- M. Bagus Khoirunnas – Fotografer LKBN Antara Biro Banten
- Ari Basuki – Jurnalis Merdeka.com
- Yudhistiro Pranoto (Yudhis) – Jurnalis iNews
- Daus – Jurnalis Anadolu Agency (kantor berita Turki)
- Donal – Jurnalis lepas (freelance)
ANTARA Bantu Cari 5 Jurnalis Hilang Kontak saat Liput Anak Krakatau

- ANTARA mengirim tim khusus dari kantor pusat dan Biro Banten untuk mendukung komunikasi serta koordinasi pencarian.
- Lima pewarta foto hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau dalam rombongan speedboat dari Carita.
- Pencarian bersama Polairud, Basarnas, dan TNI terkendala gelombang tinggi serta jarak pandang terbatas.
Jakarta, IDN Times - Kantor Berita ANTARA memperkuat koordinasi dengan Basarnas, Polda Banten, dan sejumlah instansi terkait, untuk mencari lima jurnalis foto yang hilang kontak saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau, Senin, 7 September 2026. Direktur Utama Kantor Berita ANTARA Benny Siga Butarbutar mengatakan tim khusus telah dikirim untuk mendukung pencarian.
“Saat ini kami juga sudah mengirimkan tim khusus ANTARA yang merupakan gabungan dari ANTARA pusat dan Biro Banten, untuk memastikan seluruh upaya komunikasi dan koordinasi berjalan terus-menerus,” kata Benny dalam keterangan tertulis, Selasa (8/9/2026).
1. ANTARA kirim tim khusus

Ilustrasi jurnalis (IDN Times/Lia Hutasoit) ANTARA menggabungkan tim dari kantor pusat dan Biro Banten, untuk membantu komunikasi serta koordinasi pencarian. Benny mengatakan langkah itu dilakukan agar pencarian terhadap rombongan jurnalis yang belum diketahui keberadaannya itu terus mendapat dukungan.
“Kami turut mendorong agar petugas bisa meningkatkan intensitas pencarian terhadap rombongan jurnalis yang belum diketahui keberadaannya hingga saat ini,” kata Benny.
2. Pencarian terkendala kondisi alam

Lima jurnalis foto sebelum menyeberang ke perairan Selatan Sunda, yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. (IDN Times/Istimewa). Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan pencarian dilakukan bersama Polairud, Basarnas, dan TNI. Namun, kondisi di sekitar lokasi menjadi kendala, terutama gelombang tinggi dan jarak pandang yang terbatas.
“Besok masih kita lanjutkan pencarian. Kami ikut prihatin,” kata Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso, Selasa malam (8/9/2026).
3. Identitas lima jurnalis

Ilustrasi pers dan media. (IDN Times/Arief Rahmat) Kelima jurnalis yang turut dalam rombongan tersebut berasal dari berbagai media nasional dan internasional, yakni:
Speedboat yang membawa rombongan jurnalis berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Banten, Senin, 7 September 2026 sekitar pukul 14.00 WIB, untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau. Komunikasi terakhir terjadi pukul 14.42 WIB setelah salah satu penumpang mengirim lokasi kepada rekannya di Lampung.
Kontak kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB. Sedikitnya delapan orang berada dalam speedboat tersebut, sementara Basarnas menyebut sedikitnya tujuh orang masih dalam pencarian.



















