Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kasus Gedung Pemkab Lamongan, Eks Dirut Brantas Abipraya Dipanggil KPK
Ilustrasi KPK. (IDN Times/Aryodamar)
  • KPK memanggil eks Dirut PT Brantas Abipraya, Bambang Esti Marsono, dan Direktur SDM Tumoang Muhammad untuk diperiksa terkait dugaan korupsi proyek pembangunan Gedung Pemkab Lamongan tahun anggaran 2017–2019.
  • Lembaga antirasuah tersebut telah menetapkan empat tersangka dalam kasus ini, termasuk pejabat Dinas Perumahan Rakyat Lamongan serta pihak dari PT Brantas Abipraya dan PT Agung Pradana Putra.
  • Dugaan penyimpangan dalam proses lelang proyek pembangunan gedung Pemkab Lamongan menyebabkan kerugian negara mencapai sekitar Rp35,7 miliar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada orang-orang yang dipanggil KPK karena bangun gedung kantor di Lamongan diduga ada salah. Namanya Pak Bambang dan Pak Tumoang dari perusahaan Brantas Abipraya. KPK juga sudah bilang ada empat orang jadi tersangka. Katanya uang negara hilang banyak sekali, sampai tiga puluh lima miliar lebih. Sekarang mereka masih diperiksa di kantor KPK.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil eks Direktur Utama PT Brantas Abipraya, Bambang Esti Marsono. Pemanggilan itu terkait dugaan korupsi proyek pembangunan gedung Pemerintah Kabupaten Lamongan.

"Hari ini KPK menjadwalkan pemeriksaan saksi-saksi dalam dugaan tindak pidana korupsi terkait pembangunan gedung Pemkab Lamongan tahun anggaran 2017-2019," ujar Juru Bicara KPK Budi Prasetyo, Selasa (7/7/2026).

1. Ada dua saksi yang dipanggil KPK

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (Jubir KPK), Budi Prasetyo (IDN Times/Yosafat Diva Bayu Wisesa)

Selain itu, KPK juga memanggil Direktur SDM dan Umum Brantas Abipraya, Tumoang Muhammad. Keduanya dijadwalkan diperiksa di Gedung Merah Putih KPK hari ini.

"Pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK," ujarnya.

2. KPK tetapkan empat tersangka pembangunan gedung Pemkab Lamongan

3 Tersangka korupsi proyek pembangunan gedung Pemkab Lamongan ditahan KPK (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Diketahui, KPK menetapkan empat tersangka pembangunan gedung Pemkab Lamongan, Jawa Timur. Mereka adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Lamongan tahun 2017 Mokh. Sukiman; Direktur PT Agung Pradana Putra Ahmad Abdillah; Lalu, General Manager Divisi Regional 3 tahun 2015- 2019 PT Brantas Abipraya, Herman Dwi Haryanto; dan Muhammad Yanuar Marzuki selaku Komite Manajemen Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pemkab Lamongan 2017-2019.

Namun, Muhammad Yanuar Marzuki belum ditahan.

3. Kerugian negara Rp35,7 miliar

Ilustrasi korupsi (IDN Times/Aditya Pratama)

Kasus ini bermula ketika Pemkab Lamongan melelang proyek pembangunan Gedung Pemkab Lamongan pada 2017. Diduga telah terjadi pemilihan penyedia yang tak sesuai ketentuan, salah satunya diduga proses yang dilakukan hanya formalitas.

Hal tersebut diduga telah menimbulkan kerugian negara senilai Rp35,7 miliar.

Curated For You

Editorial Team

Related Article