Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Mengapa Elektrifikasi Wajib Dimulai dari Bus Publik?

Mengapa Elektrifikasi Wajib Dimulai dari Bus Publik?
Direktur ITDP Asia Tenggara Gonggomtua Sitanggang (IDN Times/ Fanny Rizano)

  • ITDP mendesak elektrifikasi transportasi publik untuk mengurangi ketergantungan BBM dan menahan krisis energi, karena transportasi darat menyerap hampir 90 persen konsumsi BBM sektor transportasi.
  • Bus listrik dinilai memberi pengurangan emisi lebih besar dibanding kendaraan pribadi karena jarak tempuh hariannya tinggi; di Jakarta, satu bus dapat beroperasi sekitar 200 kilometer per hari.
  • Rute, frekuensi, dan titik berhenti bus yang pasti memudahkan perencanaan pengisian daya serta manajemen armada. ITDP menilai biaya lebih murah dan teknologi matang mendukung penerapan sejak perencanaan layanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Setujukah elektrifikasi dimulai dari bus publik?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Institute for Transportation and Development Policy (ITDP) Indonesia mendesak percepatan elektrifikasi transportasi publik. Langkah ini menjadi solusi strategis menekan ketergantungan bahan bakar minyak (BBM) dan menahan krisis energi.

Direktur Asia Tenggara ITDP, Gonggomtua Sitanggang, menegaskan transportasi darat merupakan penyumbang emisi gas rumah kaca (GRK) dan konsumsi energi fosil terbesar di Indonesia.

Hampir 90 persen konsumsi BBM sektor transportasi, setara 67,6 juta kiloliter per tahun, diserap oleh transportasi darat. Angka ini sejalan dengan sumbangan emisi GRK yang juga mendekati 90 persen.

"Kalau harga energi naik, bisa dibayangkan ini berapa kontribusinya ataupun cost yang kita keluarkan," kata Gonggomtua dalam pertemuan media termasuk bersama IDN Times, dikutip Selasa (8/9/2026)

  1. 1. Elektrifikasi jadi solusi sistemik atasi ketergantungan BBM

    ITDP Indonesia dorong dialog lintas sektor untuk  percepat elektrifikasi logistik perkotaan. (Dok. ITDP)
    ITDP Indonesia dorong dialog lintas sektor untuk percepat elektrifikasi logistik perkotaan. (Dok. ITDP)

    Kajian ITDP menunjukkan adanya ketimpangan besar pada penggunaan energi dan emisi sektor transportasi. Elektrifikasi bus hadir sebagai langkah pembenahan struktural jangka panjang, bukan sekadar respons darurat.

    "Jadi melihat konteks dan juga lanskap energi serta penggunaan energi dan juga emisi dari sektor transportasi ini maka kami melakukan studi mengenai transportasi publik karena itu adalah salah satu ataupun solusi yang sangat sistematik dan juga struktural untuk membantu kita mengurangi ketergantungan terhadap BBM. Dan dibarengi dengan elektrifikasi bus itu sendiri," ujar dia.

  2. 2. Memaksimalkan dampak lingkungan dan efisiensi

    IMG-20260525-WA0005.jpg
    Aktivitas bus listrik di Kota Medan (Dok. PT. PLN)

    Efektivitas pengurangan emisi berbanding lurus dengan jarak tempuh harian. Pengalihan satu unit bus konvensional ke bus listrik memberi dampak reduksi emisi jauh lebih besar ketimbang kendaraan pribadi.

    "Ada empat alasan kenapa kita mendorong ini harus dimulai dari transportasi publik karena yang pertama memaksimalkan dampak. Bus listrik di Jakarta satu hari satu bus itu bisa jalan 200 kilometer, sehingga dampaknya akan sangat signifikan," kata dia.

  3. 3. Kemudahan perencanaan operational

    20260416_070032.jpg
    Bus listrik TNI AL. (IDN Times/Trio Hamdani)

    Sifat layanan bus publik memiliki kepastian skema operasional. Keteraturan ini mempermudah kalkulasi infrastruktur pengisian daya dan manajemen armada berbasis teknologi baru.

    "Lalu yang ketiga kemudahan perencanaan. Karena teknologinya sebenarnya sudah tidak begitu baru. Kemudahan perencanaan ini karena kalau bus itu rutenya sudah jelas, frekuensinya juga sudah jelas, stopnya juga sudah jelas. Jadi, relatif lebih mudah untuk kita merencanakan penggunaan teknologi baru termasuk bus listrik ini," katanya.

  4. 4. Momentum reformasi transportasi publik

    IMG-20260109-WA0030.jpg
    Bus listrik Kota Medan (Dok. Diskominfo Medan)

    Transisi menuju armada ramah lingkungan membuka peluang perbaikan kualitas layanan secara menyeluruh. Penurunan biaya operasional dan teknologi yang kian matang membuat integrasi bus listrik siap diterapkan sejak awal perencanaan rute baru.

    "Karena mengingat biayanya sudah lebih murah, jadi ketika kita merencanakan layanan angkutan umum itu, kenapa tidak langsung bus listrik saja," ujar Gonggomtua.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More