Pasukan Bela Diri dan Chinook Jepang Akan Ikut Padamkan Karhutla Kalimantan

- Jepang akan mengerahkan 600 personel dan tiga helikopter Chinook CH-47 untuk operasi pemadaman karhutla di Kalimantan, yang dijadwalkan dimulai pada 10 September 2026.
- Hotspot meningkat di Kalimantan Barat, Tengah, dan Selatan akibat kemarau panjang; Kalimantan Tengah mencatat 4.515 titik, sedangkan Kalimantan Barat mengalami kenaikan terbesar.
- Asap karhutla dari Kalimantan terbawa angin menuju Malaysia, Singapura, dan Laut China Selatan; tim gabungan memprioritaskan deteksi, pemadaman cepat, water bombing, serta pendinginan gambut.
Jakarta, IDN Times - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi, otoritas Jepang bakal membantu Indonesia dalam operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Pulau Kalimantan. Bantuan itu diberikan dalam bentuk pengerahan 600 personel pasukan bela diri Jepang dan tiga helikopter Chinook CH-47 untuk mencegah kebakaran semakin meluas. BNPB menyebut tim dari Negeri Sakura sudah mulai melakukan rapat survei lokasi pada Jumat, 28 Agustus 2026 di Base Ops Lanud Supadio, Pontianak.
"Kami sudah memperoleh berita bahwa sudah dilakukan rapat persiapan site survey dalam rangka perbantuan Jepang untuk pemadaman karhutla pada Jumat kemarin di Base Ops Lanud Supadio. Hal yang dibahas yakni operasional pelaksanaan water bombing lokasi di Kalimantan," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan ketika memberikan keterangan pers virtual, Sabtu (29/8/2026).
Ia menambahkan, dengan melibatkan alutsista berupa helikopter Chinook memungkinkan air yang diangkut untuk memadamkan api lebih banyak. "Misi ini akan dimulai 10 September 2026," tutur dia.
1. Titik panas di Pulau Kalimantan alami kenaikan signifikan

Titik panas atau hotspot yang terdeteksi di Pulau Kalimantan per Sabtu, 29 Agustus 2026. (Tangkapan layar YouTube BNPB) Lebih lanjut, berdasarkan data dari BNPB, titik panas (hotspot) di tiga provinsi di Kalimantan per Sabtu (29/8/2026) kompak mengalami penambahan. Hotspot merupakan indikasi adanya anomali suhu permukaan yang dideteksi oleh sensor satelit pada lokasi dan waktu tertentu.
Kenaikan titik panas paling mencolok terjadi di Kalimantan Barat yaitu 3.371 titik. Jumlah itu mengalami kenaikan 1.629.
Sedangkan titik panas di Kalimantan Tengah mencapai 4.515 dan mengalami kenaikan 156. Titik panas di Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 1.356 atau bertambah 457. Berton menyebut, penambahan titik panas itu disebabkan musim kemarau yang panjang.
"Banyak sekali kekeringan, sehingga menimbulkan titik panas dalam jumlah besar. Ini bisa kita temukan secara signifikan di Kalimantan," kata Berton.
Di sisi lain, terdapat penurunan titik panas di Sumatra Selatan sebanyak 132. Maka, kini titik panas di sana mencapai 1.019.
2. Angin membawa asap karhutla hingga ke Singapura dan Malaysia

Data BMKG yang dikutip oleh BNPB terkait penyebaran asap hingga ke negara tetangga. (Tangkapan layar YouTube BNPB) Laporan lain yang menarik yaitu kutipan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hingga Sabtu (29/8/2026) terkait penyebaran polutan akibat karhutla yang turut menyasar ke Malaysia dan Singapura. Sisa polutan itu, kata Berton, bahkan ikut terbawa angin hingga ke Laut China Selatan.
"Polutan per hari ini lebih terang terbawa ke arah utara (Kalimantan). Angin membawa polutan terutama dari Kalimantan sampai menyeberang Serawak dan hingga ke Laut China Selatan (LCS)," kata Berton.
Polutan juga terlihat ikut menyebar di Papua dan Pulau Jawa.
3. Fokus penanganan karhutla ke titik api yang baru

Petugas padamkan karhutla yang dekati masjid. (IDN Times/istimewa). Sementara, terkait upaya pemadaman api, tim gabungan melakukan operasi lewat jalur darat dan udara. Tim gabungan itu terdiri dari BPBD, Manggala Agni, TNI, Daops, Satpol PP, dinas lingkungan hidup, dinas kehutanan dan relawan.
"Fokus kami menggunakan peralatan melakukan patroli untuk mengecek apakah ada titik api baru, api yang sedang berkembang atau api besar. Ketika kami menemukan api baru, tentu tim akan berusaha untuk mematikan secepat mungkin agar tidak menyebar," ujar Berton.
Namun, seandainya api sudah membesar maka tim gabungan akan berkoordinasi dengan satgas udara agar dilakukan water bombing. Berton memastikan, tim gabungan yang melakukan pemadaman lewat jalur darat mengerahkan upaya terbaik agar api bisa segera padam.
"Setelah dilakukan pemadaman maka kami melakukan pendinginan lahan gambut. Pendinginan ini merupakan langkah penting, sebab ketika api sudah padam di permukaan, maka di dalam belum tentu api sudah padam. Sehingga, perlu dipastikan api di dalam sudah padam dan tak ada lagi asap yang keluar dari lahan gambut," katanya menjelaskan.


















