Jakarta, IDN Times - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Djamari Chaniago pada Senin (7/9/2026) mengundang 358 perusahaan pemilik Hak Guna Usaha (HGU) di area terjadi kebakaran hutan dan lahan. Pantauan IDN Times, perwakilan perusahaan yang hadir memiliki HGU di Kalimantan dan Sumatra Selatan. Namun, Kemenko Polkam tak menyebut apa saja nama perusahaan yang diundang hadir.
Purnawirawan TNI Angkatan Darat (AD) itu mengakui kondisi lahan dan hutan terbakar memasuki bulan September sudah mulai meningkat. Tetapi, dalam pandangan Djamari, bila dibandingkan situasi karhutla pada tahun sebelumnya, tingkat karhutla diklaim masih lebih rendah. Padahal, asapnya sudah menyebar hingga ke Filipina, Brunei Darussalam, Malaysia dan Singapura.
"Kami tadi mengundang para pemilik perusahaan yang memiliki kurang lebih 358 HGU (Hak Guna Usaha). Yang melatarbelakangi kami berhadapan dengan para pengusaha ini bahwa kita belum mencapai puncak El Nino, dan kita tidak tahu kapan selesainya. Tetapi, daerah atau kawasan-kawasan hutan dan lahan yang terbakar pun sudah mulai agak meningkat," ungkap Djamari pada siang ini di Graha Graha Marinir, Jakarta Pusat.
Meski begitu, Djamari meyakini bila karhutla yang diklaim masih bisa dikendalikan itu dapat terus meluas seandainya tidak ditangani dengan tepat. Salah satu caranya, kata Djamari, pihaknya berusaha untuk menegakkan aturan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.
