Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Karhutla Menyala, BNPB: 734 Ha Lahan Gambut Masih Terbakar, IKN 458 Ha

Karhutla Menyala, BNPB: 734 Ha Lahan Gambut Masih Terbakar, IKN 458 Ha
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto ketika memberikan keterangan pers soal karhutla. (IDN Times/Santi Dewi)
  • BNPB mencatat 72.008 hektare lahan gambut terbakar hingga September 2026; 71.274,29 hektare sudah padam, sementara 734,81 hektare masih terbakar dan dipantau lewat patroli udara serta darat.
  • Karhutla juga melanda IKN seluas 458 hektare, Gunung Ijen 2,5 hektare, Gunung Butak 16,5 hektare, Teluk Bintuni 223,5 hektare yang sudah padam, serta TPA Putri Cempo 4,6 hektare.
  • Menko Polkam mengundang 358 pemegang HGU dan PBPH di Kalimantan serta Sumatra Selatan; polisi menyelidiki delapan korporasi, tanpa tersangka korporasi, sementara 42 perusahaan telah terkena sanksi administratif.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengatakan memasuki September 2026, sudah ada 72.008 hektare lahan gambut terbakar, sebanyak 71.274,29 hektare lahan di antaranya sudah berhasil dipadamkan. Kini, yang belum berhasil dipadamkan di area seluas 734,81 hektare.

Kepala BNPB, Letnan Jenderal TNI Suharyanto mengatakan belum tentu api yang berada di area yang kurang dari 1.000 hektare itu dipastikan bisa padam. Bisa jadi area yang terbakar semakin luas.

"Apakah nanti jadi berkurang (area yang terbakar)? Nah, ini belum tentu. Kenapa? Karena sifatnya lahan gambut. Nanti ketahuan setelah sebagian (api) dipadamkan. Sekarang lagi dilakukan patroli dari hasil satelit Kementerian Kehutanan, BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), dan hotspot (titik panas). Itu kami terus patroli," ujar Suharyanto di Graha Marinir, Jakarta Pusat, Senin (7/9/2026).

Patroli itu, kata Suharyanto, akan dilakukan lewat udara dan darat untuk mengetahui titik kebakaran atau firespot.

"Tetapi kadang-kadang fire spot juga bisa naik. Kenapa? Karena ada titik api yang baru atau yang terbakar kemarin dan sudah padam, tiba-tiba membara lagi. Itulah sulitnya di lahan gambut," tutur dia.

  1. 1. Kawasan IKN juga terkena karhutla

    Karhutla Belum Padam, BNPB: 734,81 Hektare Lahan Gambut Masih Terbakar
    Otorita Ibukota Nusantara (OIKN) menemukan bekas sisa tebangan pohon di kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) Bukit Tengkorak kawassan IKN, Kamis (3/9/2026). (Dok. OIKN)

    Jenderal bintang tiga itu mengatakan, karhutla juga terjadi di wilayah lainnya. Salah satunya Ibu Kota Negara (IKN). Ada ratusan hektare lahan yang terbakar.

    "Total yang terbakar itu seluas 458 hektare. Saat ini masih ditangani dan belum padam," kata Suharyanto.

    Lalu, kebakaran di kawasan Gunung Ijen di Jawa Timur mencapai 2,5 hektare, kawasan Gunung Butak di Jawa Timur mencapai 16,5 hektare, dan Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat, mencapai 223,5 hektare.

    "Kebakaran di Teluk Bintuni, Papua Barat sudah padam," tutur dia.

    Kemudian, ada pula api di tempat pembuangan akhir di Putri Cempo, Solo, seluas 4,6 hektare. Petugas masih berusaha memadamkan api di lokasi ini.

  2. 2. Menko Polkam undang 358 perusahaan pemegang HGU untuk patuhi aturan

    Karhutla Belum Padam, BNPB: 734,81 Hektare Lahan Gambut Masih Terbakar
    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago (tengah) ketika memberikan keterangan pers mengenai penanganan karhutla. (IDN Times/Santi Dewi)

    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Djamari Chaniago, menyebut ada 358 perusahaan pemilik Hak Guna Usaha (HGU) di area terjadi karhutla. Pantauan IDN Times di lokasi, perwakilan perusahaan yang hadir memiliki HGU di Kalimantan dan Sumatra Selatan. Namun, Kemenko Polkam tak menyebut apa saja nama perusahaan yang diundang hadir.

    Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) itu mengakui memasuki September 2026, karhutla semakin meningkat. Tetapi, kata Djamari, bila dibandingkan situasi karhutla pada tahun sebelumnya, tingkat karhutla diklaim masih lebih rendah. Padahal, asapnya sudah menyebar hingga Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura.

    "Kami tadi mengundang para pemilik perusahaan yang memiliki kurang lebih 358 HGU (Hak Guna Usaha). Yang melatarbelakangi kami berhadapan dengan para pengusaha ini, bahwa kita belum mencapai puncak El Nino, dan kita tidak tahu kapan selesainya. Tetapi daerah atau kawasan-kawasan hutan dan lahan yang terbakar pun sudah mulai agak meningkat," kata Djamari.

    Meski begitu, Djamari meyakini, bila karhutla yang diklaim masih bisa dikendalikan itu dapat terus meluas, seandainya tidak ditangani dengan tepat. Salah satu caranya, kata dia, pihaknya berusaha menegakkan aturan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

  3. 3. Menko Polkam Djamari sebut belum ada korporasi sebagai tersangka karhutla

    Karhutla Belum Padam, BNPB: 734,81 Hektare Lahan Gambut Masih Terbakar
    Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago (tengah) ketika memberikan keterangan pers mengenai penanganan karhutla. (Dokumentasi Kemenko Polkam)

    Djamari menjelaskan, pihaknya mengundang 358 perusahaan pemilik HGU dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kalimantan dan Sumatra Selatan. Dia mengakui kondisi karhutla terus meningkat, meskipun ia mengklaim situasinya masih dapat dikendalikan.

    "Sekaligus juga kami akan lakukan tindakan sampai dengan ke lapangan, dan upaya penyelesaian masalah-masalah tindakan hukum yang diberikan kepada mereka. Di antara mereka ada juga yang merasa bahwa dia tidak salah atau tidak sengaja (menyulut kebakaran hutan)," kata dia.

    Meski begitu, kata Djamari, berdasarkan data dari kepolisian, belum ada korporasi yang ditetapkan sebagai tersangka karhutla. Namun, kepolisian sedang menyelidiki delapan korporasi.

    "Kami juga sedang berkoordinasi dan bekerja sama dengan rekan-rekan dari dinas kehutanan dan dinas lingkungan hidup, yang sebelumnya sudah menjatuhkan sanksi administrasi, pembekuan dan pencabutan (izin) 42 perusahaan," ujar Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo di Jakarta Pusat.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More