Prancis Catat Rekor Suhu September, Tembus 40 Derajat Celsius

- Durban-Corbieres di selatan Prancis mencatat 40,8 derajat Celsius pada 6 September 2026, memecahkan rekor suhu nasional untuk September; beberapa kota lain juga mengalami panas ekstrem.
- Meteo-France menetapkan waspada oranye di enam departemen selatan. Suhu siang diproyeksikan 35–38 derajat Celsius, dengan beberapa lokasi mencapai 39 derajat sebelum mereda.
- Gelombang panas September melanjutkan musim panas 2026 terpanas dalam sejarah Prancis, yang turut ditandai kekeringan, kebakaran hutan, serta gelombang panas pada Juni hingga Agustus.
Jakarta, IDN Times - Gelombang panas ekstrem terus mencengkeram kawasan selatan Prancis hingga mencatatkan rekor suhu tertinggi baru untuk bulan September. Suhu udara di Durban-Corbieres, Departemen Aude, melonjak hingga mencapai 40,8 derajat Celsius pada Minggu (6/9/2026) waktu setempat.
Otoritas cuaca nasional Meteo-France menetapkan status waspada gelombang panas level oranye di enam departemen setelah prakiraan suhu siang hari mendekati 40 derajat Celsius. Kondisi cuaca panas luar biasa ini memperpanjang rangkaian peristiwa panas intens yang melanda negara tersebut sepanjang musim panas tahun ini.
1. Rekor suhu September pecah di berbagai wilayah

ilustrasi termometer cuaca panas (unsplash.com/Immo Wegmann) Dilansir Anadolu Agency, suhu 40,8 derajat Celsius di Durban-Corbieres resmi menorehkan rekor suhu nasional baru bagi Prancis pada bulan September. Lonjakan suhu yang belum pernah terjadi sebelumnya sepanjang bulan September tersebut juga tercatat di sejumlah wilayah lain di bagian selatan Prancis pada hari yang sama.
Wilayah Albi di Departemen Tarn mencatat suhu mencapai 39,2 derajat Celsius, sedangkan Auch di Gers menyentuh 38,4 derajat Celsius. Wilayah Toulouse-Blagnac melaporkan suhu udara 37,9 derajat Celsius, Marseille-Marignane mencapai 36,8 derajat Celsius, dan Aurillac membukukan suhu sebesar 34 derajat Celsius.
2. Peringatan waspada oranye diberlakukan di enam departemen

ilustrasi cuaca panas (pexels.com/ClickerHappy) Meteo-France memberlakukan peringatan waspada level oranye untuk enam departemen, yakni Aude, Herault, Gard, Vaucluse, Drome, dan Ardeche. Menurut laporan stasiun penyiaran BFMTV, suhu udara pada Senin (7/9/2026) pagi di sebagian besar kawasan selatan Prancis bertahan di atas angka 20 derajat Celsius.
Pada Senin pagi, Nice mencatat suhu 26 derajat Celsius, Montpellier 23 derajat Celsius, serta Nimes dan Montelimar masing-masing 21 derajat Celsius. Suhu siang hari di kawasan tenggara diproyeksikan meningkat antara 35 derajat hingga 38 derajat Celsius, bahkan beberapa titik diperkirakan dapat mencapai 39 derajat Celsius.
Meteo-France menyebutkan bahwa suhu udara akan sedikit mereda pada Selasa (8/9/2026) sebelum turun drastis pada Rabu (9/9/2026) seiring pergerakan jalur hujan dan badai petir yang melintasi kawasan tersebut. Peringatan waspada oranye di seluruh departemen terdampak dijadwalkan dicabut pada Selasa pagi.
3. Musim panas terpanas dalam sejarah Prancis

ilustrasi kebakaran hutan (pexels.com/Plato Terentev) Gelombang panas terbaru pada awal September ini menyusul rangkaian cuaca ekstrem sepanjang musim panas 2026 di Prancis yang sebelumnya telah ditandai fenomena kekeringan parah dan kebakaran hutan besar. Dilansir The Straits Times, Prancis bersama Belgia dan Inggris resmi mencatatkan musim panas terpanas sepanjang masa setelah suhu ekstrem membakar benua Eropa. Para ilmuwan menyatakan bahwa perubahan iklim akibat ulah manusia telah membuat peristiwa cuaca ekstrem menjadi lebih intens dan lebih sering terjadi.
"Kami baru saja melewati musim panas terpanas yang pernah tercatat sejak pengukuran dimulai pada tahun 1900," kata Menteri Lingkungan Monique Barbut pada Kamis (3/9/2026) saat memaparkan laporan iklim musim panas. Dia menegaskan bahwa musim panas tahun 2026 akan tercatat dalam sejarah.
"Pertanyaan yang kini harus kita ajukan pada diri kita sendiri adalah bagaimana musim ini akan diingat: Sebagai yang pertama dari rentetan panjang musim panas yang terus memecahkan rekor, atau sebagai momen ketika kita bangkit menghadapi tantangan adaptasi dan mitigasi?" ujar Barbut. Sebelumnya, Prancis sempat dihantam gelombang panas pemecah rekor intensitas pada akhir Juni, serta gelombang panas selama 23 hari dari akhir Juli hingga Agustus yang menyamai rekor durasi terpanjang pada 1983.






















