hingga sedang secara sporadis di sejumlah kabupaten, seperti Kapuas bagian utara, Gunung Mas bagian tengah, Barito timur, Barito utara bagian timur, Barito selatan bagian utara dan Kotawaringin Timur bagian tengah.

Sementara, kualitas udara di Kalsel menunjukkan indikasi sedang hingga tidak sehat. Di mana jarak pandang di bawah 5 kilometer. OMC juga dilakukan di Kalsel dan berhasil menurunkan hujan di Kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Balangan.

2. Polutan pekat masih terlihat di Pulau Kalimantan

Prediksi sebaran polutan berdasarkan data dari BMKG. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Berton juga memaparkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengenai prediksi polutan PM2,5 yang muncul akibat karhutla. Data tersebut menunjukkan titik pekat masih berada di tiga provinsi di Kalimantan yakni Kalsel, Kalbar dan Kalteng.

"Ini sebaiknya menjadi perhatian bagi warga untuk memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah," kata Berton.

Bahkan, data dari BMKG juga menunjukkan sebaran polutan mengarah ke arah utara dan barat laut, sehingga memicu kabut asap yang sudah lintas negara. Kini kabut asap terlihat menyelimuti Singapura, Semenanjung Malaysia, Sabah dan Brunei Darussalam.

3. Jepang kirimkan tiga helikopter Chinook bantu padamkan karhutla di Kalbar

Jenis bantuan yang diberikan oleh Jepang untuk penanganan karhutla di Kalimantan. (Tangkapan layar YouTube BNPB)

Sementara, Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan Indonesia juga akan dibantu Jepang dalam penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Tri menyebut Negeri Sakura mengirimkan tiga helikopter Chinook CH-47.

Ketiga helikopter itu akan tiba di Kalbar pada Rabu (9/9/2026) dan diangkut menggunakan kapal angkut amfibi JS Kunisaki (LST-4003). Kapal tersebut akan bersandar di Pelabuhan Kijing, Mempawah, Kalimantan Barat.

"Jepang akan memberikan dukungan berupa mengerahkan tiga helikopter Chinook CH-47 yang memiliki kemampuan untuk mendukung water bombing dan 180 personel yang terdiri dari kru untuk mengoperasikan helikopter tersebut, serta unsur pendukung," ujar Tri.

"Ketiga helikopter itu dibawa menggunakan kapal JS Kunisaki dan 150 awak kapal," sambung dia.

Tri menjelaskan usai kapal JS Kunisaki tiba, helikopter tidak langsung beroperasi. Jenderal bintang tiga itu menyebut, akan ada tahapan penyiapan sistem untuk memastikan kesiapan penerbangan terpenuhi.

"Apabila semua tahapan sudah dipenuhi, dukungan helikopter tersebut direncanakan dapat digunakan dalam operasi pemadaman pada periode 12 September hingga 19 September 2026," katanya.

Namun, jadwal tersebut tetap menyesuaikan kesiapan dan perkembangan situasi yang ada di lapangan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article